[ad_1]
Pada tanggal 31 Mei, Min Hee Jin, CEO MENYEDIAKANmengadakan konferensi pers kedua, menyatakan, “Saya mengharapkan kompromi bisa dicapai.” Ini menandai fase baru dalam perselisihan yang sudah berlangsung hampir dua bulan antara kedua negara HIBEagensi hiburan terbesar Korea, juga anak perusahaannya ADOR.
HYBE memulai audit inner pada 22 April, menuduh bahwa manajemen Min juga ADOR berusaha untuk mengambil alih kendali perusahaan. Hal ini diikuti dengan upaya untuk mencopot Min dari dudukannya dalam rapat pemegang saham ADOR pada tanggal 31 Mei. Tetapi, pada tanggal 30 Mei, pengadilan menerima perintah Min untuk mencegah HYBE memakai hak suaranya dalam rapat pemegang saham, dengan begitu dia bisa mempertahankannya. dudukannya. Min kemudian mengatakan isyarat rekonsiliasi kepada HYBE semasa konferensi pers pada 31 Mei, tetapi HYBE belum mengeluarkan tanggapan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Semasa periode ini, kedua belah pihak merasakan untung juga rugi. HYBE mengklaim kemenangan parsial dengan mencegah dugaan upaya Min untuk menjadikan ADOR independen dengan NewJeans. Pengadilan mengakui bahwa Min mengupayakan independensi ADOR tetapi belum mengambil tindakan, yang bisa hal itu dianggap sebagai pengkhianatan terhadap HYBE tetapi bukan pelanggaran kewajiban terhadap ADOR.
Tetapi, penerimaan pengadilan atas perintah Min telah memberikan pukulan telak bagi HYBE, memberikan Min alasan untuk mengusulkan rekonsiliasi sementara itu HYBE tetap bungkam mengenai masalah ini.
Pakar hukum berpendapat bahwa tuntutan pidana yang diajukan oleh HYBE terhadap Min juga rekan dekatnya karena itu pelanggaran tugas bisa semakin melemahkan posisi Min seiring dengan berkembangnya penyelidikan polisi. Kantor Polisi Yongsan telah memberhentikan penyelidikannya terhadap HYBE juga meminta Min menyerahkan laptopnya untuk analisis forensik.
Orang dalam industri mencatat bahwa meski demikian computer diformat, analisis forensik bisa pulih lebih dari 90% knowledge. Meski Min belum memenuhi permintaan penyerahan laptopnya, tetapi hal tersebut dinilai hanya tinggal menunggu waktu saja. HYBE kemungkinan akan memakai temuan investigasi untuk memutuskan waktu pemecatan Min.
Reputasi Min serta terpuruk, dengan tuduhan juga perselisihan publik dengan HYBE yang mencoreng citranya. Mempunyai pengaruh pada buruk ini telah memiliki pengaruh pada nilai merek artis yang terlibat juga dikarenakan penurunan harga saham HYBE. Kritik Min terhadap praktik industri Okay-pop yang mengakar, seperti taktik penjualan album yang berlebihan juga plagiarisme, sangat merugikan HYBE.
Belift Lab, anak perusahaan HYBE lainnya juga agensi di baliknya ILLIT, baru-baru ini mengajukan gugatan terhadap Min atas campur tangan juga pencemaran nama baik atas tuduhan plagiarismenya. Gugatan ini, bersamaan dengan gugatan perdata yang baru diajukan, mencerminkan strategi HYBE untuk melindungi artisnya.
Reaksi publik juga konferensi pers darurat Min pada tanggal 25 April, di mana dia mengkritik para eksekutif HYBE, secara signifikan mengubah opini publik. Semasa konferensi, Min menuduh para eksekutif HYBE berkonspirasi melawannya, memakai bahasa kasar untuk menggambarkan tindakan mereka. Sikapnya yang menentang pelecehan di perusahaan diterima oleh dalam jumlah besar pekerja perempuan muda, dengan begitu mengangkatnya ke standing simbolis.
Dalam konferensi pers keduanya, Min menekankan pencapaian NewJeans, memperlihatkan kepercayaan dirinya sebagai seorang perencana juga manajer. Dia mengklaim, “Saya hingga apa yang mungkin saja dicapai oleh boy band lain dalam lima atau tujuh tahun dalam dua tahun.”
Tetapi, kecuali HYBE menyetujui rekonsiliasi, Min tetap terjerat dalam tuntutan hukum perdata juga pidana yang sedang berlangsung. Bergantung pada hasil investigasi, sahamnya senilai 100 miliar KRW (~75,6 juta USD) dapat terancam, karena itu perjanjian pemegang saham dapat dibatalkan. Min harus segera menginvestasikan sumber daya yang signifikan untuk membuktikan keabsahan kontrak.
Perjanjian pemegang saham mengizinkan HYBE untuk membeli kembali saham Min seharga sekitar 3 miliar KRW (~2,18 Juta USD) jika mereka membuktikan pelanggaran kewajibannya. Kritikus berpendapat bahwa tindakan Min mungkin saja akan menghilangkan haknya untuk menjual sahamnya yang bernilai sekitar 100 miliar KRW dengan harga yang ditentukan pada akhir tahun ini, yang mencerminkan tindakan berlebihan yang mungkin saja sepertinya tidak akan memberinya apa-apa.
Selain tersebut, pelanggaran kewajiban fidusia Min sebagai CEO bisa menghambat kemampuannya untuk menarik investasi juga memulai kembali karirnya secara independen dari HYBE.
LIHAT JUGA: Bang Si Hyuk secara resmi ditunjuk sebagai Kepala Perusahaan Besar karena itu HYBE menjadi perusahaan hiburan pertama yang ditunjuk sebagai grup bisnis besar
[ad_2]
Sumber: allkpop-com








