Bandung Barat | SekitarKita.id,- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menerima bukti dua laporan adanya dugaan money politic yang menyeret nama salah seorang calon legislatif (caleg) dari salah satu parpol.
Kordiv Penindakan Pelanggaran, Data dan Informasi, Bawaslu KBB, Ahmad Zaenudin mengatakan, pelapor menyerahkan bukti-bukti dugaan adanya money politic yang dilakukan di masa tenang H-1.
“Bukti tersebut yakni berupa tiga video, uang Rp50.000 tiga lembar, serta bahan kampanye mirip spesimen. Sementara laporan yakni tiga puluh amplop berisi uang Rp50.000 ada 29 amplop dan satu amplop isinya Rp100.000,” kata Ahmad saat ditemui SekitarKita.id di Kantor Sentra Gakkumdu KBB, Selasa (27/02/2024) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, dugaan money politic pada Pemilu Serentak 14 Februari 2024 lalu itu dilakukan oleh salah seorang caleg DPRD KBB.
“Hari ini genda klarifikasi dari laporan yang masuk ini dilakukan kepada enam orang. Terdiri dari dua pelapor dan empat saksi, namun ada salah seorang saksi yang tidak hadir. Sementara untuk terlapor rencananya diagendakan akan dipanggil pada hari Kamis (29/2) besok,” ujar Ahmad.
Ahmad menjelaskan, sejauh ini, pihaknya belum bisa menyimpulkan terkait laporan itu dan akan melakukan kajian terlebih dahulu.
Secara kajian, lanjut dia, belum bisa disimpulkan apakah bukti itu sudah kuat atau belum, karena sebuah pelaporan harus ada syarat formil dan materil untuk bisa diregister dan diproses.
“Kami akan mendalami terlebih dahulu semua laporan ini. Sesuai aturan jika money politic dilakukan di masa tenang maka sanksinya bisa pidana,” tegasnya.
Saat disinggung terkait laporan adanya intimidasi oknum timses caleg tersebut terhadap warga, Ahmad mengatakan, Bawaslu KBB tidak ingin gegabah dalam melakukan tindakan, soal itu, kata dia, masih diselidiki isu kebenarannya.
“Itu baru sebatas informasi ya, kita belum mendalami apakah betul atau tidaknya terjadi intimidasi. Memang itu muncul, dari salah satu pelapor adanya intimidasi terkait bantuan yang dihubungkan dengan dukungan. Kami sementara fokus pada kasus yang dilaporkan pelapor,” tutur dia.
Laporan: tim SekitarKita.id
Editor: Abdul Kholilulloh
Ikuti terus berita menarik selengkapnya https://sekitarkita.id/








