Geng Motor dan Aksi Begal di Bandung Raya Jadi Sorotan, Pemprov Jabar Minta Warga Aktif Cegah Kejahatan

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman didampingi Kabid Trantibum Satpol PP Jabar, Gatot Sambas
saat meninjau penertiban bangli di Desa Tagog Apu Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman didampingi Kabid Trantibum Satpol PP Jabar, Gatot Sambas saat meninjau penertiban bangli di Desa Tagog Apu Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Maraknya aksi pembegalan dan perampasan sepeda motor yang diduga dilakukan sekelompok geng motor di wilayah Bandung Raya belakangan ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak hanya mengandalkan aparat keamanan, tetapi turut berperan aktif dalam mencegah tindak kriminal di lingkungan masing-masing.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat bersama aparat keamanan lainnya terus meningkatkan pengamanan di berbagai wilayah yang dinilai rawan terjadi aksi kriminalitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Herman, upaya menjaga keamanan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk mengantisipasi munculnya aksi geng motor maupun pembegalan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas keamanan, jajaran Polda Jawa Barat. Namun tidak mungkin hanya mengandalkan petugas keamanan. Harus ada partisipasi masyarakat. Jika di lingkungan ada indikasi geng motor atau hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kapolsek, Danramil, kepala desa, maupun camat agar bisa segera ditangani,” ujar Herman saat ditemui di Padalarang Bandung Barat, Selasa 21 Juli 2026.

Baca Juga:  Kereta api tabrak 2 minibus di Bulak Kapal Bekasi, satu korban terjepit
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman didampingi Kabid Trantibum Satpol PP Jabar, Gatot Sambassaat meninjau penertiban bangli di Desa Tagog Apu Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman didampingi Kabid Trantibum Satpol PP Jabar, Gatot Sambas saat meninjau penertiban bangli di Desa Tagog Apu Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia menegaskan bahwa langkah antisipasi dan mitigasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan.

Menurutnya, gangguan keamanan umumnya memiliki tanda-tanda yang dapat dikenali sejak dini. Karena itu, masyarakat diminta segera melapor apabila melihat aktivitas yang mencurigakan agar aparat dapat bertindak sebelum terjadi aksi kriminal.

“Pendekatan kita harus bahu-membahu. Dengan adanya partisipasi masyarakat, gangguan keamanan biasanya bisa diminimalisasi. Sebaik-baiknya perkara adalah antisipasi dan mitigasi,” katanya.

Selain itu, Herman juga mengimbau generasi muda agar menyalurkan energi dan kreativitasnya melalui kegiatan positif seperti olahraga, seni, maupun aktivitas produktif lainnya, bukan bergabung dengan kelompok geng motor yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah kasus dugaan pembegalan terjadi di wilayah Bandung Raya dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satunya terjadi di Kampung Cibeureum, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, diunggah akun Instagram @infobdg gerombolan pelaku diperkirakan berjumlah 25 hingga 26 orang dengan menggunakan sekitar 10 sepeda motor.

Baca Juga:  Semifinal Timnas Indonesia U-23 vs Uzbekistan, Hengki Kurniawan bagi-bagi cuan

Dalam peristiwa itu, para pelaku menghadang dua pengendara yang sedang melintas. Demi menyelamatkan diri, korban meninggalkan kendaraannya yang kemudian dibawa kabur oleh para pelaku.

Kasus serupa juga terjadi di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga menjadi korban begal hingga mengalami luka di bagian pelipis dan tangan.

Mendapat laporan dari warga, jajaran Polsek Cipatat langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun pelaku berhasil melarikan diri setelah melukai korban.

Video Viral Gambarkan Ketakutan Warga

Di tengah maraknya aksi kriminal tersebut, sebuah video yang diunggah akun Instagram @infobdgbaratcimahi juga menjadi perhatian publik.

 

Sebuah video yang diunggah akun Instagram @infobdgbaratcimahi memperlihatkan seorang wanita terpaksa memesan ojol 3 sekaligus lantaran ketakutan rawan begal
Sebuah video yang diunggah akun Instagram @infobdgbaratcimahi memperlihatkan seorang wanita terpaksa memesan ojol 3 sekaligus lantaran ketakutan rawan begal

Dalam video itu, seorang perempuan mengaku memesan tiga pengemudi ojek online sekaligus untuk mengawal perjalanan pulang usai mengetahui rekannya menjadi korban pembegalan.

“Kami bertiga Iya soalnya tadi habis ada yang dibegal, Bandung lagi rawan begal guys, bareng juga ya ini mau pulang jam dua pagi ditemenin sama kakak makasih ya Kak?,” kata perempuan yang dalam video viral tersebut.

Baca Juga:  Hari Pertama Retreat Kabinet, Prabowo Ajarkan Kedisiplinan Hadir Paling Awal di Lapangan

Ia mengaku memilih cara tersebut karena merasa khawatir dengan kondisi keamanan di Bandung Raya yang belakangan ramai diberitakan rawan aksi begal.

“Pesan ojek tiga sekaligus guys. Soalnya tadi temannya temanku ada yang kena begal katanya di Jalan BKR kan. Terus ada juga di Jalan di Cijerah itu belum tahu jam berapanya masih belum ada info kalau yang di Jalan BKR tadi karena di jam dua jadi saya diantar dan dikawal 3 ojol sekaligus,” tandasnya.

Fenomena tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap aksi kriminal jalanan yang terjadi pada malam hingga dini hari.

Pemprov Jawa Barat berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sehingga situasi keamanan di Bandung Raya tetap kondusif.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

PKL Kepung Underpass Padalarang, Satpol PP Jabar Janji Segera Tertibkan Usai Koordinasi
Warga Ragukan Kesiapan E-Voting Pilkades 2027, DPMD KBB Pilih Irit Bicara
Usai Sidak KDM, Pemprov Jabar Mulai Data Nasib Pekerja Pabrik Kapur di Cipatat
Terdampak Pembongkaran Bangli di Padalarang, Pemilik Rumah Terima Santunan Rp50 Juta dari Pemprov Jabar
Pemprov Jabar Bongkar 16 Bangunan Liar di Padalarang, Satu Alat Berat Diterjunkan
Dewan Pers Kecam Pernyataan Hotman yang Rendahkan Wartawan “Lu Punya Otak Nggak?”
Bupati Jeje Pastikan Renovasi Sekolah di KBB Dimulai 2026, Target 146 Ruang Kelas Direhabilitasi
DPRD KBB Soroti Status Lahan KPSBU Lembang, Legalisasi Aset Pemkab 3.950 Meter Diminta Segera Rampung

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:57 WIB

PKL Kepung Underpass Padalarang, Satpol PP Jabar Janji Segera Tertibkan Usai Koordinasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:12 WIB

Geng Motor dan Aksi Begal di Bandung Raya Jadi Sorotan, Pemprov Jabar Minta Warga Aktif Cegah Kejahatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:56 WIB

Warga Ragukan Kesiapan E-Voting Pilkades 2027, DPMD KBB Pilih Irit Bicara

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:01 WIB

Usai Sidak KDM, Pemprov Jabar Mulai Data Nasib Pekerja Pabrik Kapur di Cipatat

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:56 WIB

Terdampak Pembongkaran Bangli di Padalarang, Pemilik Rumah Terima Santunan Rp50 Juta dari Pemprov Jabar

Berita Terbaru