Inovasi Pertamina EP Rantau Cegah Masalah Pasir untuk Stabilitas Produksi

- Penulis

Selasa, 5 November 2024 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Pertamina EP Rantau Box, bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1, terus berupaya untuk hingga goal produksi migas nasional secara optimum. Salah satu langkah paling kekinian yang diambil adalah penerapan metode perbaikan berkelanjutan melalui inovasi bernama We Are Fines, yang bertujuan untuk mengatasi masalah kepasiran yang mengganggu produksi.

Dalam mengelola lapangan-lapangan migas yang sudah memasuki fase mature, Pertamina EP Rantau menghadapi tantangan keterkaitan kehilangan produksi yang disebabkan oleh pasir. Knowledge memperlihatkan bahwa antara tahun 2019 sampai 2022, potensi kehilangan produksi hingga 62%. Inovasi We Are Fines ini mengintegrasikan manajemen reservoir untuk menganalisis dan mengelola information serta informasi reservoir migas, dengan begitu bisa meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam eksploitasi sumber daya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Metode We Are Fines didasarkan pada hasil studi LEMIGAS yang memperlihatkan bahwa penggunaan Potassium Klorida (KCl) bisa memberikan efek positif pada reservoir. KCl bersifat hipertonis, dengan begitu mampu menarik air dari formasi ke dalam fluida KCl, yang membantu mencegah swelling pada formasi batuan yang bisa memicu produksi pasir. Dengan melakukan penyesuaian konsentrasi KCl antara 2% sampai 7%, metode ini mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi di setiap lapisan batuan.

Baca Juga:  Palapa TapTap Hero Raih 12.000 Pengguna, Dorong Adopsi Blockchain di Indonesia

Keberhasilan metode We Are Fines terbukti dari peningkatan masa produksi sumur P-455, yang meningkat dari kurang dari 90 hari menjadi 222 hari setelah penerapan KCl. Metode ini tidak hanya mengurangi masalah kepasiran namun juga memperpanjang usia produktif sumur serta menurunkan frekuensi pekerjaan rig. Tomi Wahyu Alimsyah, Manajer Pertamina EP Rantau, mengapresiasi keberhasilan inovasi ini yang berhasil menurunkan potensi kehilangan produksi di atas 50% pada periode 2019-2022.

Sumber: VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru