Karawang | SekitarKita.id,- Bulan suci Ramadhan 2024 tinggal hitungan hari lagi, niat ingin beribadah bagi umat muslim justru terkadang dijadikan ajang keributan bagi kalangan remaja nakal di berbagai wilayah di Indonesia.
Seperti diwilayah Tanjung Mekar khususnya di Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, sejumlah warga dititik lokasi keluhkan maraknya aksi keributan antar dua kelompok remaja.
Salah satunya, Ketua RT09/RW03, Tanjung Mekar, Asep menyampaikan, diakui dirinya memang diwilayah tersebut kerap terjadi aksi tawuran antar remaja. Hal ini tentu sangat ngancam keselamatan warga dan pengendara sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun, kata dia, petugas kepolisian terus melakukan patroli disejumlah wilayah titik rawan konflik, remaja nakal biasa melakukan aksi tawuran itu ketika petugas lengah dan kerap kucing-kucingan dengan petugas.
Teranyar, ucap Asep, keributan pecah terjadi diwilayah Tanjung Mekar pada Minggu lalu, dimana dua kelompok remaja itu saling serang di jam istirahat warga yakni sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.
“Terakhir kemarin Minggu lalu, kepada kepolisian agar bisa memberikan solusi kepada anak remaja untuk menanggani terjadinya tawuran remaja di Tanjung Mekar,” kata Asep kepada SekitarKita.id Kamis (07/03/2024).
“Kami ingin adanya pemantauan lebih diaktifkan kembali, diberikan bimbingan kepada anak-anak tersebut biar ada efek jera kedepannya dan juga buat orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak jika keluar malam,” sambung Asep.
Ironisnya, ujar Asep kembali, aksi tawuran yang biasa dilakukan oleh remaja tanggung ini kerap membawa senjata tajam beraneka ragam jenisnya. Seperti, golok gergaji, celurit panjang dan pedang yang sudah dimodifikasi.
Anehnya, lanjut Asep, barang tersebut seperti besi ukiran dan celurit panjang didapatkan oleh remaja tersebut dari mana asalnya?. Itu patut ditelusuri bagi orang tua khususnya jika melihat benda aneh menyerupai parang panjang dirumahnya.
“Kalau melihat anak bawa benda aneh kerumah langsung diamankan, pasti itu buat tawuran biasanya seperti itu,” jelas dia.
Asep mengklaim, remaja yang melakukan aksi tawuran itu bukan hanya warga Tanjung Mekar saja melainkan dari luar daerah yang mana lokasi ini sering dijadikan tempat tarung dan strategis.
“Bukan hanya orang Tanjung Mekar saja biasanya juga dari wilayah luar juga ikut tawuran disini, kaya janjian gitu disini nanti pecahnya disini,” ucap dia.
Dengan itu, Asep dan warga diwilayah RT09/ RW03 Tanjung Mekar ini akan mengoptimalkan ronda dan poskamling dengan mengerahkan sejumlah warga untuk melakukan patroli terutama di malam menjelang dini hari.
“Kami ingin warga bisa bekerjasama dengan aparat kepolisian setempat dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar lebih aktif lagi patroli guna menciptakan kondisi wilayah yang aman, itu sebagai bentuk antisipasi adanya tindak kejatahan di malam hari,” jelasnya.
“Sebentar lagi kan bulan puasa Ramadhan yang ditakutkan oleh kami ketika remaja itu akan berkelanjutan melakukan aksi tawuran tersebut,” ujar Asep.
Sementara itu, ditemui dilokasi berbeda, Irwan Suryana, warga RT10/RW03, Tanjung Mekar mengatakan, pihaknya meminta kepada aparat kepolisian untuk lebih intensif dalam melakukan pengamanan diwilayahnya.
“Kami mohon kepada aparatur setempat sering meninjau ke lokasi rawan kejadian, karena memang warga khawatir kalau ada yang nongkrong langsung bubarin ajah, kalau kita yang negor nanti takut jadi permasalahan,” keluh Irwan.
Ia menyebut, agar patroli sering dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih banyak pekerja pabrik pulang larut malam dengan menggunakan sepeda motor melintas dilokasi tersebut.
“Saya pernah melihat dilokasi ada yang membawa senjata tajam, dan melihat segerombolan entah dari warga Tanjung Mekar atau wilayah luar Tanjung Mekar melakukan tawuran,” cetusnya.
Irwan mengungkapkan dari tahun 2024 ini, biasa terjadinya aksi tawuran itu di hari libur Sabtu dan Minggu, terakhir terjadi aksi tersebut di Minggu lalu.
“Kami mohon ke aparatur setempat, dan pihak kepolisian agar di wilayah Tanjung Mekar dan sekitarnya mohon diadakan patroli karena hal tersebut sudah meresahkan warga, apalagi sebentar lagi kita akan menghadapi bulan Ramadhan,” tandasnya
Penulis : Andyka Nugroho
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








