SEKITARKITA.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) bergerak cepat menangani kasus gejala keracunan makanan yang menimpa para pelajar di wilayah Cibodas, Kecamatan Lembang, usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/10/2025).
Hingga Rabu (29/10/2025) sore, jumlah korban mencapai 201 pelajar dari empat sekolah, yakni SDN 2 Cibodas, SDN Buahbatu, SMPN 4 Lembang, dan SMK PNC.
Dari jumlah tersebut, 169 siswa dinyatakan sembuh, sementara 32 lainnya masih menjalani perawatan medis di beberapa fasilitas kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan KBB, perawatan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Puskesmas Cibodas, RSUD Lembang, Klinik Sespim, dan Posko Darurat Desa Cibodas.
Sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan intensif.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Lia, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim lapangan untuk melakukan investigasi serta mengambil sampel makanan MBG guna diperiksa di laboratorium.
“Kami sedang melakukan uji laboratorium untuk memastikan sumber penyebab keracunan. Semua pasien dalam kondisi stabil dan masih dalam pengawasan tenaga medis,” ujar dr. Lia kepada Sekitarkita.id, Rabu (29/10/2025).
Ia menambahkan, Pemkab Bandung Barat berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam hal pengawasan distribusi dan kebersihan makanan.
“Kami ingin memastikan program MBG tetap berjalan aman dan bermanfaat. Ke depan, pengawasan terhadap kualitas makanan akan ditingkatkan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cibodas, Dindin Sukaya, menyebut pihak desa bersama tenaga kesehatan telah menyiapkan GOR Desa Cibodas sebagai posko darurat.
Langkah ini dilakukan agar penanganan korban dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.
“Kami fokus membantu warga dan siswa yang terdampak. Untuk penyebab pastinya, kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan,” jelas Dindin.
Kejadian ini bermula pada Selasa siang, sekitar pukul 14.00 WIB, saat sejumlah siswa mengalami mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan MBG.
Dalam waktu beberapa jam, jumlah korban meningkat hingga ratusan, membuat fasilitas kesehatan di Lembang penuh sesak oleh pelajar yang datang untuk berobat.
Beberapa ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban dengan gejala berat ke rumah sakit rujukan. Meski sempat terjadi kepanikan, kondisi kini berangsur membaik seiring pulihnya sebagian besar siswa.
Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lembang ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Selain fokus pada penanganan medis, langkah evaluasi terhadap keamanan pangan sekolah menjadi prioritas utama agar program unggulan ini tetap berjalan dengan aman dan berkualitas bagi pelajar di Kabupaten Bandung Barat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








