Bandung Barat | SekitarKita.id,- Musisi D’ MUSIC menciptakan lirik lagu berjenre rock “jingle” kampanye Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Kusairi nomor urut 1.
“Aku enggak mau menjadi golput di pemilu nanti. Aku enggak mau salah pilih di Februari nanti,” begitu sepotong “refrain” lagu jingle kampanye Kusairi cover band papaan atas Slank ‘Virus’ yang sudah dikhubah dengan sedemikian menarik yang dibawakan oleh para musisi Padalarang KBB ini.
“Musiknya keren menurut saya, kreatif anak muda khususnya musisi di Padalarang, apalagi cover dari band kesayangan saya Slank,” ujar Kusairi baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam peluncuran itu D’ MUSIC (Dan_Music) tampil menyayikan bersama personel Vocal , Herman, Bass, Duseng, Gitar, Cever dan Drummer, Adhel yang belakangan ini meniti karir sebagai penyanyi cafe dibilangan Padalarang.
“Ini persembahan dari musisi band Padalarang untuk mendukung pak Kusairi, beliau satu-satunya Caleg di Bandung Barat yang peduli dengan kondisi para musisi jalanan sekaligus mensosialisasikan kepada pemilih Milenial untuk tidak Golput,” kata Adhel yang merupakan lider D’ MUSIC kepada redaksi SekitarKita.id, Sabtu (30/12/2023).
Butuh waktu selama dua Minggu untuk mempersiapkan dari para musisi jalanan untuk membuat lagu ini.
Adhel mendukung Kusairi karena partai politik PPP yang menjadikannya sebagai Caleg DPRD KBB untuk mengusung calon nomor urut 1 di Pileg 2024 ini di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Padalarang, Ngamprah.
Dukungan tersebut diwujudkannya dengan mengajak seluruh keluarga para musisi jalanan yang ada di Padalarang untuk memenangkan Kusairi di Pemilu 2024.
Musisi yang biasanya menciptakan lagu rock dan pop (All Genre) itupun mengajak anggota keluarganya untuk menyanyikan lagu cover ciptaannya yang dipersembahkan untuk “jingle” kampanye Kusairi .
Kusairi merasa senang dengan jingle cover ciptaan Adhel dan kawan-kawan. ” Cover genre lagunya adalah Rock. Ini sangat milenial, bisa menjadi sarana mendekatkan para pemilih milenial di Jawa Barat umumnya Bandung Barat,” katanya.
Lagu berjudul “Jangan Golput” ini, lanjut dia, merepresentasikan pemilih Milenial atau pemula di Bandung Barat. “Saya rasa anak muda pun mampu bisa menghafal lagi ini karena lagu ini merupakan cover band Slank yang berjudul Virus,” ucapnya.
Diketahui, Kusairi di Pemilu 2024 diusung oleh partai berlambang Ka’bah yaitu PPP, yang di jadwalkan Pelaksanaan Pemilu 2024 yakni jadwal Pileg dan Pilpres 2024 diselenggarakan serentak pada tanggal 14 Februari 2024 (Rabu).
Keputusan ini dimuat dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024.
Apa itu Sonic Branding?
Sonic branding adalah pendekatan pemasaran atau marketing yang banyak digunakan dalam membangun brand maupun bisnis, yang dalam perkembangannya meluas hingga partai politik, yaitu upaya membangun merek/brand menggunakan elemen audio yang khas untuk menciptakan pengalaman yang mengesankan bagi pemilih atau konsumen.
Ini melibatkan menciptakan identitas audio yang terkait erat dengan citra dan nilai-nilai partai atau merek tersebut. Tujuan utamanya adalah agar elemen audio tersebut mudah diingat dan dapat memicu respons emosional positif dari target audiens.
Penggunaan Lagu “Jangan Golput” oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pada proses menuju Pemilu 2024, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menciptakan beberapa gebrakan unik, misal dengan merekrut banyak artis atau musisi jalanan sebagai kader yang akan menjadi calon legislatif.
Dan yang ramai beberapa waktu ke belakang dengan menciptakan Cover lagu “Jangan Golput” sebagai salah satu bentuk sonic branding mereka. Lagu ini menjadi bagian penting dalam kampanye politik mereka, terutama selama acara kampanye, iklan, dan video promosi ke depan menuju pemilu 2024.
Strategi Kampanye yang Melibatkan Sonic Branding
Penggunaan sonic branding dalam kampanye politik PPP menandakan bahwa partai tersebut memiliki strategi yang matang dan inovatif. Ada beberapa keuntungan dengan penggunaan sonic branding dalam lagu “Jangan Golput” di antaranya:
1. Memperkuat Identitas Partai
Sonic branding membantu memperkuat identitas PPP sebagai partai yang energik, modern, dan mengikuti tren masyarakat. Identitas ini mencerminkan semangat kebersamaan dan keseruan yang tercermin dalam lagu tersebut.
2. Meningkatkan Daya Ingat
Lagu “Jangan Golput” yang catchy dan mudah diingat membantu meningkatkan daya ingat pemilih terhadap partai dan kandidat PPP. Ketika pemilih mendengar atau melihat elemen audio ini, mereka akan teringat tentang partai tersebut dan pesan yang ingin disampaikan.
3. Pencitraan yang Positif
Selain pesan politiknya, PPP ingin menciptakan citra yang positif dan menghibur bagi pemilih. Lagu “Jangan Golput” membantu mencapai tujuan ini dengan menyajikan pendekatan yang berbeda dan menyenangkan dalam politik.
4. Menjangkau Pemilih Muda
Lagu ini juga dapat menjadi strategi untuk menjangkau pemilih muda, yang cenderung lebih berinteraksi dengan tren musik dan media sosial. Sonic branding ini mencerminkan kreativitas dan keterbukaan partai terhadap pemilih muda.
5. Menciptakan Ikatan Emosional
Musik memiliki kemampuan unik untuk menciptakan ikatan emosional dengan pendengarnya. Dengan menggunakan lagu “Jangan Golput” yang ceria dan optimis, PPP berusaha menciptakan ikatan positif dengan pemilih, menginspirasi semangat dan dukungan.
Berikut Lirik Cover Lagu ‘Jangan Golput’
Aku enggak mau menjadi golput di pemilu nanti.
Aku enggak mau salah memilih di Februari nanti.
Yang aku mau ku memilih yang mengenal aku.
Yang aku mau ku memilih yang mencintai rakyat, tulus, jujur dan amanah.
Aku enggak mau pilih yang lain selain PPP.
Aku enggak mau seperti dulu hanya janji palsu.
Yang aku tau pak Kusairi slalu terbukti.
Yang aku mau Bandung Barat memilih pak Kusairi maju… Untuk dapil satu.
Jangan lupa di 14 Februari pilih pak Kusairi.
Ciptaan: Slank cover D’ MUSIC and Widi
Editor: Abdul Kholilulloh








