[ad_1]
Ketika introvert kembali ke kamar tidurnya, mereka mencari kedamaian, kesendirian, dan tidak ada gangguan dari dunia luar.
Sebagai seorang introvert, saya sangat teliti dalam mengatur kamar tidur saya.
Meja samping tempat tidur dan dinding saya menampilkan ornamen dan karya seni yang dihadiahkan oleh teman dan keluarga. Kesombongan saya berfungsi ganda sebagai pusat rutinitas perawatan diri dan meja saya. Tempat ini penuh dengan pilihan produk riasan dan perawatan kulit pilihan, serta laci untuk jurnal, alat tulis, dan pena.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Segala sesuatu ada tempatnya – dan segala sesuatu ada pada tempatnya.
Satu-satunya perlengkapan tidur yang saya gunakan hanyalah sprei, selimut yang sangat disukai, dan tiga bantal yang disusun sesuai dengan posisi tidur saya yang tidak biasa. Saya menghabiskan sebagian besar waktu saya di tempat tidur untuk tidur, tetapi saya juga beristirahat di sana selama beberapa jam setiap hari ketika saya membutuhkan ketenangan dan kesunyian. Saya akan meringkuk di bawah selimut untuk membaca atau bermain sport di ponsel sampai saya siap menghadapi dunia di luar kamar saya lagi.
Berbicara dengan teman dan anggota keluarga introvert lainnya, saya menyadari bahwa saya bukanlah satu-satunya “orang pendiam” yang mencari perlindungan di kamar mereka. Ini adalah praktik umum bagi para introvert di semua tahap kehidupan, baik kita anak-anak, orang dewasa, atau manula. (Apakah Anda seorang introvert? Berikut 21 tanda yang mengonfirmasi bahwa Anda seorang introvert.)
Jadi apa yang membuat kamar tidur kita begitu menarik bagi kita para introvert? Dan mengapa introvert terkadang masuk ke kamar tidurnya untuk menyendiri? Bagi orang ekstrovert, yang bersemangat dengan banyak interaksi sosial, perilaku introvert yang umum ini bisa membingungkan.
Anda Bisa berkembang sebagai orang yang introvert atau sensitif di dunia yang bising. Berlangganan publication kami. Seminggu sekali, Anda akan mendapatkan guidelines dan wawasan yang memberdayakan di kotak masuk Anda. Klik di sini untuk berlangganan.
Kamar Tidur Introvert Adalah Tempat Perlindungan
Otak orang introvert bekerja sedikit berbeda dengan otak orang ekstrovert. Orang ekstrovert memiliki sistem penghargaan dopamin yang lebih aktif, yang berarti mereka senang bepergian dan bersosialisasi dengan banyak orang. Namun, orang introvert mungkin merasa terlalu terstimulasi ketika otak mereka menerima terlalu banyak dopamin. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang ilmu di balik mengapa introvert membutuhkan waktu sendirian di sini.
Karena perbedaan otak ini, para introvert sering kali menganggap kebisingan dan hiruk pikuk kehidupan terlalu merangsang. Kita perlu waktu sendiri untuk memulihkan tenaga. Kesendirian adalah bahan bakar kita, membantu kita tetap waras di tengah keriuhan kehidupan sehari-hari. Membutuhkan waktu sendirian dan terkuras karena bersosialisasi secara berlebihan adalah bagian besar dari arti menjadi seorang introvert.
Memiliki ruang pribadi, seperti kamar tidur, penting bagi para introvert untuk memulihkan tenaga dengan baik. Ini bukan hanya hal yang menyenangkan untuk dimiliki; itu perlu. Bayangkan sebuah ruangan kecil yang nyaman di mana Anda dapat menutup pintu dan menghalangi dunia luar. Bagi banyak introvert, kamar tidur adalah hal yang tepat. Ini bukan hanya tentang menikmati waktu sendirian; ini tentang memiliki tempat tertentu di mana kita bisa bernapas, berpikir, dan menjadi diri kita sendiri tanpa ada yang memperhatikan atau mengharapkan apa pun.
Ketika kita para introvert mundur ke kamar tidur kita, kita mencari kedamaian, kesendirian, dan tidak ada gangguan dari dunia luar. Kita mungkin membaca, menulis, bekerja, atau sekadar merenung. Apa pun yang kami lakukan, kami merasa puas jika berada di tempat yang tenang dan familier, sehingga lengah. Waktu menyendiri di ruang aman ini memberi kita energi untuk kembali keluar dan berinteraksi dengan orang lain lagi.
Saat Introvert Mundur ke Kamar Tidurnya
Jika Anda seorang ekstrovert dan ada juga introvert dalam hidup Anda, harap dipahami bahwa ketika kami mundur untuk menghabiskan waktu sendirian di kamar tidur, ini bukan tentang Anda — ini tentang kami. Kami belum tentu terluka atau kesal kepada Anda saat kami mencari kesendirian. Di saat-saat tenang itulah kita memulihkan tenaga dan menemukan kekuatan untuk menjadi teman, anggota keluarga, atau pasangan yang bersemangat dan penuh kasih sayang yang Anda hargai.
Bagi para introvert, waktu menyendiri adalah cara kita untuk melepas penat, menghilangkan stres, dan memproses pikiran dan perasaan kita. Ini seperti tidur siang yang tenang di tengah hari yang sibuk. Meskipun orang ekstrovert dapat mengisi ulang energi mereka melalui percakapan yang hidup dan interaksi sosial, orang introvert memulihkan energi mereka dengan ketenangan dan kesendirian. Kamar tidur kita menjadi tempat yang aman di mana kita bisa berhenti berusaha bersosialisasi dan menjadi diri kita yang sebenarnya, tanpa khawatir dihakimi atau memenuhi harapan seseorang.
Jika kita yang “pendiam” tidak mendapatkan waktu senggang ini, kita akan merasa kewalahan, mudah tersinggung, atau lelah secara psychological — suatu kondisi yang kita sebut sebagai mabuk introvert. Hal ini tidak bermanfaat bagi siapa pun, termasuk orang yang kita sayangi. Dengan menghormati dan menghormati kebutuhan kami akan kesendirian, Anda mendukung kesejahteraan kami dan memungkinkan kami menjadi yang terbaik dalam hubungan kami dengan Anda.
Cara Membuat Tempat Perlindungan Kamar Tidur Introvert
Karena kamar tidur Anda adalah tempat berlindung Anda, Anda pasti ingin menciptakan ruang yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut empat tip untuk membantu Anda melakukan hal itu:
1. Berkomunikasi dengan jelas.
Jika Anda seorang introvert yang tinggal serumah dengan orang lain, penting untuk memperjelas batasan Anda. Misalnya, apakah teman sekamar Anda harus mengetuk pintu sebelum memasuki kamar Anda? Atau apakah pintu yang tertutup berarti Anda tidak ingin pasangan atau anak Anda mengganggu Anda? Jika Anda kesulitan menetapkan dan menegakkan batasan yang sehat, berikut beberapa tip untuk introvert yang cinta damai untuk melakukannya.
Selain itu, jika orang yang Anda kasihi merasa terluka atau ditinggalkan saat Anda ingin sendiri, bicaralah dengan mereka. Jelaskan bahwa waktu sendirian di kamar sangat penting bagi Anda. Anda dapat menjelaskan mengapa “waktu saya” ini penting dan menjelaskan apa yang biasanya Anda lakukan selama periode ini.
Yang terpenting, yakinkan mereka bahwa waktu Anda bersama benar-benar penting, dan sesekali menghabiskan waktu sendirian di kamar akan memastikan Anda dapat menikmatinya sepenuhnya. Anda dapat mengatakan sesuatu seperti, “Waktuku sendiri membantuku memulihkan tenaga dan menjadi teman/pasangan/orang tua yang lebih baik saat kita bersama,” atau “Kadang-kadang aku butuh waktu untuk diriku sendiri, tapi itu bukan karena perasaanku terhadapmu. Saya masih mencintai dan menghargai waktu kita bersama.”
2. Pilih dekorasi yang menenangkan.
Di kamar tidur Anda, pilihlah warna dan benda yang membuat Anda merasa tenang dan bahagia. Anda tidak harus menganut gaya minimalis, tetapi hindari kekacauan karena dapat meningkatkan stres, kecemasan, dan depresi. Upayakan keseimbangan dengan mendekorasi barang-barang yang benar-benar Anda sukai dan menyimpan atau menyumbangkan sisanya. (Berikut adalah beberapa guidelines dari seorang desainer internal untuk membantu Anda menciptakan tempat perlindungan introvert yang menenangkan di rumah Anda.)
3. Hindari bekerja di tempat tidur.
Tempat tidur Anda harus disediakan untuk aktivitas santai – seperti membaca, menonton televisi, dan yang terpenting, tidur. Bekerja di tempat tidur dapat menyebabkan kesulitan tidur karena pikiran Anda mungkin mulai mengasosiasikan kamar tidur Anda dengan pekerjaan daripada relaksasi. Jika Anda perlu bekerja di kamar, gunakan meja atau kursi yang nyaman.
4. Kumpulkan makanan ringan dan perlengkapan lainnya.
Jika Anda tinggal bersama teman sekamar atau keluarga yang ekstrovert dan ingin menghindari obrolan ringan setiap kali pergi ke dapur, simpanlah makanan ringan yang tidak mudah rusak di kamar Anda, seperti granola batangan, kacang-kacangan, keripik, dan dendeng. Biasakan untuk mengisi botol air berukuran besar yang dapat digunakan kembali segera setelah Anda tiba di rumah dan membawanya ke kamar — ini membantu Anda tetap terhidrasi tanpa perlu sering mengunjungi dapur. Selain itu, lengkapi kamar tidur Anda dengan barang elektronik pribadi, buku, dan barang apa pun yang diperlukan untuk hobi Anda. Lakukan yang terbaik untuk menciptakan tempat perlindungan kecil Anda sendiri, tempat yang tidak perlu Anda tinggalkan sampai Anda siap dan siap.
Introvert, apakah kamar tidur Anda adalah ruang suci tempat Anda mengisi ulang tenaga? Mengapa? Beri tahu saya jika ada komentar.
Anda mungkin ingin:
[ad_2]
introvertdear.com








