Menjelang HUT RI ke-80, Kantor Pemda KBB Sepi Bendera Merah Putih, DPRD Soroti Minimnya Nasionalisme

- Penulis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompleks perkantoran Pemda KBB di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, tampak sepi tanpa hiasan ataupun bendera merah putih (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kompleks perkantoran Pemda KBB di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, tampak sepi tanpa hiasan ataupun bendera merah putih (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana peringatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) justru terkesan lesu.

Pantauan langsung pada Rabu, 6 Agustus 2025, memperlihatkan bahwa kompleks perkantoran Pemda KBB di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, tampak sepi tanpa hiasan ataupun bendera merah putih.

“Saya dari pintu masuk gerbang dua sampai gedung C mau ngurus KTP, enggak ada bendera satupun yang dipasang,” ungkap Ida (35), warga Padalarang, saat ditemui pewarta Sekitarkita.id di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ida menambahkan, dari pos jaga Satpol PP hingga gedung Bupati pun tidak terlihat adanya bendera atau ornamen perayaan HUT RI ke-80 yang tinggal menghitung hari.

Kompleks perkantoran Pemda KBB di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, tampak sepi tanpa hiasan ataupun bendera merah putih (foto: Abdul Kholilulloh)
Kompleks perkantoran Pemda KBB di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, tampak sepi tanpa hiasan ataupun bendera merah putih (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kelihatannya sepele, tapi kami sebagai masyarakat merasakan patriotisme mulai menurun. Harusnya kantor Pemda memberikan contoh semangat nasionalisme,” ujarnya dengan nada prihatin.

Hingga Kamis, 7 Agustus 2025, belum terlihat perubahan berarti. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat belum juga menunjukkan geliat semarak perayaan hari kemerdekaan, termasuk pemasangan simbol kenegaraan seperti bendera merah putih di area perkantoran.

Baca Juga:  Janji Anyar Menkeu Purbaya Usai Umumkan Program Stimulus Ekonomi RI

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi PKB, Asep Dedi, yang menyayangkan lambatnya respons Pemkab dalam menyambut momen penting kenegaraan ini.

“Saya sangat berharap bahwa sesegera mungkin dilakukan pemasangan bendera. Ini simbol kenegaraan, simbol nasionalisme kita. Momen ini sangat penting,” tegas Asep saat diwawancarai di Kompleks DPRD KBB, Kamis (7/8/2025).

Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi PKB, Asep Dedi (foto: Abdul Kholilulloh)
Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi PKB, Asep Dedi (foto: Abdul Kholilulloh)

Asep menyebutkan, antusiasme masyarakat dalam menyambut HUT RI ke-80 justru sangat tinggi. Karena itu, pemerintah seharusnya menjadi panutan dengan menampilkan semangat nasionalisme yang kuat, minimal lewat simbol visual.

“Jangan sampai kalah sama masyarakat. Sekarang masyarakat antusias, tapi Pemda malah tidak terlihat semangatnya. Ini ada apa?” katanya kecewa.

Ia juga menyoroti bahwa dari gerbang satu hingga gerbang tiga kantor Pemkab, tidak terlihat satu pun bendera yang dikibarkan.

Kompleks perkantoran Pemda KBB di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, tampak sepi tanpa hiasan ataupun bendera merah putih (foto: Abdul Kholilulloh)
Kompleks perkantoran Pemda KBB di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, tampak sepi tanpa hiasan ataupun bendera merah putih (foto: Abdul Kholilulloh)

“Sangat disayangkan. Mumpung masih ada waktu, saya minta pemerintah segera menunjukkan bentuk nasionalismenya, walaupun hanya lewat simbol bendera. Ini penting sebagai contoh bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Asep pun menduga, minimnya semarak perayaan HUT RI di lingkungan Pemkab KBB bisa jadi akibat kelalaian internal yang seharusnya tidak terjadi dalam menyambut momen penting bangsa.

Baca Juga:  100 Artis Berkinerja Maksimal – Data Pemuat

“Kalau benar itu karena kelalaian, saya sangat kecewa. Pemerintah itu harusnya menjadi teladan, bukan justru jadi sorotan masyarakat. Jangan sampai publik mempertanyakan, di mana nasionalisme pemerintahnya?” pungkas Asep.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru