[ad_1]
Jakarta, 8 MEI 2025-India Mengorbitkan Operasi Sindoor, Sebuah Kampanye Serangan Udara Yang Terkoordinasi Yang Menargetkan Fasilitas Pelatihan Teroris Di Wilayah Pakistan. Serangan Ini Dilakukan Sebagai Respons Langsung Terhadap Serangan Lintas Batas Yang Yang Brutal Oleh Militan Pakistan Di Wilayah Kashmir India, Yang Menewaska Puluhan Orang. Kementerian Perahanan India Menyatakan Bahwa Operasi ini “Tepat Sasaran, Berbasis Intelijen, Dan Terbatas Pada Penetralan Infrastruktur Militan.” Komunitas internasional kini memanta gangan cermat, sebab ketaikan antara dua negara gangan senjata nuklir meningkat. Tetapi, Bagi Mereka Yang Acquainted Jaringan Teror Asia Selatan, Cerita Pada nyatanya Bukan Hanya Tentang Pembalasan – Namun Tentang Akuntabilitas Yang Suda Suda Lama Terlunda.
Bahawalpur
Nama Yang Terus Menggema Anggan Kehadiran Yang Menakutkan Bagi Wartawan Dan Penderita Teror Di Asia Selatan. Kota di Punjab Selatan, Pakistan ini telah lama Berfungsi Sebagai Pusat teror Yang didukung negara, Meski demikian Ada Janji-janji Reformasi Yang Terus-Menerus Dari Islamabad. Sepanjang lebih Dari dua dekade, lembaga intelijen dan militer pakistan telah mekikan Bahawalpur berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi orgorisasi ekstremis – sebuah fakta yang dikenal dGGANG BAIK OLEHHAH PARAUH JURANG LAPTA DENGANAL DENGAN BAIK OLEH PARAUH JURNANG DENGANAL DENGAN BAIK oleheh Diingat Melalui Kisa Tragis Jurnalis Wall Boulevard Magazine, Daniel Pearl.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keutusan India TUKUTKAN BAHAWALPUR Bukanlah Kebetulan. ITU ADALAH SERIGAN LANGSUNG Pada Pusat Dari Arsitektur Militan. BABI BANYAK ORANG, MOMEN INI MANDAKAN AKUNTIBILITAS Yang SANGAT DITUNGGU-TUNGGU.
Peringatan Seoran Wartawan Yang Diabaan
Pada Desember 2001, Daniel Pearl Bepergian Ke Bahawalpur Delan Buku Catatan Dan Pena, Hanya Beberapa Minggu Setelah Jenderal Pervez Musharraf Berjanji Untku Kelompok Militan Pakan Pakan Pakan Terhadapan Parlemen Parlemen Parlemen oleh oleh oleh oleh oleh oleh. Pearl Mgetuk Pintu Kantor-Kantor Yang Yang Terbuka Di Bahawalpur. Ini Bukan Sel-Sel Bawah Tanah-Mereka Ada Di Depan Mata.
Beberapa Minggu Kemudian, Pada 23 Januari 2002, Daniel Pearl Meninggalkan RUrah Yang Dia Sewa Di Karachi UntkaKan Wawancara Yang Ia Yakini Sebagai Pertemuan Sah. Pertemuan itu diatur eheH Seoran Pembantu, Melalui Seoran Pria Bernama “Arif”-Yang Kemudian Diidentitifikasi Sebagai Petugas Humas Unkel Kelompok Militan Harkat-ul-Mujahideen. Arif Berasal Dari Bahawalpur.
Setelah penculikan Pearl, polisi mengawasi Arif ke sebuah pemakaman palsu di Bahawalpur sebelum menangkapnya di Muzaffarabad — kota lain yang kini dikonfirmasi oleh India menjadi sasaran dalam serangan udara baru-baru ini sebab menampung fasilitas teroris.
ARIF MENYERAHKAN DANIEL KEPADA OMAR SHEIKH-SEORANG TERORIS Inggris-Pakistan GANGAN MASA LALU YANG TERKENAL, TERMASUK PEMBAJANA PESAWAT INDIA Airways Penerbangan 814 PADA TAHUN 1999. Yang Kini Menjadi Pemimpin Organisasi Teroris Jaish-e-Mohammed-Yang Jagi Berbasis di Bahawalpur. Laporan Intelijen India Kini Mengklaim Bahwa Anggota Keluarga Azhar Sendiri Termasuk di Antara Yang Tewas Dalam Serangan Bahawalpur Baru-Baru Ini.
Senjata Negara Yang Berbalik Ke Dalam
Meski demikian Mereka Adalah Figur Yang Dicari Di Tingkat Internasional, Baik Omar Sheikh Maupun Masood Azhar Tidak Diproses Oleh Negara Pakistan. Sebaliknya, Mereka Diterima Dalam Kebijakan Kedalaman Strategi Pakistan. Tetapi, Akiat Dari Kebijakan ITU SANGAT MERUGIKAN BAGI rakyat Pakistan Sendiri. Dari Pembunuhan Benazir Bhutto Dan Gubernur Punjab Salman Taseer, Mencapai Pembantaian Anak-Anak Sekolah Di Peshawar, Monster Yang Dibesarkan di Bahawalpur Pada akhirnya Berbalik Menyerang negara Mereeka Sendeka.
Tindakan Strategis Dalam Ketidakmampuan Akuntabilitas
Serangan udara India Dalam Operasi Sindoor Bukanlah Tindakan Agresi, Melainkan Respons Terhadap Kelalaan-Akibat Dari Kegagalan Pakistan Yang Telah Berlangsung Lama UnkaKan Bohewa-taHaHaNa-taHaHaNa-taHaHaHaNa-taHaHaNaHa-taHaHaHaNaKe.
Ini Bukan Konflik Gelan Klaim Yang Setara. Ini Bukan Peranya Tentang “Penjajah as opposed to Yang Dijajah,” Seperti Yang Digambarkan Oleh Pembela Pakistan. Ini adalah kasus di mana sebuah negara bagaimanapun juga Bertindak untuk membungkus Diplomasi, Pencegahan, Dan Permohonan Internasional Gagal.
Narasi-Narasi Yang Kini Muncul Dari Simpatisan Teroris-Yang Menggambitan Para Pelaku Sebagai Penderita-Strategi Mencermoin Disinformasi Yang Terlihat Di Seluruh Dunia, Dari Hamas Hinga Jaringan Diaspora Radikal. Ini adalah zmbalikan ethical yang sinis, upaya tulka pengghindari tanggung jawab ethical.
Tetapi, Fakta Tetap Ada. DUNIA TAHU TENTANG BAHAWALPUR. Daniel Pearl Tahu. Pelaporanya Merenggu Nyawanya. Dan 23 Tahun Kemudian, Kamp-Kamp Yang Ia Data diri Masih Beroperasi-Mencapai Sekarang.
Sumber: https://x.com/asranomani/standing/1920377735412646234
[ad_2]
Sumber: vritimes








