Misteri Kematian Mendadak Sapi Perah di Lembang, KBB: Bukan Wabah, Tapi Apa?

- Penulis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternak sapi (foto: istimewa)

i

Ternak sapi (foto: istimewa)

SEKITARKITA.id – Kasus kematian sapi perah secara misterius dan mendadak kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), memicu kekhawatiran di kalangan peternak lokal. Insiden terbaru tercatat di Kampung Pojok Girang, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang.

Menanggapi hal ini, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB langsung bergerak cepat. Tim Bidang Kesehatan Hewan segera turun ke lokasi untuk melakukan investigasi komprehensif.

Investigasi lapangan sapi tampak sehat, sampel darah diambil pada Jumat (25/7/2025), tim Dispernakan KBB memeriksa langsung kondisi fisik sapi-sapi di kandang yang sama dengan hewan yang mati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kondisi ternak, tetapi juga faktor lingkungan kandang dan kualitas pakan.

“Kami lakukan investigasi menyeluruh. Sapi-sapi terlihat sehat, tidak ada tanda-tanda demam, dan produksi susu masih berjalan normal,” ungkap Acep Rohimat, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispernakan KBB, di lokasi.

Ternak sapi (foto: istimewa)
Ternak sapi (foto: istimewa)

Meskipun ternak tampak sehat, untuk memastikan penyebab pasti kematian mendadak ini, Dispernakan mengambil sejumlah sampel darah dari sapi perah milik warga bernama Enok (50).

Baca Juga:  Terobosan baru, Polda Jabar Launching Satuan Pam Objek Vital di Karawang

Ia menjelaskan, sampel vital ini akan diuji di dua laboratorium terpisah, di Cikole dan Subang. Uji Laboratorium, deteksi PMK dan analisis mineral darah

“Uji laboratorium ini memiliki dua fokus utama: Mendeteksi kemungkinan infeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Analisis kimia darah untuk mengetahui kadar kalsium dan mineral penting lainnya,” ungkapnya.

“Tes darah ini sangat penting untuk mengidentifikasi adanya kekurangan mineral atau tanda-tanda penyakit sistemik yang tidak menunjukkan gejala fisik. Hasilnya diperkirakan akan keluar dalam waktu satu minggu,” jelas Acep.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan KBB itu juga memberikan klarifikasi tegas terkait isu wabah.

Ia meluruskan bahwa kasus kematian ternak yang terjadi bukanlah penyebaran penyakit massal.

“Ini bukan penyebaran penyakit massal. Semua kejadian hanya tercatat di satu titik, yakni di Kampung Pojok Girang. Jadi, kita tidak bicara soal wabah,” tegas Acep.

Menurut data Dispernakan KBB, kematian sapi perah di lokasi tersebut merupakan insiden yang terakumulasi secara bertahap sejak Januari hingga Juli 2025, dengan total 16 ekor sapi perah yang mati.

Baca Juga:  Hubungan Penyanyi Dangdut Ayu Ting Ting dan Boy William Bikin Penggemar Geregetan

Kejadian yang terpusat di satu kampung ini menunjukkan perlunya pendalaman pada faktor pakan, nutrisi, atau kondisi spesifik kandang.

Masyarakat dan peternak di KBB kini menanti hasil uji laboratorium untuk mengungkap misteri di balik kematian sapi perah yang merugikan ini dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah
Pemprov Jabar Salurkan Kompensasi Tahap Kedua untuk Warga Terdampak Normalisasi Situ Ciburuy
Desakan Warga Menguat, Satpol PP KBB Usulkan Putus Listrik Tower PT Protelindo Padalarang
Kecelakaan Truk vs Motor di Padalarang Berujung Maut, Polisi Turun Tangan
Kios Pangan Permudah Akses Bahan Murah, DKPP KBB: Petani Lokal Ikut Diuntungkan
Diduga Lalai, Truk Tangki Hantam Angkot yang Berhenti di Cipatat—11 Orang Terluka
Pemkab Bandung Barat Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan, Perkuat Sektor Pertanian dari Hulu
Bupati Bandung Barat Prioritaskan Infrastruktur 2026, Perbaikan Jalan dan Jembatan Jadi Fokus Utama

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:10 WIB

Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah

Jumat, 24 April 2026 - 20:08 WIB

Pemprov Jabar Salurkan Kompensasi Tahap Kedua untuk Warga Terdampak Normalisasi Situ Ciburuy

Jumat, 24 April 2026 - 15:27 WIB

Desakan Warga Menguat, Satpol PP KBB Usulkan Putus Listrik Tower PT Protelindo Padalarang

Jumat, 24 April 2026 - 13:54 WIB

Kecelakaan Truk vs Motor di Padalarang Berujung Maut, Polisi Turun Tangan

Jumat, 24 April 2026 - 09:53 WIB

Kios Pangan Permudah Akses Bahan Murah, DKPP KBB: Petani Lokal Ikut Diuntungkan

Berita Terbaru