Dalam beberapa tahun terakhir, ketertarikan masyarakat terhadapjam tangan mewahterus merasakan peningkatan. Peningkatan ini tidak hanya berfungsi sebagai penambah penampilan, namun juga sebagai bentuk investasi yang bernilai besar.Jam tangankini dianggap hal itu sebagai simbol kemewahan dan data diri pribadi yang mencerminkan kepribadian serta keberhasilan penggunanya. Fenomena ini turut mendorong tumbuhnya pasar jam tangan koleksi di Indonesia.
Industri perjamuan atau horologi di tingkatkolektor, khususnya di Jakarta, telah menemukan momentumnya sementara waktu. Pasar penggemar jam tangan berkembang dalam perjalanan sejumlah besar sektor lain yang lebih waspadai menghadapi tekanan ekonomi global.
Laporan Morgan Stanley dan Deloitte tentang Industri Jam Tangan 2024 memperlihatkan bahwa sektor jam tangan mewah global (ekspor jam Swiss) tetap merasakan pertumbuhan sekitar 8 persen meski demikian perekonomian dunia melambat akibat inflasi dan ketidakstabilan politik global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nilai ekspor jam tangan Swiss sampai rekor sebesar CHF 27 miliar, meningkat dari Rp 24,8 miliar pada tahun 2022. Dari sudut pandang Indonesia, negara ini memang tidak memproduksi jam tangan mewah secara besar-besaran, tetapi pasar untuk produk tersebut berkembang pesat, khususnya di Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Semakin bertambahnya komunitas penggemar jam tangan, mulai dari kalangan muda profesional sampai para kolektor berpengalaman. Mereka tidak hanya menginginkan keindahan dalam desain, namun juga nilai sejarah dan sifat eksklusif dari karya-karya dalam dunia jam tangan. Jakarta, sebagai pusat ekonomi dan pendekatan hidup trendy, menjadi tempat utama berkembangnya pasar ini.
Mendapatkan manfaat dari momentum positif tersebut, Watches Dealer mengorbitkan toko baru yang mewah di Prosperity Tower 11G, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Rabu, 29 Oktober 2025. Pembukaan toko ini menjadi titik penting dalam ekspansi perusahaan setelah tujuh tahun beroperasi di Surabaya.
Manajer Umum Dealer Indonesia, Sugeng Soeparta, mengungkapkan bahwa pembukaan toko di Jakarta merupakan strategi untuk lebih dekat dengan pelanggan. “Kami berasal dari Surabaya, namun hampir 60 persen pelanggan kami berasal dari Jakarta. Mengingat itu, pembukaan toko di SCBD adalah langkah yang telah lama ditunggu-tunggu,” kata Sugeng dalam keterangan pers yang diterima Pace pada awal November 2025.
Menurutnya, wilayah tersebut mencerminkan pendekatan hidup dan bisnis kelas atas yang sesuai dengan sifat pasar jam tangan mewah.
Pada acara peresmian tersebut, tamu-tamu diberikan kesempatan untuk menyaksikan pameran khusus yang menampilkan koleksi dari merek terkenal seperti Rolex, Patek Philippe, Audemars Piguet, Vacheron Constantin, dan F.P. Journe. Sugeng menyampaikan bahwa beberapa version yang dipamerkan termasuk dalam kategori langka. “Ada jam yang hanya tersedia dua atau lima unit di seluruh dunia, dan melalui jaringan kami, pelanggan bisa memperolehnya,” ujarnya.
Watches Dealer menawarkan berbagai layanan tambahan untuk para penggemar jam tangan mewah, seperti sistem pertukaran, pembelian kembali, sampai penyimpanan atau penyaluran. Menurut Sugeng, layanan ini mempermudah pelanggan dalam mengelola koleksinya. “Andai kolektor ingin menjual atau meningkatkan ke merek lain, kami siap membantu prosesnya secara transparan,” ungkapnya.
Selain itu, perusahaan juga menekankan kepentingan keaslian dalam setiap transaksi. “Tim kami terdiri dari mahir jam tangan yang berpengalaman lebih dari 10 tahun, dengan begitu mampu mengidentifikasi keaslian jam tangan secara tepat,” ujarnya. Ia menambahkan, perawatan yang baik tidak hanya menjaga fungsi jam tangan, namun juga mempertahankan nilai investasinya.
Masa depan, Sugeng mengungkapkan bahwa Watches Dealer mempunyai tujuan yang lebih besar sekali. “Kami berkeinginan memperluas jaringan sampai ke di luar negeri, khususnya ke Malaysia dan Singapura. Harapan kami, Watches
Pedagang bisa menjadi para pemain utama di Asia Tenggara dan mengumumkan reputasi Indonesia di pasar jam tangan global,” ujarnya.
ANTARA







