Ringkasan Berita:
- Tim SAR bersama memberhentikan sementara itu operasi pencarian terhadap dua nelayan yang hilang kontak di perairan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, pada hari Sabtu (8/11/2025), akibat cuaca yang tidak memungkinkan.
- Dua nelayan yang bernama Syamsidar (47) dan Suman (40) dilaporkan hilang setelah tidak kembali dari berlayar sejak Jumat (7/11/2025).
- Sampai sore hari Sabtu, pencarian masih belum memberikan hasil.
AdinJava, PASAMAN BARAT –Tim SAR bersifat gabungan memberhentikan sementara itu pencarian nelayan yang hilang kontak di perairan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, pada Sabtu (8/11/2025).
Sebelumnya, dua nelayan bernama Syamsidar (47) dan Suman (40) dilaporkan bepergian ke laut pada Jumat (7/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tetapi, mencapai hari Sabtu nelayan tersebut belum juga kembali, dengan begitu bagaimanapun juga dilaporkan ke Kantor SAR Padang.
Tim Rescue Pos SAR Pasaman bersama dengan komponen gabungan telah melakukan pencarian sejak pagi mencapai sore hari.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengungkapkan bahwa operasi pencarian pada hari pertama telah selesai dilakukan tanpa dapatkan hasil apa pun.
Ia mengungkapkan bahwa proses pencarian akan terus berlanjut pada hari Minggu (9/11/2025). Tetapi, pemantauan tetap dilakukan.
Abdul Malik menyampaikan bahwa untuk pencarian hari ini, enam anggota dari Tim Rescue Pos SAR Pasaman diterjunkan.
Pencarian hari pertama berawal pada pukul 10.30 WIB dengan berkoordinasi bersama nelayan setempat.
Pukul 17.30 WIB, hujan turun dan tim gabungan kembali ke Pantai Sasak. Operasi hari ini dihentikan dan akan dilanjutkan besok pagi pukul 07.00 WIB,” tutur Abdul Malik.
Komponen yang terlibat dalam pencarian terdiri dari Pos SAR Pasaman dengan enam orang, BPBD enam orang, serta warga dan nelayan setempat.
Sebelumnya dilaporkan, dua nelayan dari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, dikabarkan hilang kontak saat berlayar di perairan Air Bangis sejak malam Jumat (7/11/2025).
Sampai Sabtu (8/11/2025) siang, keduanya masih belum kembali ke daratan.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengungkapkan bahwa informasi awal mengenai penderita yang hilang kontak diterima dari Yance, Wali Jorong setempat, pada hari Sabtu (8/11/2025) pagi sekitar pukul 09.15 WIB.
Laporan tersebut menyebutkan dua nelayan yang belum pulang setelah melakukan antar-jemput ke laut pada malam Jumat pukul 23.00 WIB.
“Dua nelayan bernama Syamsidar (47) dan Suman (40), keduanya tinggal di Air Bangis. Keluarga melaporkan ke Wali Jorong sebab mencapai pagi penderita belum pulang. Upaya pencarian awal oleh nelayan setempat juga belum menemukan hasil,” tutur Abdul Malik kepada jurnalis.
Tim SAR dari Pos SAR Pasaman kemudian diberangkatkan pukul 09.30 WIB menuju Dermaga RIB 03 dengan enam anggota personel.
Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, RIB 03 berangkat sekitar pukul 09.50 WIB menuju lokasi yang diduga menjadi tempat hilangnya kapal nelayan, dengan perkiraan waktu antar-jemput sekitar tiga jam dari Dermaga Sasak. 2. RIB 03 dilepas pada sekitar pukul 09.50 WIB untuk menuju titik yang diprediksi sebagai lokasi hilangnya kapal nelayan, dengan estimasi antar-jemput sekitar tiga jam dari Dermaga Sasak. 3. Setelah itu, RIB 03 berangkat sekitar pukul 09.50 WIB ke arah lokasi yang diduga menjadi tempat hilangnya kapal nelayan, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar tiga jam dari Dermaga Sasak. 4. RIB 03 dilepaskan sekitar pukul 09.50 WIB menuju arena yang diprediksi sebagai titik hilangnya kapal nelayan, dengan estimasi antar-jemput sekitar tiga jam dari Dermaga Sasak. 5. RIB 03 berangkat sekitar pukul 09.50 WIB ke lokasi yang diprediksi sebagai tempat hilangnya kapal nelayan, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar tiga jam dari Dermaga Sasak.
“Tempat kejadian diprediksi berada di koordinat 0°6’47.71″N – 99°19’51.92″E, sekitar 24 mil laut dari Pelabuhan Sasak,” kata Abdul Malik.
Dalam operasi pencarian ini, tim SAR menggunkan berbagai alat utama (Alut) dan peralatan SAR (Palsar), seperti RIB 03, kendaraan rescue double cabin, peralatan komunikasi, medis, serta drone untuk membantu pencarian dari udara.
Selain itu, kondisi cuaca menjadi salah satu hambatan di lapangan. Menurut information dari BMKG Maritim, tinggi gelombang laut di sekitar arena sampai 1 mencapai 2 meter, sementara itu cuaca sedang berawan dan kecepatan angin sekitar 8 knot.
“Tim masih berusaha melakukan pencarian di sekitar tempat terakhir penderita diprediksi berlayar. Kami juga terus bekerja sama dengan nelayan dan warga setempat untuk memperluas wilayah pencarian,” tutur Abdul Malik.
Mencapai berita ini dirilis, proses pencarian masih terus berlangsung dan kedua nelayan belum ditemukan.(*)







