Pentingnya Kesadaran Kesehatan Psychological di Tempat Kerja

- Penulis

Rabu, 30 Oktober 2024 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Isu kesehatan psychological semakin mendapat perhatian, terutama di lingkungan kerja, seiring dengan peringatan Hari Kesehatan Psychological Dunia pada 10 Oktober. Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) menggelar diskusi pada 24 Oktober yang menekankan pentingnya kesadaran risiko kesehatan psychological di tempat kerja. Diskusi ini bertujuan untuk dapat mencari solusi praktis yang bisa memberi dorongan untuk kesejahteraan psychological pekerja, sebagai bagian penting dari pembangunan nasional.

Direktorat Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan menggarisbawahi bahwa kesehatan psychological mempunyai dampak signifikan terhadap produktivitas dan kualitas hidup pekerja, tetapi terus menerus kali diabaikan. Knowledge Organisasi Kesehatan Dunia (2019) memperlihatkan bahwa 15% pekerja dewasa merasakan gangguan psychological, yang dikarenakan hilangnya 12 miliar hari kerja setiap tahun secara global. MASINDO menekankan perlunya pendekatan pengurangan risiko melalui edukasi dan intervensi kebijakan guna memberi dorongan untuk kesejahteraan psychological di lingkungan kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dr. Felosofa Fitriya, identitas dan pengelolaan faktor risiko di tempat kerja, seperti tekanan berlebih dan kurangnya dukungan manajemen, sangat penting untuk mencegah gangguan psychological. Perusahaan disarankan untuk lebih proaktif dalam menyediakan akses layanan kesehatan psychological dan program edukasi bagi karyawan. Pendekatan seperti Cognitive Behaviour Amendment (CBM) juga bisa membantu pekerja mengurangi kebiasaan berisiko secara bertahap, dengan begitu kesejahteraan psychological bisa ditingkatkan.

Baca Juga:  Pendekatan Pengurangan Risiko untuk Kesehatan Psychological

Para mahir menambahkan bahwa pengurangan kebiasaan berisiko, seperti merokok, perlu dilakukan secara bertahap dan didukung dengan alternatif yang lebih rendah risiko. Selain itu, pemerintah dan sektor swasta perlu mendorong kampanye gizi seimbang, yang tidak hanya memberi dorongan untuk kesehatan fisik, namun juga memperbaiki suasana hati dan produktivitas pekerja. Hal ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif, serta memberi dorongan untuk pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Sumber: VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru

TK Negeri Ngamprah, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat tuai polemik (foto: istimewa)

Bandung Barat

DPRD Bandung Barat Desak Polemik TK Negeri Ngamprah Segera Tuntas

Selasa, 14 Jul 2026 - 10:30 WIB