Pernyataan Wagub Jabar Uu Tunai Polemik Soal Poligami, Kemenkes RI Punya Cara Sendiri Tekan HIV/AIDS

- Penulis

Sabtu, 3 September 2022 - 02:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkes RI, Dante Saksono Harbuwono saat kunjungan ke puskemas Batujajar, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

i

Wamenkes RI, Dante Saksono Harbuwono saat kunjungan ke puskemas Batujajar, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Bandung Barat, SekitarKita.id – Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum mengusulkan poligami sebagai langkah untuk menekan angka penularan HIV/AIDS, hal ini justru menuai polemik dikalangan masyarakat.

Salah satunya dari Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, ia mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memiliki skema khusus untuk mencegah dan menangani HIV/AIDS.

“tentu kita melakukan surveilans dengan baik, dan langkah pertama (melacak) populasi kunci. Yang terpenting kita melakukan deteksi pada kelompok yang berisiko tinggi. Risiko tinggi itu diperlukan dengan skrining, dan itu menjadi lebih tercover,” katanya saat kunjungan di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sabtu (03/09/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Dante,yang dimaksud populasi kunci ialah, kelompok yang berperilaku sering bergonta-ganti pasangan dan bertukar jarum suntik.

“Misalnya wanita pekerja seks (WPS), waria, lelaki seks dengan lelaki (LSL), dan pengguna napza suntik (penasun),” tuturnya.

Kendati itu, pasangan para penyintas HIV/AIDS masuk dalam bagian populasi kunci. Maka perlu dilakukan skrining terhadap para pasangan mereka setelah menemukan para penyintas HIV/AIDS.

Baca Juga:  Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

“Kemudian kedua ada pada populasi kunci yaitu pasangannya. Pasangannya itu harus dilakukan pemeriksaan juga,” tegasnya.

Bukan hanya itu, ia menjelaskan, ibu hamil juga dinilai rentan menularkan virus secara vertikal kepada bayi yang dikandungnya. Maka skrining HIV/AIDS juga menyasar kepada ibu hamil.

“Maka semua ibu hamil harus diperiksa HIV/AIDS-nya karena ini menurun secara vertikal, bisa menular kepada anak. Sehingga nanti pemeriksaan pada ibu hamil ini akan membuat surveilansnya lebih baik,” pungkasnya. (Abdul)



Penulis : Abdul Kholilulloh 

Editor : Abdul Kholilulloh

Berita Terkait

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas
Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas
Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan
No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan
Jelang Pemilu 2029, NasDem KBB Optimistis Hadapi Verifikasi Partai Usai Dikunjungi KPU dan Kesbangpol
Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG
Pesan Menohok Zulhas di Pelantikan PAN Jabar, Target Tembus Tiga Besar Pemilu 2029
Dedi Mulyadi Puji Loyalitas PAN kepada Prabowo, Sebut Kesetiaan Jadi Kekuatan Politik

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:52 WIB

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:40 WIB

Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:15 WIB

Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:13 WIB

Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG

Berita Terbaru