Polemik PPDB di Bandung Barat, standar penilaian di SMAN 1 Cisarua rancu

- Penulis

Senin, 8 Juli 2024 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi PPDB KBB (foto: istimewa)

i

ilustrasi PPDB KBB (foto: istimewa)

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menuai polemik pro dan kontra dikalangan masyarakat.

Pasalnya, seleksi PPDB melalui jalur prestasi di SMA Negeri 1 Cisarua cenderung tidak transparan, orang tua calon peserta menemukan kejanggalan mengenai standar penilaian pemeringkatan.

Adi (35), warga KBB, merupakan kakak kandung salah satu siswa PPDB. Ia menuturkan adiknya dinyatakan tidak lulus tanpa alasan yang tidak jelas alias rancu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengakui, adiknya tersebut telah menjalani prosedur ketahanan fisik sesuai arahan panitia penyelenggara PPDB. Sedangkan standar penilaian PPDB tidak dijelaskan secara gamblang di muka umum.

“Pada tanggal 1 Juni 2024, saya, dan orang tua mendampingi langsung adik saya saat melaksanakan tes uji kompetisi jalur kejuaraan. Tapi ada yang janggal,” kata Adi kepada wartawan, Senin (8/7/2024).

“Panitia ini bilang penilaian dilakukan secara objektif, namun faktanya ini kita enggak tau standar penilaiannya itu seperti apa,” sambung Adi.

Baca Juga:  Manfaat Freelancer Profesional untuk Bisnis Virtual

Adi menjelaskan, data sang adik masuk sejak proses pengajuan sertifikat, serta verifikasi. Namun seusai mengikuti uji tes jalur prestasi tiba-tiba nama adiknya tidak lolos.

“Tapi pada saat melakukan tahapan tes, kalo dikatakan profesional atau adil kan harus fokus panitia itu dilapangan dan betul-betul benar dilihat dengan teliti ,tidak mengabaikan hal-hal bisa merugikan calon didik baru,” tegasnya.

Dia berharap adanya transparansi dari panitia PPDB SMA N 1 Cisarua. Apa yang menjadi acuan penilaian dan batas untuk mendapatkan kriteria lolos. Sedangkan pihak sekolah tidak menjelaskan hal tersebut.

“Sementara yang terjadi di lokasi saat itu, panitia jauh dari kata profesionalisme karena panitia PPDB tidak benar-benar fokus untuk melakukan penilaian secara objektif,” ujarnya.

Anehnya, kata Adi, yang bertugas memantau saat tes dilapangan yakni siswa (kakak kelas) SMAN 1 Cisarua. Ia mempertanyakan panitia PPDB jalur prestasi yang disediakan oleh pihak SMAN 1 Cisarua.

“Kenapa bukan guru olahraga tau yang mengerti pada bidangnya. Apakah bisa kaka-kaka kelas menjadi tim penilai saat terjadi tes,” jelasnya seraya bertanya kepada panitia PPDB SMAN 1 Cisarua.

Baca Juga:  Port Academy Sertifikasi Tenaga Kerja Bongkar Muat di 8 Pelabuhan

Kendati itu, pihaknya meminta kepada panitia PPDB SMAN 1 Cisarua untuk lebih transparan memberikan informasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita sebagai orang tua murid minta adil seadil adilnya ,keterbukaan informasi secara akurat dan akuntabel sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.
Sampai berita ini dilansir belum ada keterangan resmi dari pihak panitia PPDB SMAN 1 Cisarua.

Sebagai informasi, pada 1 Juni 2024 SMAN 1 Cisarua melaksanakan uji kompetensi jalur kejuaraan PPDB 2023/2025.

Dimana, seluruh pendaftar melalui jalur prestasi kejuaraan wajib mengikuti uji kompetensi dengan ketentuan membawa dokumen pendaftaran PPDB Jawa Barat 2024.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB