Protes jalan rusak, warga Kabupaten Bekasi tanam pohon pisang di tengah jalan Sukakarya

- Penulis

Minggu, 31 Maret 2024 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Suka Indah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi menanam pohon pisang , kesal jalan rusak tak kunjung di perbaiki (foto: Darto)

i

Warga Desa Suka Indah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi menanam pohon pisang , kesal jalan rusak tak kunjung di perbaiki (foto: Darto)

Kabupaten Bekasi | SekitarKita.id,– Sejumlah warga Desa Suka Indah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi menanam pohon pisang di tengah jalan. Aksi mereka merupakan bentuk protes karena jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Pantauan dilokasi, Minggu (31/03/2024), kerusakan jalan ini nampak nyata. Jalan yang berlubang itu mulai dari ruas Cabang Pulo Bambu – Sukakerta yang merupakan jalan kabupaten.

Jalan yang rusak ini disebut sudah lama terjadi. Bahkan ironisnya, jalanan ini banyak memakan korban. Banyak pengendara yang jatuh akibat jalan berlubang tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehingga, warga Desa Suka Indah yang mayoritas emak-emak kesal melihat kondisi jalan yang sudah lama rusak dan tidak segera diperbaiki. Mereka akhirnya memilih menanam beberapa pohon pisang di jalan tersebut.

Mulyanah, warga sekitar (foto: Darto)
Ketua BPD Sukaindah, Hj. Mulyana (foto: Darto)

“Kita tanam pohon pisang di jalan ini seperti kebun, karena jalan yang rusak tak kunjung adanya perbaikan,” kata Ketua BPD Sukaindah, Hj. Mulyana, saat ditemui dilokasi, Ahad.

Ia menyebut, sementara itu, sudah banyak korban terperosok dan jatuh ketika melewati ruas jalan yang berlubang tersebut. Kemudian, kapan diperbaiki, apakah menunggu sampai jatuh korban jiwa, seperti beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Mahasiswa UBP Karawang Gelar Workshop LinkedIn dan Jobstreet untuk Siswa SMK Mandiri

“Sudah banyak aduan dari masyarakat cuman pak Bupati belum mendengar aduan kami (rakyat kecil) kali ya, kami dan temen-temen ini ibarat memberitahukan bahwa ini jalan sudah bener-bener tidak layak di pakai,” ujarnya.

Mulyanah menjelaskan, selama ini jalan tersebut tidak dilakukan perbaikan betonisasi ataupun pengaspalan. Sementara itu, tak ada saluran air yang memadai membuat ruas jalan tersebut sering hancur berlubang setiap musim penghujan.

Kondisi jalan rusak parah di Desa Suka Indah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi (foto: Darto)
Kondisi jalan rusak parah di Desa Suka Indah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi (foto: Darto)

“Meski nanti jalan ini diperbaiki dengan sistem tambah sulam, menurut saya kurang efektif. Karena di pinggir jalan tersebut tidak ada drainase, apabila curah hujan tinggi, jalan ini banjir,” jelasnya.

Ia berharap, segera ada tindakan dari Pemkab Bekasi agar jalan tersebut diperbaiki, baik diaspal maupun dibeton untuk meminimalisir korban yang berjatuhan.

“Semua ini kami lakukan demi keselamatan pengguna jalan yang melintas karena sudah banyak korban yang berjatuhan baik yang luka ringan dan luka berat bahkan sampai ada korban jiwa, semoga di perbaiki,” terang Hj. Mulyana.

Sementara itu, Nurdi warga sekitar mengatakan, jalan rusak ini mengakibatkan pengendara motor (pemotor) terjatuh dan terpaksa harus dilarikan ke RSUD Cibitung lantaran luka yang cukup parah dibagian kaki.

Baca Juga:  Minimnya Sarpras Kantor Kecamatan Cikarang Utara, Musrembang 2025 Berjalan Kurang Nyaman
Seorang pengendara motor terjatuh di jalan berlubang (foto: Darto)
Seorang pengendara motor terjatuh di jalan berlubang (foto: Darto)

“Kebetulan korban adalah saudara saya, jatuh disitu dititik jalan lubang. Korban tadinya di bawa ke RS terdekat dan akhirnya di rujuk ke RSUD Cibitung,” ujarnya.

Dijelaskannya kembali, selain korban mengalami luka parah, kendaraan yang dikendarai juga mengalami rusak parah di bagian depan.

“Motor juga rusak parah ini mau di bawa ke bengkel,” jelasnya.

Ia mengaku, jalan rusak ini sudah lama. Dirinya berharap, sebelum Idul Fitri 2024 ini sudah ada perbaikan. Namun, hingga puasa sudah memasuki beberapa hari, belum ada perbaikan.

“Merasa kesal warga sepakat untuk menanam pohon pisang di tengah jalan, dengan harapan jalan tersebut segera diperbaiki,” tandasnya.



Penulis : Darto

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan Khusus (Lipsus)

Berita Terkait

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB