SEKITARKITA.id – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan pemotongan atau pungutan liar atas dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang disalurkan melalui jalur aspirasinya, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dalam pernyataannya, Rajiv mengaku selalu mengingatkan masyarakat melalui media sosialnya agar tidak ada pihak yang berani memotong bantuan aspirasi yang ia salurkan.
“Kalau ada yang ngikutin sosmed saya, saya selalu bilang, jangan pernah ada siapapun yang berani memotong bantuan aspirasi dari saya. Itu saya ulang-ulang terus, apalagi di Bandung Barat,” ujar Rajiv dalam pidatonya saat menghadiri kegiatan bersama wali murid, di SDN Karyalaksana, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah KBB, Rabu (6/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia bahkan menegaskan bahwa jika masih ditemukan adanya praktik pemotongan dana PIP, masyarakat dipersilakan langsung melaporkannya ke pihak berwajib.
“Kalau masih ada oknum yang memotong dana PIP, langsung telepon polisi. Dan kalau Bapak Ibu nanti dipanggil oleh kepolisian, saya harap bersedia meluangkan waktunya untuk hadir,” lanjutnya.
Rajiv juga mengungkapkan bahwa seluruh tim lamanya yang dulu menangani distribusi bantuan telah dibubarkan, dan saat ini hanya bekerja dengan orang-orang baru yang telah ia seleksi secara ketat.
“Hari ini semua kewenangan saya serahkan ke tim baru. Tim yang lama sudah saya bubarkan karena justru orang yang saya percayai ternyata merusak semuanya,” ungkapnya.
Ia mengaku kecewa karena nama baiknya tercoreng oleh ulah oknum yang memanfaatkan kepercayaan dan merugikan masyarakat.
“Saya tidak tahu-menahu berapa jumlah siswa yang menerima, dan saya tidak pernah tergantung pada siapa pun dalam penyaluran ini. Jadi kalau ada pemotongan, itu bukan perintah saya,” tegas Rajiv.
Ia pun meminta masyarakat untuk langsung melapor ke dirinya jika menemukan praktik pungli terkait dana aspirasi.
“Bapak Ibu tinggal DM ke IG saya atau tanya ke Bupati nomor saya, nanti bisa disampaikan langsung. Saya ingin ke depan penyaluran ini bisa merata dan tanpa potongan,” katanya.
Untuk kasus sebelumnya yang sudah terjadi, Rajiv menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang dirugikan.
“Saya minta maaf sebesar-besarnya. Saya ingin ini jadi pelajaran penting, dan saya akan benahi semuanya bersama para kepala sekolah. Terima kasih atas bantuannya, semoga tetap bermanfaat,” tutup Rajiv.
Sebelumnya, sebanyak 90 siswa SDN Karyalaksana diduga menjadi korban pemotongan dana PIP yang seharusnya mereka terima secara utuh.
Kasus ini mencuat setelah salah satu wali murid mengadukan praktik tersebut kepada Rajiv saat melakukan kunjungan ke daerah pemilihannya di Bandung Barat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








