Rajiv Tegaskan Tak Pernah Perintahkan Pemotongan Dana PIP di Bandung Barat, Timses Lama Resmi Dibubarkan

- Penulis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv melakukan pertemuan dengan wali murid yang menjadi korban pungutan dana PIP (Foto: Abdul Kholilulloh)

i

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv melakukan pertemuan dengan wali murid yang menjadi korban pungutan dana PIP (Foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan pemotongan atau pungutan liar atas dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang disalurkan melalui jalur aspirasinya, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dalam pernyataannya, Rajiv mengaku selalu mengingatkan masyarakat melalui media sosialnya agar tidak ada pihak yang berani memotong bantuan aspirasi yang ia salurkan.

“Kalau ada yang ngikutin sosmed saya, saya selalu bilang, jangan pernah ada siapapun yang berani memotong bantuan aspirasi dari saya. Itu saya ulang-ulang terus, apalagi di Bandung Barat,” ujar Rajiv dalam pidatonya saat menghadiri kegiatan bersama wali murid, di SDN Karyalaksana, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah KBB, Rabu (6/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia bahkan menegaskan bahwa jika masih ditemukan adanya praktik pemotongan dana PIP, masyarakat dipersilakan langsung melaporkannya ke pihak berwajib.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv melakukan pertemuan dengan wali murid yang menjadi korban pungutan dana PIP (Foto: Abdul Kholilulloh)
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv melakukan pertemuan dengan wali murid yang menjadi korban pungutan dana PIP (Foto: Abdul Kholilulloh)

“Kalau masih ada oknum yang memotong dana PIP, langsung telepon polisi. Dan kalau Bapak Ibu nanti dipanggil oleh kepolisian, saya harap bersedia meluangkan waktunya untuk hadir,” lanjutnya.

Baca Juga:  Puluhan Siswa di Cipongkor KBB Kembali Keracunan, Dinkes Minta Orang Tua Awasi Pola Makan

Rajiv juga mengungkapkan bahwa seluruh tim lamanya yang dulu menangani distribusi bantuan telah dibubarkan, dan saat ini hanya bekerja dengan orang-orang baru yang telah ia seleksi secara ketat.

“Hari ini semua kewenangan saya serahkan ke tim baru. Tim yang lama sudah saya bubarkan karena justru orang yang saya percayai ternyata merusak semuanya,” ungkapnya.

Ia mengaku kecewa karena nama baiknya tercoreng oleh ulah oknum yang memanfaatkan kepercayaan dan merugikan masyarakat.

“Saya tidak tahu-menahu berapa jumlah siswa yang menerima, dan saya tidak pernah tergantung pada siapa pun dalam penyaluran ini. Jadi kalau ada pemotongan, itu bukan perintah saya,” tegas Rajiv.

Ia pun meminta masyarakat untuk langsung melapor ke dirinya jika menemukan praktik pungli terkait dana aspirasi.

“Bapak Ibu tinggal DM ke IG saya atau tanya ke Bupati nomor saya, nanti bisa disampaikan langsung. Saya ingin ke depan penyaluran ini bisa merata dan tanpa potongan,” katanya.

Untuk kasus sebelumnya yang sudah terjadi, Rajiv menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang dirugikan.

Baca Juga:  Euforia Cafe Empire Cikarang Pecah, Ratusan Pengunjung Ikut Berdendang

“Saya minta maaf sebesar-besarnya. Saya ingin ini jadi pelajaran penting, dan saya akan benahi semuanya bersama para kepala sekolah. Terima kasih atas bantuannya, semoga tetap bermanfaat,” tutup Rajiv.

Sebelumnya, sebanyak 90 siswa SDN Karyalaksana diduga menjadi korban pemotongan dana PIP yang seharusnya mereka terima secara utuh.

Kasus ini mencuat setelah salah satu wali murid mengadukan praktik tersebut kepada Rajiv saat melakukan kunjungan ke daerah pemilihannya di Bandung Barat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru