SEKITARKITA.id – Ratusan kader desa mengikuti Pasanggiri Rampak Sekar atau paduan suara yang digelar di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa (6/8/2024).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Padalarang, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dan diikuti oleh 10 desa se-Kecamatan Padalarang.
Ketua TPPKK Desa Kertamulya, Peni Hermawati, menjelaskan bahwa acara ini merupakan ajang silaturahmi bagi ibu-ibu kader TPPKK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua TPPKK Kecamatan Padalarang, Ibu Dr. Santun, adalah rampak suara atau paduan suara yang menjadi ajang silaturahmi,” kata Peni saat ditemui di kantor Desa Kertamulya.
Desa Kertamulya tidak hanya menampilkan paduan suara, tetapi juga menambahkan sentuhan koreografi dan gerakan tari. Peni menjelaskan bahwa peserta paduan suara adalah kader dari Desa Kertamulya sendiri, tanpa batasan usia, yang justru semakin semangat dengan bertambahnya usia.
“Peserta paduan suara adalah kader dari Desa Kertamulya. Tidak ada batasan usia karena diambil langsung oleh para kader. Usia yang semakin matang malah membuat mereka semakin semangat,” katanya.
Peserta dari Desa Kertamulya berlomba untuk merebut juara satu dalam lomba yang diadakan oleh Kecamatan Padalarang ini. Peni menambahkan bahwa pihaknya juga mencoba melibatkan jiwa-jiwa muda seperti anggota Karang Taruna.
“Kami juga sedang melibatkan jiwa muda yang ingin berkontribusi, seperti Karang Taruna. Namun, dalam lomba ini, pesertanya adalah kader Desa Kertamulya,” ujarnya.
Peni mengungkapkan bahwa konsep paduan suara ini dihasilkan dari kerja sama dengan suaminya, Farhan Fauzi, yang juga merupakan Kepala Desa Kertamulya. Farhan dikenal memiliki ide-ide jenius dan gagasan menarik di setiap perhelatan.
“Kami bekerja sama dengan bapak kades untuk mengemas paduan suara ini agar lebih menarik dan memiliki warna tersendiri. Kami ingin memberikan penampilan terbaik, bukan sekadar tampil saja,” jelasnya.
Selain Pasanggiri paduan suara, Kecamatan Padalarang juga mengadakan program Sedekah Hade atau Sekolah Kader Hade yang diikuti oleh seluruh ibu-ibu kader desa se-Kecamatan Padalarang melalui pelatihan daring.
“Selain paduan suara, ada juga program Sedekah Hade atau Sekolah Kader Hade yang merupakan satu-satunya di Kabupaten Bandung Barat. Program ini diikuti oleh seluruh ibu-ibu kader desa se-Kecamatan Padalarang melalui pelatihan daring,”
tandasnya.
Rangkaian acara lomba paduan suara juga akan mencakup penutupan Sekolah Sedekah Hade. “Kami sudah melakukan enam kali pertemuan dengan narasumber terpercaya. Acara lomba paduan suara akan ditutup dengan penutupan Sekolah Sedekah Hade, yang merupakan jargon Padalarang (Bagus Sekali),” tutupnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Taufik Nugraha








