SEKITARKITA.id- Setelah mengalami kekeringan parah selama tiga tahun berturut-turut, petani di Kabupaten Bekasi bagian utara akhirnya menyampaikan keluhan hatinya alias curhat kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).
Kekeringan berkepanjangan ini telah mengakibatkan kerugian besar bagi petani yang sangat bergantung pada hasil pertanian untuk mata pencaharian mereka.
Sawah-sawah mereka mengering, tanaman gagal panen, dan pendapatan menurun drastis. Kondisi ini seolah-olah Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi cuek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para petani yang merasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah, memutuskan untuk langsung menyampaikan keluhan mereka kepada anggota Komisi V DPR-RI dan Kementerian PUPR.
Mereka berharap pemerintah pusat segera turun tangan dengan memberikan solusi konkret untuk mengatasi masalah yang sudah berlangsung lama ini.
Ketua Petani Kabupaten Bekasi Wilayah Utara, Iim, juga Kepala Desa Sukabudi Kecamatan Sukawangi, menyatakan bahwa selama tiga tahun terakhir, hasil ladang mereka hampir tidak ada.
“Tanaman kami mati, air irigasi tidak mengalir, dan tidak ada bantuan signifikan dari pihak terkait. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah pusat untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi, Kamis (15). /8/2024).
Dalam pertemuan dengan perwakilan DPR-RI dan Kementerian PUPR, para petani mengajukan beberapa tuntutan.
Mereka meminta agar segera dilakukan upaya mitigasi, termasuk pembangunan infrastruktur irigasi yang lebih baik.
Tak hanya itu, ia juga meminta agar mendapat dukungan teknis untuk menghadapi kekeringan yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
“Kami juga menginginkan adanya program jangka panjang untuk menjamin keinginan pertanian di wilayah kami,” jelasnya.
Anggota DPR-RI yang menerima utusan petani berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemerintah Pusat dan mendorong diambilnya tindakan yang diperlukan.
“Kondisi yang dialami petani di wilayah Bekasi utara sangat memprihatinkan. Kami akan segera mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait untuk membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk membantu para petani keluar dari krisis ini,” ungkapnya seraya menirukan pernyataan salah satu anggota DPR-RI.
Petani juga mengajukan tiga tuntutan utama yakni, perbaikan tikungan tambak timpas Cikarang Bekasi Laut (CBL), perbaikan tikungan Cikarang Jati, serta normalisasi saluran irigasi Kali Cikarang BSH-1 sepanjang 15 kilometer.
Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, mereka mengancam akan mengerahkan ribuan petani untuk mengadakan aksi di gedung DPR-RI.
Situasi ini menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian, khususnya di daerah-daerah yang rentan terhadap perubahan iklim.
Kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya mengancam kesejahteraan petani, tetapi juga ketahanan pangan nasional.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Darto








