Nestapa, Pemkab Bekasi Lambat Atasi Kekeringan, Petani Curhat ke DPR RI ‘Terancam Gagal Panen’

- Penulis

Jumat, 16 Agustus 2024 - 02:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id- Setelah mengalami kekeringan parah selama tiga tahun berturut-turut, petani di Kabupaten Bekasi bagian utara akhirnya menyampaikan keluhan hatinya alias curhat kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

Kekeringan berkepanjangan ini telah mengakibatkan kerugian besar bagi petani yang sangat bergantung pada hasil pertanian untuk mata pencaharian mereka.

Sawah-sawah mereka mengering, tanaman gagal panen, dan pendapatan menurun drastis. Kondisi ini seolah-olah Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi cuek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para petani yang merasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah, memutuskan untuk langsung menyampaikan keluhan mereka kepada anggota Komisi V DPR-RI dan Kementerian PUPR.

Mereka berharap pemerintah pusat segera turun tangan dengan memberikan solusi konkret untuk mengatasi masalah yang sudah berlangsung lama ini.

Ketua Petani Kabupaten Bekasi Wilayah Utara, Iim, juga Kepala Desa Sukabudi Kecamatan Sukawangi, menyatakan bahwa selama tiga tahun terakhir, hasil ladang mereka hampir tidak ada.

Kondisi areal persawahan di Kabupaten Bekasi memprihatinkan dampak kekeringan gagal panen (foto: Darto)
Kondisi areal persawahan di Kabupaten Bekasi memprihatinkan dampak kekeringan gagal panen (foto: Darto)

“Tanaman kami mati, air irigasi tidak mengalir, dan tidak ada bantuan signifikan dari pihak terkait. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah pusat untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi, Kamis (15). /8/2024).

Baca Juga:  Cardi B Meminta Surat Perceraian Indikator Offset – Data Loader

Dalam pertemuan dengan perwakilan DPR-RI dan Kementerian PUPR, para petani mengajukan beberapa tuntutan.

Mereka meminta agar segera dilakukan upaya mitigasi, termasuk pembangunan infrastruktur irigasi yang lebih baik.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar mendapat dukungan teknis untuk menghadapi kekeringan yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Kondisi areal persawahan di Kabupaten Bekasi memprihatinkan dampak kekeringan gagal panen (foto: Darto)
Kondisi areal persawahan di Kabupaten Bekasi memprihatinkan dampak kekeringan gagal panen (foto: Darto)

“Kami juga menginginkan adanya program jangka panjang untuk menjamin keinginan pertanian di wilayah kami,” jelasnya.

Anggota DPR-RI yang menerima utusan petani berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemerintah Pusat dan mendorong diambilnya tindakan yang diperlukan.

“Kondisi yang dialami petani di wilayah Bekasi utara sangat memprihatinkan. Kami akan segera mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait untuk membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk membantu para petani keluar dari krisis ini,” ungkapnya seraya menirukan pernyataan salah satu anggota DPR-RI.

Petani juga mengajukan tiga tuntutan utama yakni, perbaikan tikungan tambak timpas Cikarang Bekasi Laut (CBL), perbaikan tikungan Cikarang Jati, serta normalisasi saluran irigasi Kali Cikarang BSH-1 sepanjang 15 kilometer.

Baca Juga:  Keterangan Presiden soal Israel di Piala Dunia U-20, FIFA Memiliki Aturan Sendiri

Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, mereka mengancam akan mengerahkan ribuan petani untuk mengadakan aksi di gedung DPR-RI.

Situasi ini menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian, khususnya di daerah-daerah yang rentan terhadap perubahan iklim.

Kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya mengancam kesejahteraan petani, tetapi juga ketahanan pangan nasional.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Darto

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung
Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut
17 Bangunan di Padalarang KBB Terindikasi Melanggar, Warga Sukamaju Sepakat Bongkar Mandiri

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 18:55 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

Selasa, 22 September 2026 - 09:55 WIB

Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat

Berita Terbaru