KBB | SEKITARKITA.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti akses penyeberangan siswa di Waduk Saguling, Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang selama ini masih menggunakan rakit untuk menuju sekolah.
Perhatian tersebut muncul setelah video sejumlah anak sekolah menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit bambu beredar luas di media sosial. Kondisi itu membuat akses pendidikan siswa di wilayah tersebut menjadi sorotan.
Dedi Mulyadi mengatakan, dirinya telah memerintahkan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat untuk segera meninjau lokasi penyeberangan siswa di Desa Budiharja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi secara langsung sekaligus mengkaji kemungkinan pembangunan jembatan sebagai solusi agar siswa tidak lagi bergantung pada rakit saat berangkat maupun pulang sekolah.
“Saya melihat ada tayangan yang menceritakan anak-anak sekolah menyeberangi sungai di Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Hari besok tim PU akan segera ke lokasi untuk melihat potensi pembuatan jembatan yang ada di sana,” ujar Dedi Mulyadi, dilansir dari akun Instagram @dedimulyadi71, Minggu (30/8/2026).
Menurut Dedi, bentuk jembatan yang akan dibangun belum dapat ditentukan karena harus menyesuaikan dengan kondisi geografis dan karakteristik lokasi.
Pemerintah, kata dia, akan mempertimbangkan sejumlah opsi, mulai dari pembangunan jembatan permanen hingga jembatan gantung.
“Apa solusinya? Apakah perlu jembatan permanen? Apakah perlu jembatan gantung?” katanya.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi pertimbangan utama dalam menentukan solusi akses penyeberangan di Waduk Saguling tersebut.
Ia berharap anak-anak di Desa Budiharja dapat pergi dan pulang sekolah tanpa harus menggunakan rakit yang dinilai memiliki risiko keselamatan.
“Secara prinsip, yang penting anak-anak sekolah ini bisa pergi ke sekolah dengan nyaman tanpa harus menggunakan rakit,” ucapnya.
Setelah peninjauan dilakukan, Pemprov Jawa Barat akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk menentukan pihak yang akan menangani pembangunan jembatan.
“Apakah dikerjakan oleh Pemprov Jabar atau Pemda Kabupaten Bandung Barat. Yang penting anak-anak sekolah bisa bersekolah dengan nyaman tanpa dihantui oleh bencana setiap waktu,” kata Dedi.
Sebelum mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, siswa di Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, memang masih mengandalkan rakit bambu untuk menyeberangi Waduk Saguling menuju sekolah.
Rakit tersebut digerakkan secara manual menggunakan tali kawat yang terbentang dari satu sisi daratan ke sisi lainnya.
Seorang warga memandu perjalanan rakit dengan menarik tali tersebut agar siswa dapat menyeberangi perairan tanpa menggunakan mesin.
Kondisi tersebut terjadi karena belum tersedia jembatan penyeberangan permanen di lokasi yang menjadi akses warga, termasuk anak-anak sekolah.
Selain menggunakan rakit, warga setempat juga mengandalkan perahu untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dudung Febrian, warga Kampung Sadang, Desa Budiharja, misalnya, setiap hari mengantar anak bungsunya yang masih duduk di bangku TK menyeberangi Waduk Saguling menggunakan perahu bermesin.
Video siswa menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit kemudian beredar luas di media sosial. Salah satunya diunggah melalui akun Instagram @official_desabudiharja.
Kondisi tersebut memicu perhatian publik sekaligus mendorong pemerintah untuk mencari solusi agar akses penyeberangan siswa di Desa Budiharja, Cililin, Bandung Barat, dapat lebih aman dan nyaman.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Instagram @dedimulyadi71







