Sulitnya Gas LPG 3 Kg, Pedagang Martabak Bangka di Karawang Ngeluh

- Penulis

Selasa, 4 Februari 2025 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.ID- Saat diberlakukannya kebijakan baru terkait distribusi gas LPG 3 kg yang hanya bisa dibeli di agen resmi, warga mulai merasakan kesulitan.

Salah satu warga Tanjung Mekar Asep (53) warga Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, yang mengaku kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut Asep, sebelum aturan ini diterapkan, ia bisa membeli gas di warung sekitar rumahnya dengan lebih mudah, meskipun harganya sedikit lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya lebih baik beli di warung terdekat karena kalo beli ke agen lumayan jauh,dan Itu buat sehari-hari masak dirumah. Bayangkan, dari rumah ke pangkalan jauh-jauh, cuma beli Satu ngantrinya lama,” ujarnya saat ditemui di Tanjung Mekar, Selasa, 4 Februari 2025.

Asep juga menyoroti aturan baru yang mengharuskan warga memiliki izin usaha untuk bisa membeli gas melon lebih banyak.

Menurutnya, kebijakan ini menekankan masyarakat kecil yang hanya membutuhkan gas untuk kebutuhan rumah tangga atau usaha kecil-kecilan.

“Saya kasian dengan pedagang dan warga lainnya yang ekonominya kebawah,masa harus membuat izin usaha? Ini hanya bisa untuk masak, bukan usaha besar,” tambahnya.

Baca Juga:  Polres Metro Bekasi Berhasil Berantas Narkoba Dengan Nilai Barang Bukti 1,3 Miliar

Ia berharap agar pemerintah segera mengeluarkan aturan ini dan mencari solusi yang lebih berpihak kepada rakyat kecil.

Salah satu usulan yang ia sampaikan adalah membangun lebih banyak pangkalan LPG di daerah pelosok, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan gas.

“Harapannya Gas Elpiji kembali normal seperti dulu. Kalau bisa, harga juga jangan naik, kasihan rakyat kecil,” jelasnya.

Sementara itu, Ikam (57) salah satu warga Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat yang keseharian berjualan Martabak Bangka dan Roti bakar mengaku kesulitan beradaptasi dengan kebijakan ini.

Biasanya, ia bisa membeli gas di warung dekat rumah kapan saja dibutuhkan. Namun kini, ia harus pergi lebih jauh ke pangkalan resmi, yang sering kali kehabisan stok karena persediaan di pangkalan terbatas.

“Biasanya tinggal beli di warung dekat rumah, sekarang harus antre di agen. Kalau datang kesiangan, gasnya sudah habis,” ujar Ikam.

“Kalau beli di warung kan gampang, meski harganya sedikit lebih mahal. Sekarang harus ke agen atau pangkalan yang jauh, sementara saya harus tetap menjualan setiap hari,” ungkap ikam.

Baca Juga:  Martina Ningsih Gelar Reses Kedua di Dapil VI, Serap Aspirasi Warga Kabupaten Bekasi 

Kebijakan baru ini bertujuan untuk menyalurkan subsidi LPG tepat sasaran. Namun di lapangan, warga merasa semakin sulit mendapatkan bensin, terutama mereka yang tinggal jauh dari agen resmi

Pemerintah diharapkan dapat mencari solusi agar distribusi gas elpiji 3kg tetap lancar tanpa menyulitkan masyarakat kecil,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho

Berita Terkait

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas
Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas
Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan
No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan
Jelang Pemilu 2029, NasDem KBB Optimistis Hadapi Verifikasi Partai Usai Dikunjungi KPU dan Kesbangpol
Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG
Pesan Menohok Zulhas di Pelantikan PAN Jabar, Target Tembus Tiga Besar Pemilu 2029
Dedi Mulyadi Puji Loyalitas PAN kepada Prabowo, Sebut Kesetiaan Jadi Kekuatan Politik

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:52 WIB

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:40 WIB

Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:15 WIB

Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:13 WIB

Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG

Berita Terbaru