Tradisi Warga Bandung Barat Ziarah Kubur di Hari Raya Idul Fitri 2025

- Penulis

Selasa, 1 April 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar Kita.ID – Tradisi nyekar atau ziarah kubur merupakan salah satu budaya yang masih melekat di masyarakat Indonesia, terutama saat menjelang dan sesudah Hari Raya Idulfitri.

Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur serta orang-orang terkasih yang telah meninggal dunia.

Nyekar adalah istilah yang digunakan dalam tradisi ziarah kubur. Aktivitas ini biasanya dilakukan dengan cara menaburkan bunga di atas makam serta membacakan doa untuk orang yang telah meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peziarah berharap agar orang yang telah wafat mendapatkan tempat yang layak di akhirat.

Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), tradisi nyekar juga menjadi kebiasaan yang dilakukan saat momen Idulfitri. Warga Kecamatan Padalarang berbondong-bondong mengunjungi makam keluarga di wilayah Kecamatan Cikalong Wetan, dua hari setelah hari Raya Idulfitri.

Keluarga besar Ine Maryani dari Padalarang melakukan tradisi ziarah kubur di momen Idul Fitri 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
Keluarga besar Ine Maryani dari Padalarang melakukan tradisi ziarah kubur di momen Idul Fitri 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Ine Sumarni, salah seorang warga Kecamatan Padalarang, ziarah kubur menjadi bagian penting dalam perayaan Idulfitri keluarganya.

Baca Juga:  Larangan Mudik Pakai Mobil Dinas, Pemda Bandung Barat Ingatkan ASN Jaga Aset Negara saat Lebaran 2026

“Kami dan keluarga besar almarhum Anda Bin Atma memilih berziarah di hari ke 2 Idul Fitri, biasanya membaca Yasin dan doa-doa untuk orang tua yang sudah meninggal dunia. Harapannya agar almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik,” ujar Ine saat ditemui dilokasi pada Selasa (1/4/2025).

Ia menambahkan bahwa tradisi nyekar ini sudah berlangsung turun-temurun sejak puluhan hingga ratusan tahun yang lalu.

“Di hari-hari biasa masyarakat juga sering berziarah kubur. Jadi, ini memang seperti sebuah tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi,” terangnya.

Keluarga besar almarhum Anda Bin Atma (foto: Abdul Kholilulloh)
Keluarga besar almarhum Anda Bin Atma (foto: Abdul Kholilulloh)

“Keluarga besar kami memang sudah tradisi, semua anak-anak dan cucu-cucu semuanya berkumpul di sini (makam), sekaligus menjalin silaturahmi di momen lebaran,” sambungnya.

Tak hanya di Bandung Barat, tradisi nyekar juga banyak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun zaman terus berkembang, nilai-nilai budaya dan spiritual tetap dijaga oleh masyarakat.

Senada dikatakan Virda warga Sukamulya, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, ia sengaja berangkat sejak pagi hari menuju wilayah Cianjur untuk melakukan ziarah ke makam sang ibu.

Baca Juga:  Prabowo Sentil Vonis Rendah Koruptor Ratusan Triliun: "Melukai Rasa Keadilan!"

“Memilih hari kedua lebaran supaya tidak macet, dari jam 06.00 WIB pagi sampai Cianjur sekitar jam 08.00 WIB, setiap tahun aku ziarah ke makam ibu,” ujar Virda.

“Harapannya agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT,” tandasnya.

Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antar keluarga yang masih hidup, tetapi juga menjaga hubungan batin dengan mereka yang telah berpulang.

Momen makan bersama usai ziarah (foto: Abdul Kholilulloh)
Momen makan bersama usai ziarah (foto: Abdul Kholilulloh)

Setelah selesai membaca doa, momen halal bihalal dan makan bersama serta berswa foto memeriahkan silaturahmi di momen Idul Fitri 2025.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya
Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026
Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 
Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu
Puluhan Siswa Diduga Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Malah Asik Berlibur ke Pangandaran

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:25 WIB

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Senin, 14 September 2026 - 16:45 WIB

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Senin, 14 September 2026 - 13:57 WIB

Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 

Berita Terbaru