Prabowo Sentil Vonis Rendah Koruptor Ratusan Triliun: “Melukai Rasa Keadilan!”

- Penulis

Selasa, 31 Desember 2024 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.ID– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengkritisi vonis rendah yang dijatuhkan kepada pelaku korupsi yang menyebabkan kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah.

Dalam pidatonya di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025 di Gedung Bappenas, Senin (30/12), Prabowo menegaskan bahwa vonis ringan tersebut telah melukai rasa keadilan masyarakat.

“Kalau sudah jelas menyebabkan kerugian, terutama hakim-hakim, vonisnya jangan terlalu ringan lah. Nanti dibilang Prabowo enggak ngerti hukum lagi, tetapi rakyat itu mengerti, rakyat di pinggir jalan ngerti. Rampok ratusan triliun, vonisnya kok [hanya] sekian tahun,” ujar Prabowo di hadapan para peserta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo juga meminta jaksa agung untuk segera mengajukan banding atas vonis ringan tersebut.

Ia menegaskan bahwa hukuman yang pantas untuk kasus semacam ini harus mencerminkan keadilan dan memberikan efek jera.

“Jaksa agung! Naik banding tidak kau? Naik banding ya? Vonisnya ya 50 tahun gitu kira-kira ya,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan Menteri Pemasyarakatan agar mengawasi dengan ketat fasilitas yang diberikan kepada para koruptor di penjara.

Baca Juga:  Detik-detik Pohon Beringin Raksasa Tumbang di Ciburuy Bandung Barat, Warga Panik

“Nanti jangan-jangan di penjara pakai AC, punya kulkas, punya TV. Tolong menteri pemasyarakatan, ya!” ujar Prabowo, menyindir potensi perlakuan istimewa bagi narapidana kasus korupsi.

Kritik Sistem yang Tidak Adil

Presiden Prabowo menyoroti kesenjangan penegakan hukum di Indonesia, di mana kasus kecil seperti pencurian ayam kerap dihukum berat, sementara korupsi ratusan triliun justru mendapat vonis ringan.

“Ini melukai rasa keadilan. Ada yang curi ayam dihukum berat. Dipukuli,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinannya akan berfokus pada tata kelola yang bersih, tanpa kebocoran, markup, atau tindakan yang merugikan negara.

“Budaya markup, budaya penggelembungan anggaran itu adalah korupsi. Itu adalah merampok uang rakyat. Kalau bikin proyek yang nilainya 100 juta ya 100 juta. Jangan dibilang 150 juta. Budaya ini harus kita hilangkan,” tambahnya.

Prabowo optimistis, dengan pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum yang tegas, Indonesia dapat mencapai keadilan dan kesejahteraan.

“Insyaallah dengan kita kelola baik, penghasilan untuk negara akan baik,” pungkasnya.

Baca Juga:  Prabowo Resmikan Flyover Madukoro: Infrastruktur Penting untuk Konektivitas dan Ekonomi

Pernyataan ini menjadi sorotan publik, sekaligus menegaskan komitmen Prabowo terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia, terutama dalam menjaga kepercay

aan rakyat terhadap pemerintah.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Promedia

Berita Terkait

Bupati Bandung Barat Prioritaskan Infrastruktur 2026, Perbaikan Jalan dan Jembatan Jadi Fokus Utama
Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok
HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan
Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang
Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik
Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo
Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB
Viral, Bocah 3 Tahun di KBB Diduga Dilecehkan, Ibu-ibu Ngadu ke Dedi Mulyadi

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:37 WIB

Bupati Bandung Barat Prioritaskan Infrastruktur 2026, Perbaikan Jalan dan Jembatan Jadi Fokus Utama

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 April 2026 - 14:29 WIB

HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang

Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WIB

Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB