Tragis! Bocah SD di KBB Ditemukan Tewas Mengenaskan, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bocah SD ditemukan tewas mengenaskan di Kampung Warung Tiwu, RT02/RW16, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: istimewa

i

Bocah SD ditemukan tewas mengenaskan di Kampung Warung Tiwu, RT02/RW16, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: istimewa

SEKITARKITA.id – Warga Kampung Warung Tiwu, RT02/RW16, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), digegerkan dengan kematian seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) berinisial AS (12), Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban ditemukan tewas mengenaskan di kediamannya dan diduga menjadi korban pembunuhan sadis. Kasus dugaan pembunuhan siswa SD di Cipatat, Bandung Barat ini kini tengah dalam penanganan aparat kepolisian.

Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Cipatat, Kompol Iwan Setiawan, didampingi Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Teguh Kumara, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Siti Saidah, sepulang mengajar di madrasah.

Bocah SD ditemukan tewas mengenaskan di Kampung Warung Tiwu, RT02/RW16, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: istimewa
Bocah SD ditemukan tewas mengenaskan di Kampung Warung Tiwu, RT02/RW16, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: istimewa

Menurut keterangan Kompol Iwan, ibu korban mulai merasa ada yang janggal saat tiba di rumah. Biasanya, korban menyambut kedatangan sang ibu dengan bersembunyi di bawah tangga.

“Biasanya anaknya akan menyambut dengan bersembunyi di bawah tangga. Namun saat itu tidak ditemukan di tempat biasa,” ujar Kompol Iwan menirukan keterangan ibu korban.

Baca Juga:  Tolak artis nyalon Cabup KBB, Forum RT/RW sebut hanya mengandalkan popularitas

Karena merasa curiga, Siti Saidah kemudian naik ke lantai dua rumah. Ia mendapati ember di kamar mandi yang biasanya dalam kondisi terbuka, namun saat itu justru tertutup.

Saat melakukan pencarian lebih lanjut di kamar atas, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, tertutup kasur yang terbalik dengan darah bersimbah di sekitarnya.

Penemuan tersebut sontak membuat keluarga dan warga sekitar panik.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis, polisi menemukan sekitar empat luka pada tubuh korban, di antaranya di bagian leher dan punggung.

Luka-luka tersebut diduga akibat benda tajam, namun kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi resmi.

Selain itu, handphone milik korban yang biasanya selalu dibawanya dilaporkan hilang. Informasi tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh ibu korban kepada pihak kepolisian.

Untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan siswa SD di Kabupaten Bandung Barat ini, pihak kepolisian mendapat dukungan penuh dari Polres Cimahi.

Kapolres Cimahi disebut telah memerintahkan tim penyelidikan turun langsung di bawah pimpinan perwira dari Satuan Reserse Kriminal.

Baca Juga:  Tujuh Jam Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RSHS Bandung, Paslon HADE Tetep Fit

“Kami sudah mengumpulkan informasi dari saksi dan akan melakukan pemeriksaan mendalam terkait seluruh aktivitas di sekitar TKP malam ini,” tegas Kompol Iwan.

Hingga saat ini, saksi yang telah dimintai keterangan baru ibu korban. Polisi masih akan memeriksa sejumlah saksi lain guna mendalami kronologi kejadian serta aktivitas korban sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait dugaan pembunuhan siswa SD di Cipatat.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondusivitas wilayah serta menghormati proses penyelidikan dan perasaan keluarga korban.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

PKL Kepung Underpass Padalarang, Satpol PP Jabar Janji Segera Tertibkan Usai Koordinasi
Geng Motor dan Aksi Begal di Bandung Raya Jadi Sorotan, Pemprov Jabar Minta Warga Aktif Cegah Kejahatan
Warga Ragukan Kesiapan E-Voting Pilkades 2027, DPMD KBB Pilih Irit Bicara
Usai Sidak KDM, Pemprov Jabar Mulai Data Nasib Pekerja Pabrik Kapur di Cipatat
Terdampak Pembongkaran Bangli di Padalarang, Pemilik Rumah Terima Santunan Rp50 Juta dari Pemprov Jabar
Pemprov Jabar Bongkar 16 Bangunan Liar di Padalarang, Satu Alat Berat Diterjunkan
Dewan Pers Kecam Pernyataan Hotman yang Rendahkan Wartawan “Lu Punya Otak Nggak?”
Bupati Jeje Pastikan Renovasi Sekolah di KBB Dimulai 2026, Target 146 Ruang Kelas Direhabilitasi

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:57 WIB

PKL Kepung Underpass Padalarang, Satpol PP Jabar Janji Segera Tertibkan Usai Koordinasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:12 WIB

Geng Motor dan Aksi Begal di Bandung Raya Jadi Sorotan, Pemprov Jabar Minta Warga Aktif Cegah Kejahatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:56 WIB

Warga Ragukan Kesiapan E-Voting Pilkades 2027, DPMD KBB Pilih Irit Bicara

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:01 WIB

Usai Sidak KDM, Pemprov Jabar Mulai Data Nasib Pekerja Pabrik Kapur di Cipatat

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:56 WIB

Terdampak Pembongkaran Bangli di Padalarang, Pemilik Rumah Terima Santunan Rp50 Juta dari Pemprov Jabar

Berita Terbaru