Tuntut Pembayaran Upah, Buruh PT Namasindo Plas Bandung Barat Dirikan Tenda Perjuangan 

- Penulis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan buruh PT Namasindo Plas dirikan tenda Keprihatinan tuntut pembayaran upah di jalan industri Batujajar, kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 31 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Ratusan buruh PT Namasindo Plas dirikan tenda Keprihatinan tuntut pembayaran upah di jalan industri Batujajar, kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 31 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Ratusan buruh PT Namasindo Plas di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar aksi soliditas dengan mendirikan tenda darurat bentuk perjuangan pekerja di depan gerbang pabrik, Jumat (31/10/2025).

Aksi ini dilakukan lantaran pihak perusahaan dinilai mangkir dalam pembayaran upah hampir dua bulan.

Ratusan peserta aksi (all out) baik yang pekerja tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Logam (SPL) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Namasindo Plas maupun non serikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka mulai mendirikan tenda di pintu gerbang utara dan selatan kawasan industri Batujajar, Jalan Cangkorah, RW01, Desa Giri Asih, Kecamatan Batujajar KBB sejak pukul 08.00 WIB.

Ratusan buruh PT Namasindo Plas dirikan tenda Keprihatinan tuntut pembayaran upah di jalan industri Batujajar, kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 31 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
Ratusan buruh PT Namasindo Plas dirikan tenda Keprihatinan tuntut pembayaran upah di jalan industri Batujajar, kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 31 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

Aksi damai ini sebagai bentuk protes terhadap manajemen perusahaan yang tak kunjung memberikan kepastian soal pembayaran upah dan status kerja karyawan.

“Sudah hampir dua bulan saya belum dibayar upahnya, dan dirumahkan tanpa kepastian,” ungkap Ita (42), salah satu pekerja yang ikut aksi.

“Upah saya belum dibayar 1,5 bulan, total sekitar Rp9 juta belum termasuk BPJS. Sedih pisan kang, kumaha nasib kita,” ujarnya dengan nada haru.

Baca Juga:  Ratusan Warga Bandung Barat Nikmati Layanan Kesehatan Gratis dalam Safari Ramadan 
Related Posts

Senada, Rini, buruh lainnya, meminta pemerintah turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

Ratusan buruh PT Namasindo Plas dirikan tenda Keprihatinan tuntut pembayaran upah di jalan industri Batujajar, kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 31 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
Ratusan buruh PT Namasindo Plas dirikan tenda Keprihatinan tuntut pembayaran upah di jalan industri Batujajar, kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 31 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kami berharap pak Bupati KBB dan Disnaker hadir, termasuk Pak Gubernur Jabar kang Dedi Mulyadi (KDM) melihat kondisi buruh yang terkatung-katung seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PUK FSPMI PT Namasindo Plas, Yandi Setiawan, menjelaskan bahwa serikat buruh sudah beberapa bulan mengupayakan dialog. Namun, tidak ada kepastian dari perusahaan.

“Kami sudah menunggu lebih dari satu bulan setengah, tapi belum ada kejelasan pembayaran upah maupun kapan kami kembali bekerja,” katanya.

Menurut Yandi, perusahaan sempat berjanji membayar sebagian upah, namun realisasinya jauh dari harapan.

Ketua PUK FSPMI PT Namasindo Plas, Yandi Setiawan (tengah) bersama anggota FSPMI menggelar aksi damai dengan mendirikan tenda Keprihatinan di depan PT Namasindo Plas, Batujajar KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua PUK FSPMI PT Namasindo Plas, Yandi Setiawan (tengah) bersama anggota FSPMI menggelar aksi damai dengan mendirikan tenda Keprihatinan di depan PT Namasindo Plas, Batujajar KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Baru dibayar sekitar Rp1,5 juta dari total tunggakan. Janji pelunasan akhir Oktober belum juga ditepati,” jelasnya.

Baca Juga:  DPRD KBB Apresiasi Program Rereongan Poe Ibu, Dadan Supardan: Langkah Strategis untuk Kesejahteraan

Ia menambahkan bahwa aksi tenda akan dilakukan selama 10 hari, dijaga 24 jam baik yang tergabung di serikat maupun non serikat (all out) untuk mencegah tindakan sepihak dari perusahaan seperti pembongkaran mesin produksi.

Saat ini, sekitar 500–600 karyawan bekerja di PT Namasindo Plas. Dari jumlah itu, sekitar 270 pekerja anggota FSPMI belum menerima upah.

“Kami memperjuangkan hak para pekerja baik yang tergabung di serikat FSPMI maupun yang non serikat, terlepas management mau bayar yanh serikat atau bukan itu kembali lagi keputusan pihak perusahaan, intinya kami akan terus berjuang untuk hak hak para pekerja,” tegasnya.

Upah yang tertunggak bervariasi, kta dia, mulai dari 1 bulan hingga 2,5 bulan, dengan nominal, operator, Rp4 juta – Rp4,5 juta/bulan. Golongan lain, Rp4,5 juta – Rp5 juta/bulan.

Selain upah, buruh juga menyoroti kejelasan BPJS Ketenagakerjaan yang belum dibayarkan.

“Dalam satu tahun terakhir, kondisi perusahaan disebut menurun. Beberapa departemen masih beroperasi, namun ada yang berhenti produksi, termasuk botol ukuran besar yang biasanya digunakan untuk kemasan air mineral,” ujarnya.

Baca Juga:  Biadab, Polres Cimahi ungkap Pelaku Gunakan Cairan Keras HCL, Beresiko Luka Bakar

Dikatakan Yandi, hal ini disebabkan dampak persaingan pasar hingga kondisi ekonomi global turut disebut memengaruhi produksi perusahaan.

“Kami hanya minta hak kami. Kami punya keluarga yang harus makan. Kami minta perusahaan bertanggung jawab atas upah tertunggak dan memanggil kami kembali bekerja,” tegas Yandi.

FSPMI mendesak, Pelunasan upah tertunggak segera dibayarkan, BPJS Ketenagakerjaan dipulihkan dan dibayarkan. Pekerja dipanggil kembali bekerja sesuai haknya.

“Aksi tenda perjuangan menjadi simbol keberlangsungan hidup para buruh yang kini terhimpit kebutuhan ekonomi,” tandasnya.

Sebagai informasi, PT Namasindo Plas merupakan perusahaan manufaktur kemasan plastik, khususnya produksi botol plastik untuk kebutuhan industri minuman dalam kemasan yang bermarkas di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Namasindo didirikan di Bandung tahun 2001 sebagai penerusan dari perusahaan saudaranya PT Artha Kartika Putra atau Serba Guna Plastic, yang memiliki pabrik yang berjalan sejak 1984.

Namasindo berspesialisasi di, Botol berkapasitas 5 gallon, tutup botol screw cap dan gallon cap, Hanger bottle dari PET (polyethylene terephthalate).

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI
Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin
Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Kompak, Dua Politisi Golkar Salurkan Ratusan Ribu Benih Ikan di Bandung Barat Jelang HUT RI ke-81
Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin

Berita Terbaru

Bandung Barat

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB