DPRD KBB Apresiasi Program Rereongan Poe Ibu, Dadan Supardan: Langkah Strategis untuk Kesejahteraan

- Penulis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 22:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mata uang rupiah (Desain AI: Abdul Kholilulloh)

i

Ilustrasi mata uang rupiah (Desain AI: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dadan Supardan, menyatakan dukungan penuh terhadap program Rereongan Poe Ibu yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Program ini dinilai sebagai gerakan sosial berbasis gotong royong untuk memperkuat solidaritas masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan darurat.

Dukungan tersebut disampaikan Dadan usai menghadiri reses Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser, di Kampung Bungur, RT 02/RW 22, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, KBB, pada Ahad (12/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dadan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar KBB, menjelaskan bahwa DPRD Bandung Barat telah membahas program ini sebagai bagian dari ajakan gotong royong dari Gubernur Jawa Barat.

Ilustrasi mata uang rupiah (Desain AI: Abdul Kholilulloh)
Ilustrasi mata uang rupiah (Desain AI: Abdul Kholilulloh)

“Program ini sangat positif karena mengajak seluruh warga, ASN, pelajar, dan pengusaha untuk berempati dan ikut serta membangun wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program Rereongan Poe Ibu bergantung pada keikhlasan pribadi dan pengelolaan yang transparan.

“Tidak perlu dipersoalkan. Kalau masyarakat ridho dan ikhlas, tinggal dilaksanakan dan dikoordinir oleh tim yang bertanggung jawab,” tegas Dadan.

Baca Juga:  Latto Membintangi Iklan Nocta Baru Drake Bersama Sha'Carri Richardson – Information Loader

Dadan mencontohkan bahwa konsep serupa sebenarnya sudah lama berjalan di desanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)

“Dulu setiap hari Jumat, Karang Taruna, DKM, dan organisasi keagamaan mengumpulkan dana untuk membantu pembangunan lingkungan, korban kebakaran, longsor, jembatan, jalan, bahkan santunan warga sakit atau meninggal,” katanya.

Menurutnya, model gotong royong seperti ini efektif mengatasi kebutuhan mendesak tanpa menunggu anggaran pemerintah.

“Tanpa harus menunggu anggaran pemerintah, anggaran itu bisa digunakan termasuk beberapa kegiatan misalkan membangun jembatan dan jalan lingkungan,” ujarnya.

“Anggaran itu bisa digunakan misalkan untuk warga yang terdampak bencana longsor, anggaran itu bisa menjadi anggaran tak terduga bisa juga digunakan untuk warga yang sakit kebutuhan lainnya termasuk santunan kematian,” sambungnya.

Apa Itu Gerakan Rereongan Poe Ibu?

Rereongan Poe Ibu (Sapoe Sarebu) adalah gerakan donasi Rp1.000 per hari dari masyarakat Jawa Barat untuk membantu sektor pendidikan dan kesehatan, terutama bagi warga yang mengalami keterbatasan akses dan ekonomi.

Program ini merujuk pada PP No. 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dan diluncurkan melalui Surat Edaran Gubernur sejak 1 Oktober 2025.

Baca Juga:  Polres Cianjur Ungkap Berbagai Kasus Tindak Kriminal dari Perjudian On-line Sampai Pembegalan

Dalam Surat Edaran tersebut tertulis bahwa program ini berbasis gotong royong dan kearifan lokal berupa prinsip silih asah, silih asih, dan silih asuh. Transparansi melalui Sapawarga dan media sosial, pengelolaan dana oleh pengelola setempat (RT/RW, desa, sekolah, instansi)

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial sekaligus memperkuat pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi mereka yang masih menghadapi keterbatasan anggaran dan akses.

“Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menginisiasi program partisipatif Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) yang berlandaskan gotong royong, serta kearifan lokal silih asah, silih asih, dan silih asuh,” seperti keterangan dalam surat edaran tersebut dikutip Sekitarkita.id, Minggu (5/10).

8 Fakta Penting Program Rereongan Poe Ibu

1. Program berbasis gotong royong dan kearifan lokal

2. Donasi Rp1.000 per hari dari ASN, pelajar, masyarakat

3. Dana digunakan untuk pendidikan dan kesehatan

4. Bisa dipakai untuk situasi darurat (bencana, kebakaran, warga sakit)

5. SE ditujukan ke pemerintah, swasta, sekolah, desa, RT/RW

Baca Juga:  Langkah Awal Bacabup Independen Sundaya Maju ke Pilkada Bandung Barat

6. Pengelolaan dana melalui rekening khusus dan pelaporan transparan

7. Monitoring oleh perangkat daerah hingga kepala desa

8. Hashtag khusus dan pelaporan via Sapawarga

Pemkab Bandung Barat Siapkan Teknis Pelaksanaan

Sebelumnya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail juga menyatakan dukungan terhadap program ini.

“Gerakan ini membuktikan bahwa nilai-nilai solidaritas sosial masih hidup di masyarakat,” kata Jeje.

Jeje memastikan program ini bersifat sukarela dan tidak ada paksaan. Ia bahkan membuka opsi penerapan awal bagi ASN Pemkab Bandung Barat.

“Apakah pakai pola kencleng harian atau mingguan, teknisnya akan kita siapkan,” ujarnya.

Meski sempat menuai pro dan kontra, dukungan terhadap Gerakan Poe Ibu terus mengalir dari tingkat desa hingga pemerintah daerah.

Program ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada anggaran pemerintah, meningkatkan kepedulian antarwarga, menguatkan kearifan lokal, membantu masyarakat dalam situasi darurat

Baik DPRD KBB maupun Pemkab Bandung Barat berharap program ini dijalankan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang
Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik
Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo
Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB
Viral, Bocah 3 Tahun di KBB Diduga Dilecehkan, Ibu-ibu Ngadu ke Dedi Mulyadi
Menara Tower PT Protelindo Picu Polemik Warga Padalarang, Pemkab Bandung Barat Dinilai Lambat
Kecelakaan Tragis di Padalarang Jadi Alarm, Dishub Bandung Barat Genjot Perawatan PJU
Damai di Balik Tragedi Maut Padalarang: UPT DLH KBB Berikan Santunan, PJU Disorot

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang

Rabu, 15 April 2026 - 19:49 WIB

Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik

Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WIB

Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo

Rabu, 15 April 2026 - 17:35 WIB

Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB

Rabu, 15 April 2026 - 09:28 WIB

Viral, Bocah 3 Tahun di KBB Diduga Dilecehkan, Ibu-ibu Ngadu ke Dedi Mulyadi

Berita Terbaru