Usai Protes MBG, Kepala SPPG Padalarang: Menu Disusun Sesuai Ketentuan

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor SPPG Cipadang Manah, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

i

Kantor SPPG Cipadang Manah, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menjadi sorotan nasional setelah munculnya kasus gejala keracunan di beberapa wilayah.

Tidak hanya soal kesehatan, menu sajian dan keterlambatan distribusi juga ramai dipersoalkan publik, termasuk di SDN Sukamaju, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang.

Isu tersebut mencuat setelah pemberitaan mengenai keluhan sejumlah orang tua murid terkait menu MBG yang dinilai tidak layak dan sering terlambat didistribusikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kabar itu langsung dibantah oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padalarang, Daniel, yang memberikan klarifikasi resmi.

Daniel menegaskan bahwa menu makanan kering berupa kroket sayur, kacang koro, dan buah apel yang dipersoalkan memang benar disajikan, tetapi konteksnya tidak disampaikan secara tepat.

Menu MBG asal asalan di SDN Sukamaju Padalarang dianggap kurang layak (foto: istimewa)
Menu MBG asal asalan di SDN Sukamaju Padalarang dianggap kurang layak (foto: istimewa)

“Keputusan penggunaan menu makanan kering tanpa nasi tersebut dibuat berdasarkan masukan dari beberapa sekolah,” jelas Daniel saat ditemui SekitarKita.id di kantor SPPG Cipadang Manah, Desa Padalarang, Senin (24/11/2025).

Menurutnya, pihak sekolah meminta agar menu makanan kering tidak terlalu sering menggunakan produk UPF (Ultra Processed Food) atau makanan kemasan yang mengandung pengawet.

Baca Juga:  Viral! Minimarket di Bandung Ambruk, Pegawai dan Pelanggan Berhamburan Lari Selamatkan Diri

Karena itu, SPPG berupaya meningkatkan kualitas menu dengan bekerja sama dengan UMKM lokal untuk menyediakan makanan homemade yang lebih sehat bagi anak-anak.

“Menu kroket sayur itu kami ambil di UMKM warga perumahan Babakan Loa Permai (Baloper) Padalarang dan ada beberapa menu yang kami kerjasama juga,” ujarnya.

Kantor SPPG Cipadang Manah, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh
Kantor SPPG Cipadang Manah, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

Menanggapi isu keterlambatan distribusi MBG, Daniel menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan faktor teknis di lapangan.

Terutama karena, kata dia, banyaknya jumlah sekolah penerima manfaat MBG, lokasi sekolah yang berjauhan, akses jalan terbatas, termasuk gang sempit yang tidak bisa dilalui kendaraan dan area rawan macet pada jam pengantaran.

“Beberapa sekolah harus dijangkau dengan berjalan kaki oleh petugas distribusi. Hal ini membuat waktu pengantaran menjadi lebih panjang,” ungkapnya.

Daniel berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang dan mengurangi kesalahpahaman masyarakat terkait program MBG.

Orang Tua Mengakui Ada Perbaikan Menu

Secara terpisah, salah satu wali murid berinisial LN mengakui bahwa setelah adanya keluhan, menu MBG di SDN Sukamaju mulai menunjukkan perbaikan.

Baca Juga:  Tegang, Aksi Unras buruh Bekasi terlibat cekcok dengan pengendara motor

“Alhamdulillah kemarin menu MBG sudah mending. Ada susu kacang hijau dan kemasannya juga tidak memakai plastik seperti sebelumnya,” ujarnya.

LN mengapresiasi respons cepat SPPG dan berharap program prioritas Presiden Prabowo ini bisa terus berjalan tanpa hambatan, terutama di wilayah Bandung Barat.

Meski sudah ada perbaikan, LN berharap pemerintah daerah, termasuk DPRD dan Dinas Kesehatan KBB, dapat meningkatkan pengawasan di setiap dapur SPPG.

“Supaya kasus keracunan yang kemarin terjadi tidak terulang lagi. Mohon semua pejabat terkait mengawal program ini,” tegasnya.

Program MBG diharapkan tetap memberikan manfaat maksimal bagi pelajar di Kabupaten Bandung Barat, sekaligus memastikan kualitas makanan aman, bergizi, dan tepat waktu sampai di sekolah penerima.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta
Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah
Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak
Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 
Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung
520 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KBB, Gedung KDMP Turut Terdampak
Apes! Mobil Box Pengangkut MBG Terperosok di Jembatan Gantung Bandung Barat
Pasca Puting Beliung Terjang KBB, Warga Padalarang Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:37 WIB

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung

Berita Terbaru