Hadapi Porprov Jabar 2026, PBVSI KBB Genjot Pembinaan Atlet Meski Sarpras Masih Terbatas

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) tahun anggaran 2026 yang digelar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys bersama pengurus PBVSI KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Rapat Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) tahun anggaran 2026 yang digelar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys bersama pengurus PBVSI KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026.

Selain mempersiapkan atlet terbaik, kepengurusan baru PBVSI juga berkomitmen membenahi sistem pembinaan, fasilitas latihan, hingga kesejahteraan atlet demi meningkatkan prestasi olahraga bola voli di Bandung Barat.

Porprov Jawa Barat XV dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026, dengan Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, dan wilayah sekitarnya sebagai tuan rumah pelaksanaan berbagai cabang olahraga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) tahun anggaran 2026 yang digelar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys.

rapat Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) tahun anggaran 2026 yang digelar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys (foto: Abdul Kholilulloh)
rapat Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) tahun anggaran 2026 yang digelar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys (foto: Abdul Kholilulloh)

Rapat tersebut sekaligus pembentukan Pengurus PBVSI Kabupaten Bandung Barat yang digelar di Rumah Makan BBC, Kecamatan Cisarua, Jumat (17/7/2026).

Ketua Umum PBVSI KBB, Wahyudin atau yang akrab disapa Udin, mengatakan kepengurusan baru akan mengedepankan organisasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pembinaan atlet usia dini sebagai fondasi prestasi jangka panjang.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah minimnya fasilitas latihan yang representatif bagi atlet bola voli di Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga:  Siagakan tim medis, Pj Bupati Arsan Latif pastikan Pemilu 2024 di Bandung Barat berjalan aman

“Hingga saat ini Bandung Barat belum memiliki sarana yang benar-benar layak untuk membina atlet usia dini. Padahal pembinaan membutuhkan tempat latihan yang representatif agar kemampuan atlet bisa berkembang secara maksimal,” ujar Wahyudin.

Ketua Umum PBVSI KBB, Wahyudin (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua Umum PBVSI KBB, Wahyudin (foto: Abdul Kholilulloh)

Selain memperkuat pembinaan, PBVSI Bandung Barat juga akan melakukan pemanggilan kembali atlet hasil seleksi. Sejumlah atlet yang sebelumnya belum masuk skuad juga akan dievaluasi ulang agar memiliki kesempatan yang sama memperkuat kontingen Kabupaten Bandung Barat pada Porprov 2026.

Menurut Wahyudin, seluruh proses seleksi akan dilakukan secara terbuka dengan penilaian berdasarkan kemampuan teknis masing-masing atlet.

“Kami ingin semuanya berjalan transparan. Atlet yang memiliki potensi harus diberi kesempatan. Penilaian tetap dilakukan oleh pelatih sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.

PBVSI juga menaruh perhatian terhadap kebutuhan perlengkapan latihan, mulai dari seragam hingga peralatan olahraga. Dukungan anggaran dari pemerintah daerah dinilai sangat dibutuhkan agar program pembinaan dapat berjalan optimal.

Rapat Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) tahun anggaran 2026 yang digelar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys bersama pengurus PBVSI KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Rapat Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) tahun anggaran 2026 yang digelar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys bersama pengurus PBVSI KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Dalam upaya mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih profesional, PBVSI Kabupaten Bandung Barat juga akan membuka rekening resmi organisasi sehingga seluruh transaksi keuangan dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Kami ingin organisasi ini dikelola secara profesional. Semua pemasukan dan pengeluaran harus transparan sehingga kepercayaan seluruh pengurus maupun atlet tetap terjaga,” tegasnya.

Baca Juga:  DPC Partai Demokrat KBB Siap Serahkan 1 Unit Ambulans pada Momen Dikpol 

Wahyudin mengungkapkan, biaya mengikuti satu kejuaraan bola voli dapat mencapai Rp50 juta hingga Rp60 juta, meliputi kebutuhan atlet, pelatih, ofisial, transportasi, hingga penyewaan tempat latihan. Nominal tersebut belum termasuk pengadaan seragam pertandingan.

Karena itu, ia berharap dukungan anggaran dari pemerintah daerah maupun pihak swasta agar pembinaan atlet tidak terhambat keterbatasan biaya.

Selain persoalan fasilitas, Wahyudin juga menyoroti pentingnya kepastian pemberian bonus bagi atlet berprestasi. Menurutnya, penghargaan yang layak menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga motivasi atlet agar tetap membela Kabupaten Bandung Barat.

“Saya berharap bonus atlet benar-benar diperhatikan. Jangan sampai anak-anak sudah berprestasi membawa nama baik Bandung Barat, tetapi hak mereka justru terabaikan. Kondisi seperti ini bisa membuat atlet memilih pindah ke daerah lain,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys, yang juga menjalankan fungsi Perencanaan, Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (P3D), menyatakan siap mengawal berbagai kebutuhan PBVSI agar mendapat perhatian pemerintah daerah.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys (foto: Abdul Kholilulloh)
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Pither, aspirasi terkait pembangunan gedung voli, penambahan peralatan olahraga, hingga pembinaan atlet usia 15–19 tahun akan dibahas bersama Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta KONI Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga:  Porprov XIV Jabar, Beregu Cabor Dayung Bandung Barat Sabet Medali Emas

“Kami menerima berbagai masukan dari PBVSI, mulai dari kekurangan peralatan, kebutuhan gedung voli hingga pembinaan atlet usia 15 sampai 19 tahun. Semua ini akan kami komunikasikan kepada dinas terkait agar mendapat perhatian,” ujar Pither.

Ia menilai pembangunan sarana olahraga merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan olahraga prestasi di Kabupaten Bandung Barat. Selama ini, banyak atlet potensial memilih bergabung dengan daerah lain karena fasilitas pembinaan dinilai lebih memadai.

“Potensi atlet voli Bandung Barat sebenarnya sangat besar. Jangan sampai mereka direkrut kabupaten atau kota lain hanya karena kita belum mampu menyediakan fasilitas yang memadai,” katanya.

Pither menambahkan, usulan pembangunan gedung voli dan peningkatan sarana olahraga akan menjadi salah satu aspirasi yang diperjuangkan dalam pembahasan program pemerintah daerah.

Dengan kepengurusan baru yang mulai terbentuk, PBVSI Kabupaten Bandung Barat optimistis mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing pada Porprov Jawa Barat 2026 hingga level nasional.

Namun, keberhasilan tersebut membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah, KONI, DPRD, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan melalui penyediaan fasilitas, pembinaan berkelanjutan, serta penghargaan yang layak bagi para atlet.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

DPRD KBB Imam Tunggara Fokus Kawal Pembangunan 2026, Posyandu hingga Stunting Jadi Perhatian
Di Tengah Keterbatasan Anggaran, 74 Atlet NPCI KBB Sukses Lolos Klasifikasi Peparda VII Jabar 2026
Ariandra Cityville KBB Disorot DPRD, Pengembang Buka Suara Soal Legalitas Proyek dan Isu Sengketa Lahan
Menuju Satu Dekade, Yayasan RBR Indonesia Gelar Sunatan Massal Gratis 100 Anak di Bandung Barat
Meski Polemik Berlanjut, DPRD KBB Pastikan TK Negeri Ngamprah Tetap Gelar KBM
Ini Tampang ASN Bandung Barat Tersangka Korupsi Hibah Rp 1,5 Miliar, Pemkab Buka Suara
Babak Baru Polemik Ariandra Cityville Bandung Barat, Pemkab: Lahan TPU Wajib Diserahkan Pengembang
Disperkim Bandung Barat Diduga Catut Lahan TPU di Padalarang, Warga Hentikan Sementara Proyek Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:32 WIB

Hadapi Porprov Jabar 2026, PBVSI KBB Genjot Pembinaan Atlet Meski Sarpras Masih Terbatas

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:39 WIB

DPRD KBB Imam Tunggara Fokus Kawal Pembangunan 2026, Posyandu hingga Stunting Jadi Perhatian

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:04 WIB

Di Tengah Keterbatasan Anggaran, 74 Atlet NPCI KBB Sukses Lolos Klasifikasi Peparda VII Jabar 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:27 WIB

Ariandra Cityville KBB Disorot DPRD, Pengembang Buka Suara Soal Legalitas Proyek dan Isu Sengketa Lahan

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:40 WIB

Menuju Satu Dekade, Yayasan RBR Indonesia Gelar Sunatan Massal Gratis 100 Anak di Bandung Barat

Berita Terbaru