Di Tengah Keterbatasan Anggaran, 74 Atlet NPCI KBB Sukses Lolos Klasifikasi Peparda VII Jabar 2026

- Penulis

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan atlet NPCI Kabupaten Bandung Barat mengikuti proses klasifikasi jelang Peparda VII Jawa Barat 2026 di Kantor Sekretariat NPCI Jawa Barat, Sport Jabar Arcamanik (foto: dok NPCI KBB)

i

Puluhan atlet NPCI Kabupaten Bandung Barat mengikuti proses klasifikasi jelang Peparda VII Jawa Barat 2026 di Kantor Sekretariat NPCI Jawa Barat, Sport Jabar Arcamanik (foto: dok NPCI KBB)

SEKITARKITA.id – Sebanyak 74 atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipastikan lolos klasifikasi final untuk mengikuti Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026.

Namun, di balik capaian tersebut, NPCI KBB masih dihadapkan pada persoalan anggaran hibah dan keterbatasan sarana latihan yang dinilai dapat memengaruhi persiapan atlet.

Dari total 81 atlet yang mengikuti proses klasifikasi resmi, sebanyak 74 atlet dinyatakan lolos dengan status final. Sementara itu, dua atlet masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Mata Cicendo, sedangkan tujuh atlet lainnya tidak memenuhi syarat klasifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Sekretaris Umum NPCI Kabupaten Bandung Barat, Acep Kurnia, mengatakan proses klasifikasi tahun ini menghadirkan tantangan baru setelah NPC Indonesia menerapkan regulasi terbaru yang mengubah sejumlah nomor pertandingan, kelas, hingga cabang olahraga bagi atlet disabilitas.

Puluhan atlet NPCI Kabupaten Bandung Barat mengikuti proses klasifikasi jelang Peparda VII Jawa Barat 2026 di Kantor Sekretariat NPCI Jawa Barat, Sport Jabar Arcamanik (foto: dok NPCI KBB)
Puluhan atlet NPCI Kabupaten Bandung Barat mengikuti proses klasifikasi jelang Peparda VII Jawa Barat 2026 di Kantor Sekretariat NPCI Jawa Barat, Sport Jabar Arcamanik (foto: dok NPCI KBB)

“Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam menyusun strategi jelang ajang yang tinggal empat bulan lagi,” kata Acep, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga:  Pasca pengukuhan pengurus, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Karawang diresmikan

Meski demikian, Acep menilai perkembangan NPCI KBB cukup menggembirakan. Jika pada Peparda sebelumnya Bandung Barat hanya mengirimkan sembilan cabang olahraga, pada Peparda VII Jabar 2026 kali ini NPCI KBB berhasil menyiapkan atlet di 15 cabang olahraga dari total 17 cabang yang dipertandingkan.

Menurutnya, peningkatan jumlah cabang tersebut menunjukkan potensi prestasi atlet paralimpik Bandung Barat yang terus berkembang.

Related Posts

Namun, potensi tersebut terancam tidak maksimal akibat persoalan anggaran hibah yang hingga kini belum memiliki kepastian.

Puluhan atlet NPCI Kabupaten Bandung Barat mengikuti proses klasifikasi jelang Peparda VII Jawa Barat 2026 di Kantor Sekretariat NPCI Jawa Barat, Sport Jabar Arcamanik (foto: dok NPCI KBB)
Puluhan atlet NPCI Kabupaten Bandung Barat mengikuti proses klasifikasi jelang Peparda VII Jawa Barat 2026 di Kantor Sekretariat NPCI Jawa Barat, Sport Jabar Arcamanik (foto: dok NPCI KBB)

“Kendala utama kami saat ini adalah ketidakjelasan anggaran hibah yang kami terima, sehingga jadwal latihan sering tersendat,” ujarnya.

Selain itu, NPCI Kabupaten Bandung Barat juga belum memiliki fasilitas latihan sendiri. Kondisi tersebut membuat organisasi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat latihan maupun peralatan olahraga.

Baca Juga:  Ratusan Warga Karangpawitan Hadiri Tradisi Hajat Bumi, Anggota DPRD Karawang Turut Berpartisipasi

“Belum lagi KBB sampai saat ini belum memiliki sarana dan prasarana latihan sendiri, padahal sewa tempat dan peralatan membutuhkan biaya sangat besar,” paparnya.

Keterbatasan fasilitas juga dirasakan pada sejumlah cabang olahraga unggulan. Cabang balap sepeda, misalnya, masih belum memiliki sepeda balap tunggal maupun sepeda tandem yang dibutuhkan atlet tunanetra.

Sementara itu, cabang boling, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang medali bagi NPCI KBB, terpaksa menghentikan latihan karena dana sewa gelanggang telah habis.

Puluhan atlet NPCI Kabupaten Bandung Barat mengikuti proses klasifikasi jelang Peparda VII Jawa Barat 2026 di Kantor Sekretariat NPCI Jawa Barat, Sport Jabar Arcamanik (foto: dok NPCI KBB)
Puluhan atlet NPCI Kabupaten Bandung Barat mengikuti proses klasifikasi jelang Peparda VII Jawa Barat 2026 di Kantor Sekretariat NPCI Jawa Barat, Sport Jabar Arcamanik (foto: dok NPCI KBB)

“Meskipun dukungan konsumsi dan transportasi dari Bupati sangat membantu, peralatan khusus dan pendamping spesialis masih jauh dari standar kebutuhan,” ungkap Acep.

Ia menambahkan, atlet yang berasal dari wilayah pelosok Kabupaten Bandung Barat juga menghadapi kendala biaya transportasi untuk mengikuti latihan secara rutin.

Perubahan aturan klasifikasi juga disebut memengaruhi peluang perolehan medali. Cabang panahan dan tenis meja showdown tunanetra kini menghadapi persaingan yang lebih berat akibat penyesuaian kelas baru.

Karena itu, NPCI KBB kini mengalihkan target prestasi pada cabang olahraga yang dinilai lebih berpeluang meraih medali, seperti boling, anggar, atletik, judo, dan renang.

Baca Juga:  Ditunjuk Sebagai Wakapolri, Komjen Pol Agus Andrianto Akan Dilantik Besok

Menurut Acep, persaingan di Peparda VII Jabar diperkirakan akan semakin ketat, terutama menghadapi kontingen dari Kota Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bandung yang telah melakukan persiapan lebih matang.

NPCI Kabupaten Bandung Barat pun berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama DPRD segera memberikan kepastian terkait anggaran hibah agar program pembinaan atlet dapat berjalan optimal.

Selain dukungan pendanaan, pembangunan stadion dan gelanggang olahraga khusus juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung pembinaan atlet disabilitas secara berkelanjutan.

“Kami menyiapkan atlet tidak hanya untuk Peparda, tapi juga Pekan Para Pelajar, Peparpenas, hingga Seleknas. Kami takut bibit unggul ini akhirnya berpindah ke daerah lain karena tidak ada kepastian dukungan,” pungkas Acep.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Cimahi Bongkar Aliran Dana Rp823 Juta, Eks Kabid Disnaker dan Staf Dijerat Korupsi
Polres Cimahi Musnahkan 653.321 Butir Obat Keras dan 8.164 Psikotropika
HPN 2027 di Lampung Siap Kolaboratif, PWI Libatkan Seluruh Konstituen Dewan Pers
Tahap Kedua Penertiban Bangli di Padalarang Berlanjut, Warga Diberi Waktu Bongkar Mandiri
Perang Lawan Penyakit Masyarakat, Polres Cimahi Musnahkan 15 Ribu Botol Miras Ilegal
Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput
PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN Sukabumi, Tegaskan Wartawan Bukan Preman
Kondisi Pasca 16 Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang di Padalarang Belum Dapat Relokasi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:15 WIB

Kejari Cimahi Bongkar Aliran Dana Rp823 Juta, Eks Kabid Disnaker dan Staf Dijerat Korupsi

Kamis, 3 September 2026 - 08:51 WIB

Polres Cimahi Musnahkan 653.321 Butir Obat Keras dan 8.164 Psikotropika

Rabu, 2 September 2026 - 23:26 WIB

HPN 2027 di Lampung Siap Kolaboratif, PWI Libatkan Seluruh Konstituen Dewan Pers

Rabu, 2 September 2026 - 20:03 WIB

Tahap Kedua Penertiban Bangli di Padalarang Berlanjut, Warga Diberi Waktu Bongkar Mandiri

Rabu, 2 September 2026 - 09:46 WIB

Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput

Berita Terbaru