DPRD KBB Imam Tunggara Fokus Kawal Pembangunan 2026, Posyandu hingga Stunting Jadi Perhatian

- Penulis

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Demokrat, DR. H. RM. Imam I. Tunggara, M.Pd., melaksanakan P3D di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Demokrat, DR. H. RM. Imam I. Tunggara, M.Pd., melaksanakan P3D di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Demokrat, DR. H. RM. Imam I. Tunggara, M.Pd., menegaskan komitmennya mengawal Pengawasan Perencanaan Pembangunan Daerah (P3D) Tahun Anggaran 2026 dengan menempatkan penguatan Posyandu dan percepatan penanganan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Bandung Barat.

Komitmen tersebut disampaikan Imam Tunggara saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Perencanaan Pembangunan Daerah (P3D) 2026 di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi DPRD Kabupaten Bandung Barat untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya dari para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dialog bersama para kader Posyandu, Imam Tunggara menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan kesehatan yang optimal.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Demokrat, DR. H. RM. Imam I. Tunggara, M.Pd., (foto: Abdul Kholilulloh)
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Demokrat, DR. H. RM. Imam I. Tunggara, M.Pd., (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kita tidak bisa hanya fokus pada pembangunan fisik. Isu stunting harus menjadi prioritas utama pada tahun 2026. Kader Posyandu adalah garda terdepan karena mereka yang paling mengetahui kondisi riil masyarakat di lapangan,” ujar Imam Tunggara.

Baca Juga:  DPRD Bandung Barat Apresiasi Raihan WTP LKPD 2025, Dorong Peningkatan Pelayanan Publik

Dalam forum tersebut, para kader Posyandu menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi di lapangan. Mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, alat penimbangan balita yang belum memadai, hingga perlunya peningkatan kesejahteraan kader melalui insentif yang lebih layak.

Menurut Imam Tunggara, seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses pengawasan DPRD sekaligus bahan evaluasi dalam penyusunan program pembangunan daerah Tahun Anggaran 2026.

Ia menilai anggaran sektor kesehatan harus benar-benar diarahkan untuk mendukung pelayanan dasar masyarakat, terutama melalui penguatan Posyandu, program intervensi gizi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bandung Barat.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Demokrat, DR. H. RM. Imam I. Tunggara, M.Pd., melaksanakan P3D di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar (foto: Abdul Kholilulloh)
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Demokrat, DR. H. RM. Imam I. Tunggara, M.Pd., melaksanakan P3D di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar (foto: Abdul Kholilulloh)

“Pengawasan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap program pemerintah berjalan sesuai perencanaan dan anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Target kita jelas, menurunkan angka stunting di Kabupaten Bandung Barat,” tegasnya.

Imam Tunggara juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga:  Tok !! Batal Naik, Ini Tarif Ojol yang Berlaku Tahun 2022 di Jabodetabek dan Zona Lain

Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah desa, puskesmas, kader Posyandu, hingga berbagai organisasi masyarakat agar program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, data yang akurat dari kader Posyandu dipadukan dengan fungsi pengawasan DPRD akan menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih transparan, akuntabel, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, para kader Posyandu Desa Cangkorah menyambut baik pelaksanaan kegiatan Pengawasan Perencanaan Pembangunan Daerah (P3D) Tahun Anggaran 2026 tersebut.

Mereka berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas forum diskusi, tetapi dapat diwujudkan melalui peningkatan dukungan anggaran, penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai, serta pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas kader Posyandu.

Melalui kegiatan P3D ini, DPRD Kabupaten Bandung Barat menunjukkan komitmennya dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Fokus pada penguatan Posyandu dan percepatan penanganan stunting diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang lebih sehat dan berkualitas di Kabupaten Bandung Barat,” tandasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Ariandra Cityville KBB Disorot DPRD, Pengembang Buka Suara Soal Legalitas Proyek dan Isu Sengketa Lahan
Menuju Satu Dekade, Yayasan RBR Indonesia Gelar Sunatan Massal Gratis 100 Anak di Bandung Barat
Meski Polemik Berlanjut, DPRD KBB Pastikan TK Negeri Ngamprah Tetap Gelar KBM
Ini Tampang ASN Bandung Barat Tersangka Korupsi Hibah Rp 1,5 Miliar, Pemkab Buka Suara
Babak Baru Polemik Ariandra Cityville Bandung Barat, Pemkab: Lahan TPU Wajib Diserahkan Pengembang
Disperkim Bandung Barat Diduga Catut Lahan TPU di Padalarang, Warga Hentikan Sementara Proyek Pembangunan
DPRD Bandung Barat Desak Polemik TK Negeri Ngamprah Segera Tuntas
Transaksi Rp14 Miliar Belum Tuntas, Kades Ciptagumati Tagih Pembayaran Lahan Ariandra Cityville

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:39 WIB

DPRD KBB Imam Tunggara Fokus Kawal Pembangunan 2026, Posyandu hingga Stunting Jadi Perhatian

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:27 WIB

Ariandra Cityville KBB Disorot DPRD, Pengembang Buka Suara Soal Legalitas Proyek dan Isu Sengketa Lahan

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:40 WIB

Menuju Satu Dekade, Yayasan RBR Indonesia Gelar Sunatan Massal Gratis 100 Anak di Bandung Barat

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:15 WIB

Meski Polemik Berlanjut, DPRD KBB Pastikan TK Negeri Ngamprah Tetap Gelar KBM

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:21 WIB

Ini Tampang ASN Bandung Barat Tersangka Korupsi Hibah Rp 1,5 Miliar, Pemkab Buka Suara

Berita Terbaru