Bukti Kecintaan Sosok 5 Wakil Presiden Indonesia saat Menggunakan Batik

- Penulis

Selasa, 11 Juni 2024 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukti Kecintaan Sosok 5 Wakil Presiden Indonesia saat Menggunakan Batik

[ad_1]

Presiden Indonesia adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Indonesia. Sebagai kepala negara, presiden merupakan lambang resmi negara Indonesia di dunia.

Kemudian sebagai kepala pemerintahan, presiden dibantu oleh wakil presiden dan kabinetnya untuk memegang kekuasaan eksekutif yang dijalankan sehari-hari tugas pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut 5 tokoh yang pernah menjabat Wakil Presiden Indonesia

1. Try Sutrisno

Coba Sutrisno

Try Sutrisno adalah Wakil Presiden Indonesia ke-6 pada tahun 1993-1998 pada era Soeharto. Lahir di Surabaya, 15 November 1935,

Try Sutrisno lahir di keluarga pra sejahtera, dimana ayahnya adalah seorang sopir ambulans, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Setelah lulus pendidikan militer di ATEKAD tahun 1959, ia banyak bertugas di Sumatera, Jakarta, dan Jawa Timur.

Try dipulangkan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD).

Karirnya mulai melejit ketika terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto pada tahun 1974, kemudian pada tahun 1978 diangkat menjadi Kepala Staf KODAM XVI Udayana, kemudian menjadi Panglima KODAM IV Sriwijaya pada tahun berikutnya.

Pada tahun 1982, Try diangkat menjadi Panglima KODAM V Jaya yang berkedudukan di Jakarta. Banyak konflik horizontal yang ia selesaikan, yang saat itu ramai dengan peristiwa Tanjung Priok.

Tahun 1985 terpilih menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Deputi KSAD), dan tahun 1986 menjadi Panglima KSAD.

Ia merupakan pionir pembentukan Badan Tabungan Perumahan Wajib TNI-AD yang memudahkan prajurit memiliki rumah sendiri.

Di puncak karir militernya, Try Sutrisno diangkat menjadi Panglima TNI atau ABRI pada tahun 1988 menggantikan LB Moerdani.

Berbagai operasi militer telah dilakukannya sepanjang sejarah bangsa Indonesia, mulai dari Peristiwa Talangsari tahun 1990, Peristiwa Dili tahun 1991, dan Gerakan Separatis Aceh tahun 1992.

Masa jabatannya berakhir pada tahun 1993 hingga memasuki masa pensiun, dan akhirnya pada bulan Februari 1993 ia terpilih. menjadi Wakil Presiden Indonesia menggantikan Sudharmono.

Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Wakil Presiden pada tahun 1998, ia tampak menikmati masa pensiunnya. Namun seruan negara tidak menghalanginya untuk terus mengabdi pada negara.

Mertua Ryamizard Ryacudu (mantan Menteri Pertahanan RI 2014-2019) ini kembali aktif berorganisasi dengan diangkat menjadi Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIB) pada tahun 2018.

Ia pun tampak gemar mengenakan batik sebagai pakaian sehari-harinya. Terlihat dalam gambar, ia berfoto bersama Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri saat Jokowi resmi terpilih kembali menjadi Presiden Indonesia untuk masa jabatan kedua tahun 2019.

Ia terlihat mengenakan batik Tigo Negeri (Tiga Negara). Tigo Negeri sendiri terdiri dari tiga aksen kota berbeda yang mewakili motif yang terkandung di dalamnya, yaitu Lasem, Pekalongan dan Solo.

Baca Juga:  Program Prioritas Deden-Efa Cianjur Berkah di Pilkada Cianjur, dapat Dukungan Full dari Relawan TMP

Negara pada waktu itu (1940an) berarti otonomi suatu daerah. Motif ini terdiri dari kombinasi bunga, daun, dan detail batik. Warna merahnya diyakini berasal dari daerah Lasem yang banyak penduduknya beretnis Tionghoa.

Sebaliknya pewarna biru banyak didapat dari daerah Pekalongan, dan pewarna coklat banyak beredar di Solo. Hal ini dikarenakan campuran kimia khususnya air dari masing-masing daerah mempunyai karakter yang berbeda-beda pada saat itu.

Saat ini, sehelai Batik Tigo Negeri memiliki nilai jual yang sangat tinggi karena rumitnya pengerjaan, minimal membutuhkan waktu hingga 6 bulan untuk setiap helainya. Motif ini merupakan serat yang memiliki keindahan dan nilai budaya yang tinggi.

2. Hamzah Haz

Hamzah Haz

Lahir di Ketapang, Kalimantan Barat 15 Februari 1940, Hamzah Haz merupakan Wakil Presiden Indonesia ke-9 yang menjabat pada periode 2001-2004 menggantikan Megawati Soekarnoputri yang naik menjadi Presiden Indonesia menggantikan Gus Dur pada tahun yang sama.

Lulus dari fakultas ekonomi Universitas Tanjungpura, mengawali karir sebagai Wakil Ketua Dewan Daerah Nahdatul Ulama (NU) Kalimantan Barat, kemudian menjadi anggota DPR NU yang bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan ( PPP).

Pada tahun 1998 ia diangkat menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh Presiden Habibie pada tahun 1998.

Ia kemudian mengundurkan diri setahun kemudian karena tekanan masyarakat yang tidak menginginkan pimpinan partai menjadi menteri. Hamzah Haz kemudian terpilih menjadi Wakil Ketua DPR masa jabatan 1999-2004.

Baru beberapa minggu menjabat, Gus Dur yang saat itu menjabat Presiden Indonesia memintanya menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat menggantikan Haryono Suyono.

Puncaknya, ia terpilih mendampingi Megawati Soekarnoputri yang menjadi Presiden RI melalui Sidang Istimewa MPR.

Terlihat dalam gambar, Hamzah Haz yang saat itu diwawancarai Detikcom (kredit foto Detikcom) mengenakan batik sogan berwarna putih kecoklatan dengan motif Sido Mulyo.

Hal ini tercermin dari bentuk berlian yang simetris dan khas di seluruh kain. Di dalamnya terdapat motif mikro yang biasanya terdiri dari pohon hidup, kupu-kupu, motif bangunan, atau elang.

Sido dalam bahasa Jawa artinya menjadi atau dilakukan, sedangkan Mulya artinya luhur atau mulia.

Filosofi dasar yang mendasari Batik Sidomulyo ini adalah manusia dapat mencapai kejayaan bila mampu mengendalikan empat nafsu, yaitu amarah, nafsu lawwamah, napsu supiyah, dan nafsu mutmainah.

3.Boediono

Boediono

Boediono merupakan Wakil Presiden RI ke-11 periode 2009-2014. Ia terpilih mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk masa jabatan keduanya.

Pria kelahiran Blitar 77 tahun lalu ini lulus dari fakultas ekonomi University of Western Australia pada tahun 1967, kemudian melanjutkan program master bidang ekonomi di Monash University dan program doktoral (S3) di Wharton School, University of Pennsylvania.

Baca Juga:  Bupati Hengki Keluarkan SE Penggunaan Pakaian Pramuka Bernuansa Santri di Bandung Barat

Memulai karir sebagai birokrat dengan diangkat menjadi Kepala Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) pada tahun 1998.

Tak bertahan lama, di tahun yang sama, ia digantikan oleh Kwik Kian Gie. Kemudian ia kemudian diangkat kembali menjadi Menteri Keuangan pada tahun 2001 menggantikan Rizal Ramli, dimana ia turut serta membawa Indonesia keluar dari bantuan Dana Moneter Internasional (IMF).

Pada masa Presiden SBY periode pertama, ia diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menggantikan Aburizal Bakrie pada tahun 2005.

Ia dipilih karena dianggap mampu menstabilkan mata uang rupiah saat itu di kisaran Rp 9.000. Pada tanggal 9 April 2008, DPR menyetujuinya menjadi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Burhanuddin Abdullah.

Puncaknya, ia dipilih oleh Presiden SBY pada tahun 2009 sebagai Wakil Presiden Indonesia.

Terlihat pada foto yang diambil pada Oktober 2014, sesaat sebelum selesai menjabat Wakil Presiden, Boediono mengenakan gaun batik bermotif Kawung Kembang. Kawung sendiri bisa menjadi simbol seseorang yang penuh kerendahan hati.

Makna lain yang terkandung dalam motif kawung adalah kesucian dan kesucian. Sedangkan bunga diasosiasikan dengan keindahan dan keindahan.

4.Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla adalah Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12. Ia menjabat Wakil Presiden pada dua periode berbeda, yakni pada masa Presiden SBY I (2004-2009) dan Presiden Jokowi I (2014-2019).

Pria kelahiran Sulawesi Selatan 78 tahun lalu ini memiliki rekam jejak karir yang panjang baik di dunia birokrasi, teknokrat, hingga dunia bisnis.

Daeng Ucu, begitu ia disapa, mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin dan The European Institute of Business Administration Perancis.

Setelah itu, ia melanjutkan bisnis keluarga hingga menjadi CEO NV Hadji Kalla yang di bawah kepemimpinannya berkembang pesat, yang sebelumnya hanya bergerak di dunia ekspor-impor, kemudian merambah ke bidang perhotelan, konstruksi, penjualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, dll. bisnis.

Karir politiknya dimulai saat menjadi menteri pada era Presiden Abdurrahman Wahid sebagai menteri perindustrian.

Kemudian pada era Presiden Megawati, ia kembali diangkat menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat periode 2001-2004.

Kemudian Presiden SBY ditunjuk mendampinginya sebagai Wakil Presiden pada tahun 2004 dan menang, hingga tahun 2009.

Pada tahun 2009 sebenarnya ia mencalonkan diri sebagai Calon Presiden Republik Indonesia mendampingi Wiranto, namun kalah.

Setelah itu beliau menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia ke-12 hingga saat ini. Baru pada tahun 2014 ia kembali mendampingi Presiden Jokowi sebagai Wakil Presiden untuk kedua kalinya.

Banyak pula penghargaan yang diterimanya antara lain Doctor Honoris Causa dari beberapa universitas seperti Universitas Indonesia, Universitas Hasanudin, Universitas Brawijaya, dll,

Baca Juga:  Rapatkan barisan, Kader Partai Gerindra di Karawang siap menangkan Prabowo-Gibran

Ia juga mendapat penghargaan Peace Figure Award di World Youth Forum, karena ia dikenal sebagai tokoh perdamaian. pendamai saat Peristiwa Ambon.

Jusuf Kalla atau yang juga akrab disapa JK terlihat kerap mengenakan kemeja batik dalam kesehariannya. Ia terlihat banyak memakai tenun, baik Tenun Sengkang (Sulawesi Selatan), Tenun Garut, dan Tenun Bali.

Untuk batiknya sering terlihat dengan Batik Sogan asli Solo dan Jogja. Terlihat pada gambar saat dirinya diwawancarai wartawan di depan kantornya, Kantor Wakil Presiden RI, pada tahun 2018.

Ia terlihat mengenakan Batik Solo pewarna alami Wahyu Temurun sehingga terlihat a warnanya coklat agak keabu-abuan.

Seperti telah diulas sebelumnya, batik Wahyu Temurun dapat diartikan sebagai berkah atau wahyu yang diturunkan Tuhan kepada pemakainya.

Kain bermotif ini biasanya digunakan pada resepsi pernikahan untuk menjadi berkah bagi kedua mempelai yang merantau dalam kehidupan berumah tangga.

5. Ma’ruf Amin

Ma'ruf Amin

Ma’ruf Amin merupakan Wakil Presiden RI ke-13 periode 2019-2024 pada periode Jokowi II. Ia menjadi Wakil Presiden menggantikan Jusuf Kalla pada periode sebelumnya.

Kyai Ma’ruf, begitu ia disapa, memiliki segudang kegiatan berorganisasi dan keagamaan. Pria kelahiran Tangerang, 11 Maret 1943 ini mengawali karir sebagai guru dan dakwah.

Ia juga menjadi dosen di Universitas Nahdatul Ulama, kemudian menjadi anggota DPRD DKI Jakarta pada tahun 1971-1973. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota MPR dan anggota DPR. Jabatan lain yang diketahui adalah Ketua Gerakan Pemuda Ansor (1964-1966),

Ketua NU Jakarta (1966-1970), Rois Syuriah PBNU (1994-1998), Ketua Harian Dewan Syariah Nasional MUI (2004 -2010), Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI (2007-2014), Ketua MUI (2015-2019) dan Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (2020-sekarang).

Terlihat pula Kyai Maruf dari dulu gemar mengenakan kemeja batik. Ia terlihat mengenakan kemeja batik Gurdo (Garuda). Pada zaman dahulu, Garuda merupakan kendaraan Dewa Wisnu yang juga dikenal sebagai dewa matahari.

Dapat dilambangkan sebagai sumber kehidupan dan kejantanan. Pada zaman Mataram kuno, motif Gurdo ini hanya boleh dikenakan oleh raja saja, tidak boleh dipakai oleh rakyat jelata.

Hingga saat ini motif Gurdo masih sangat populer dimana motif ini juga menjadi simbol atau logo Kerajaan Mataram.

Jika ditelisik lebih dalam, motif ini terdiri dari tiga bagian utama. Yang pertama adalah sepasang sayap yang mengembang dan terlihat simetris di kedua sisinya.

Yang kedua adalah ekor burung yang berbulu halus dan jumlah bulunya ganjil, dan yang ketiga berisi gambar burung atau manusia yang merupakan lambang organ tubuh elang yang menyerupai organ tubuh manusia.

[ad_2]
Sumber: infobatik-com



Berita Terkait

Inspiratif! Penyanyi Meutia Amanda Suarakan Isu Lingkungan Lewat Konten Kreatif
Raffi Ahmad Tambah Rp2 Miliar untuk Korban Longsor Cisarua, Janjikan Sumur Bor dan Huntara
Jaga Warisan Nyepi Segara dengan Semangat Perang Kusamba, Pantai Tutup Untuk saat ini
2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional
Reses di Gununghalu, Dadang Naser Paparkan Capaian Kinerja 10 Bulan sebagai Anggota DPR RI
Usai Dibantai 0-6, Pelatih Taiwan Akui Timnas Indonesia Punya Peluang Besar Tembus Piala Dunia
Tradisi Warga Bandung Barat Ziarah Kubur di Hari Raya Idul Fitri 2025
Warga Bandung Barat Antusias Berburu Takjil, Es Teler Jadi Favorit Menu Berbuka 

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:17 WIB

Inspiratif! Penyanyi Meutia Amanda Suarakan Isu Lingkungan Lewat Konten Kreatif

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:03 WIB

Raffi Ahmad Tambah Rp2 Miliar untuk Korban Longsor Cisarua, Janjikan Sumur Bor dan Huntara

Senin, 10 November 2025 - 03:00 WIB

Jaga Warisan Nyepi Segara dengan Semangat Perang Kusamba, Pantai Tutup Untuk saat ini

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Minggu, 12 Oktober 2025 - 14:58 WIB

Reses di Gununghalu, Dadang Naser Paparkan Capaian Kinerja 10 Bulan sebagai Anggota DPR RI

Berita Terbaru