83 Korban Longsor di KBB Masih Dicari, Menko PMK: Operasi SAR 24 Jam Non-Stop

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat konfrensi pres di posko bencana kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat konfrensi pres di posko bencana kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan hingga Ahad (25/1/2026) pagi, sebanyak 83 korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, masih dalam proses pencarian di hari kedua.

Pratikno menyampaikan, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) dilakukan secara 24 jam non-stop mengingat masih banyak warga yang diduga tertimbun material longsor.

“Saat ini prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop, mengingat masih terdapat sekitar 83 warga yang masih dalam pencarian,” kata Pratikno usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Posko Bencana Desa Pasirlangu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Pratikno, hingga saat ini bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat telah menelan 10 korban jiwa. Pemerintah bersama unsur terkait telah membagi penanganan bencana ke dalam lima kluster utama.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pimpin rapat kordinasi bersama tim SAR Gabungan, BNPB, BMKG, TNI/Polri, Bupati Bandung Barat dan jajaran Forkopimda (foto: Abdul Kholilulloh)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pimpin rapat kordinasi bersama tim SAR Gabungan, BNPB, BMKG, TNI/Polri, Bupati Bandung Barat dan jajaran Forkopimda (foto: Abdul Kholilulloh)

Kluster pertama adalah kluster SAR, yang dipimpin Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD, BNPB, serta relawan. Fokus utama kluster ini adalah melakukan pencarian dan evakuasi korban di lokasi terdampak longsor.

Baca Juga:  P4KBB Dorong Percepatan Flyover Cimareme, Siap Kawal Langsung ke Kementerian PUPR

“Kemudian ada kluster kesehatan. Pos-pos kesehatan beroperasi selama 24 jam dengan dukungan ambulans dan mekanisme rujukan yang selalu siaga. Layanan trauma healing juga disediakan bagi korban terdampak,” ujarnya.

Selanjutnya, kluster logistik bertugas memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, makanan siap saji, selimut, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.

Related Posts

Pratikno menambahkan, terdapat pula kluster perlindungan sosial yang didukung oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta BPBD Kabupaten Bandung Barat untuk membantu korban dan keluarga terdampak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat konfrensi pres di posko bencana kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat konfrensi pres di posko bencana kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Sementara itu, kluster infrastruktur berperan dalam mencegah terjadinya bencana susulan sekaligus menyediakan fasilitas pendukung bagi warga yang terdampak.

“Pemerintah pusat bersama TNI, Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta relawan terus berkoordinasi dan bekerja keras untuk melindungi serta menyelamatkan warga,” tegas Pratikno.

Baca Juga:  Al-Habib Sayyid Ahmad Bin Tholib Al Athos doakan Edi Rusyandi jadi Bupati KBB

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga membahas rencana relokasi warga terdampak longsor bersama Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat.

“Telah dibahas percepatan identifikasi lahan untuk relokasi guna menghindari risiko bencana susulan di kemudian hari,” pungkas Pratikno.

Bencana longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat ini menjadi salah satu bencana terbesar di awal 2026, dengan puluhan rumah rusak dan ratusan warga terpaksa mengungsi. Operasi pencarian korban masih terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat
Wakil Ketua DPR Cucun: PKB Harus Hadir di Tengah Rakyat, 1.000 Rumah Jadi Target Rehabilitasi
Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung
BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat
Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya
Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:18 WIB

IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Wakil Ketua DPR Cucun: PKB Harus Hadir di Tengah Rakyat, 1.000 Rumah Jadi Target Rehabilitasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:13 WIB

BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya

Berita Terbaru