[ad_1]
Oleh Gabriel Araujo
SAO JOSE DOS CAMPOS (Reuters) – Kepala eksekutif Embraer Brasil mengatakan pada hari Jumat bahwa masalah rantai pasokan yang berdampak pada pembuat pesawat telah membaik tetapi masih ada beberapa tantangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Francisco Gomes Neto mengatakan kepada wartawan di sebuah acara di Sao Jose dos Campos, tempat perusahaan tersebut bermarkas, bahwa Embraer berada dalam “posisi yang sangat baik” saat ini setelah melewati beberapa tahun yang sulit.
Bulan lalu, Neto mengatakan perkiraan perusahaan untuk pengiriman pesawat pada tahun 2024 akan lebih tinggi jika bukan karena hambatan rantai pasokan yang membuat para pembuat pesawat frustrasi.
Embraer bermaksud untuk menginvestasikan sekitar 2 miliar reais ($390,9 juta) di negara itu tahun ini dan mempekerjakan lebih dari 900 orang, kata Neto pada acara hari Jumat bersama Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.
Embraer mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah acara tersebut bahwa rencana investasi tersebut mencakup pengembangan teknologi yang akan digunakan dalam “mobil terbang” yang telah diproduksi oleh anak perusahaannya, Eve.
Embraer menambahkan pihaknya bermaksud untuk berinvestasi lebih lanjut di segmen layanan dan pertahanan, serta proyek-proyek yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan aktivitas industri.
Sebagai produsen pesawat terbesar ketiga di dunia setelah Boeing (NYSE 🙂 dan Airbus, Embraer saat ini memperkirakan pengiriman jet eksekutif antara 125 dan 135 tahun ini, dibandingkan dengan 115 pada tahun 2023.
Pengiriman dari segmen penerbangan komersial diharapkan antara 72 dan 80 pesawat, naik dari 64 pesawat yang dikirimkan tahun lalu.
($1 = 5,1161 reais)
[ad_2]
2024-04-27 10:02:16
www.making an investment.com








