Kasus DBD di Karawang mengganas, ratusan warga jatuh sakit 2 meninggal dunia

- Penulis

Sabtu, 27 April 2024 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | SekitarKita.id,- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus mengalami lonjakan di Kabupaten Karawang. Teranyar, Dinkes Karawang mencatat 2 orang meninggal dunia dan ratusan warga terpapar DBD sejak bulan Januari-April 2024.

Sebanyak 655 kasus DBD ini merupakan data dari awal Januari hingga April 2024. Terdiri dari, 141 kasus tercatat pada bulan Januari, dan 124 kasus pada bulan Februari, serta 233 kasus pada bulan Maret, 157 kasus di April.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit DBD, Dinkes Karawang bersama jajaran TNI/Polri, Jumat (26/04) melaksanakan kegiatan fogging di Kampung Secang, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas menyemprot setiap sudut permukiman penduduk untuk membasmi nyamuk aedes aegypti yang menyebarkan virus dengue kepada manusia melalui gigitan.

Dinkes Karawang melaksanakan kegiatan fogging di Kampung Secang, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, (foto: Andyka Nugroho/ SekitarKita.id)
Dinkes Karawang melaksanakan kegiatan fogging di Kampung Secang, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, (foto: Andyka Nugroho/ SekitarKita.id)

“Fogging difokuskan pada area pemukiman warga yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat
(LPM) Mekarjati, Wakil Karsum kepada SekitarKita.id, Sabtu (27/04/2024).

“Dalam pelaksanaan fogging tersebut, petugas dari Dinkes Karawang, Puskesmas Tunggak Jati, didampingi Babhinsa TNI AD, Babhinkamtibmas dan RT/RW, perangkat Desa Mekar Jati,” sambungnya.

Baca Juga:  Kang Ace Gelontorkan Bansos Rp202 Miliar untuk Pemberdayaan Masyarakat, Bentuk Kepedulian pada Dapilnya

Ia menjelaskan, fogging betujuan mengantisipasi penyebaran penyakit DBD agar tidak meluas diwilayahnya. Di wilayah Mekarjati sendiri, kata Karsum, ada 10 warga Kampung Secang yang terjangkit penyakit DBD.

“Untuk di wilayah Mekarjati yang terdampak ada 10 orang di Kampung Secang,adapun data keseluruhannya belum terdaftar dari sebagian RT RW nya yang sudah ada terdampak penyebaran penyakit Demam Berdarah Deengue (DBD),” ujar Karsum.

Dinkes Karawang melaksanakan kegiatan fogging di Kampung Secang, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, (foto: Andyka Nugroho/ SekitarKita.id)
Dinkes Karawang melaksanakan kegiatan fogging di Kampung Secang, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, (foto: Andyka Nugroho/ SekitarKita.id)

Dirinya menghimbau, kepada pihak kelurahan agar selalu berkoordinasi dengan Puskesmas agar fogging meluas dan merata di wilayah Mekarjati khususnya di daerah yang terdampak DBD.

“Kami sebagai pihak pemerintah Kelurahan Mekarjati untuk mengantisipasi jangan sampai terkena penyakit Wabah Demam berdarah agar warga masyarakat Mekarjati tidak terdampak penyakit Demam berdarah Deengue (DBD),” ucap Karsum kembali.

Karsum mengatakan kami sementara mengadakan Fogging baru Satu tempat di wilayah RT 02 RW 08 Kampung Secang, adapun untuk wilayah lain, pihaknya akan ber kordinasi dengan jajaran setempat dan bisa melakukan pengontrolan di setiap wilayah yang ada di Mekarjati.

Baca Juga:  Diungkap KDM, Alih Fungsi Lahan di Kaki Gunung Burangrang Diduga Pemicu Longsor Cisarua

“Kami sudah menghimbau kepada masyarakat lebih bagus menjaga dari pada sudah terjadi (mengobati) artinya supaya diwilayah masyarakat jangan sampai terdampak, mengenai sampah di Mekarjati setiap hari sudah ada tempatnya sudah ada TPST Mekarjati yang sudah disediakan,” ujarnya.

“Kami himbau untuk masyarakat Mekarjati Jangan membuang sampah sembarang,dan jangan membuang sampah ke saluran air karena dampaknya ke diri kita masing-masing,” ujar dia menandaskan.

Diketahui sebelumnya, Dinkes Karawang merinci, dari total 655 kasus yang tercatat terdapat dua kasus DBD yang menjangkit anak dinyatakan meninggal.

Adapun yang meninggal dunia ada 2, usia 5 tahun di wilayah Purwasari, dan usia 13 tahun di daerah Jomin.

Kedua anak yang meninggal akibat terjangkit DBD itu diduga pasien telat mendapat penanganan medis maksimal. Karena tak segera dilarikan ke fasilitas medis oleh pihak keluarga.



Penulis : Andyka Nugroho

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : laporan Dyka Nugroho

Berita Terkait

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas
Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas
Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan
No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan
Jelang Pemilu 2029, NasDem KBB Optimistis Hadapi Verifikasi Partai Usai Dikunjungi KPU dan Kesbangpol
Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG
Pesan Menohok Zulhas di Pelantikan PAN Jabar, Target Tembus Tiga Besar Pemilu 2029
Dedi Mulyadi Puji Loyalitas PAN kepada Prabowo, Sebut Kesetiaan Jadi Kekuatan Politik

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:52 WIB

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:40 WIB

Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:15 WIB

Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:13 WIB

Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG

Berita Terbaru