Karawang | SekitarKita.id,- Mak Eroh harus menjalani masa tuanya dalam kesulitan hidup. Di usianya yang kini sudah menginjak 72 tahun, ia terpaksa tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni (rutilahu) dengan kondisi memperihatinkan.
Mak Eroh tinggal di Kampung Buniaga, RT04/RW02, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, kini ia ini harus tinggal di rumah yang sudah reot dan hampir roboh lantaran tak memiliki lagi rumah tinggal yang layak.
Meski begitu, tak ada raut kesedihan tampak pada wajahnya. Dia seperti sudah sangat biasa menjalani hidup yang begitu sulit dan pasrah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mak Eroh juga menceritakan kisahnya tinggal di rumah tersebut. Ia mengaku tinggal sebatang kara sejak suaminya meninggal dunia puluhan tahun silam.
Kini, rumahnya tidak sekokoh dulu, malahan terbilang tidak layak huni. Parahnya, dia tidak pernah merasakan bantuan pemerintah meskipun hanya sekali saja.
Meski begitu, dia tidak pernah berkeluh kesah, kecewa ataupun sakit hati. Ia pasrahkan diri kepada sang Kholik.
“Saya tidak pernah kecewa atau kesal walau tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dengan keadaan seperti ini pun sudah cukup buat emak mah,” ujar Mak Eroh saat ditemui tim SekitarKita.id dirilis Rabu 1 Mei 2024.
Dahulu, Mak Eroh selalu mengisi harinya dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Jika kondisinya sehat, ia tidak lupa untuk menghadiri majelis taklim di beberapa masjid sekitar.
“Saat ini mata saya merasa tidak jelas, dulu saya sering aktif keagamaan berangkat kesana-kesini disaat kondisi mata masih melihat, sekarang udah enggak bisa apa-apa,” ujarnya dengan nada lirih.
Sembari melamun duduk di teras depan rumahnya. Mak Eroh menceritakan kisah pilu itu, untuk bertahan hidup sehari-hari, Mak Eroh hanya mengandalkan bantuan dan kepedulian tetangga sekitar.
“Dulu masih sehat penglihatan masih normal, melakoni pekerjaan sebagai buruh rumah tangga dengan bayaran minim Rp50 ribu, dari menjadi asisten rumah tangga hingga buruh harian lepas sekarang sudah enggak bisa apa-apa,” ujar dia.
Meski harus tinggal di rumah yang hampir roboh, lanjut dia, dirinya tidak pernah merasa takut. Anak dan keluarga kini tinggal jauh entah dimana.
“Saya mah menyerahkan semuanya sama Allah. Setiap hari bisanya cuma berdoa agar Allah menjaga saya, keluarga jauh tinggalnya enggak tau dimana,” akuinya.
Kendati tak pernah mendapatkan bantuan sosial (bansos), pihaknya berharap pemerintah Kabupaten Karawang lebih memperihatinkan kondisi yang dirasakan Mak Eroh saat ini. Program rutilahu hingga kini belum juga dirasakan olehnya.
“Kami berharap ingin di perhatikan dengan pemerintah Karawang bisa membantu kami dengan kondisi rumah saya dan kondisi mata, kami warga kurang mampu ingin bisa merasakan manfaat bantuan program dari pemerintah Karawang khususnya,” tandasnya.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho








