[ad_1]
Teknologi, termasuk aplikasi kencan on-line juga situs media sosial, telah mengubah lanskap budaya secara drastis untuk menemukan cinta sejati. Pencarian cinta sejati juga pasangan seumur hidup sepertinya tidak banyak sekali berubah seiring berjalannya waktu. Tetapi cara kita hingga tujuan ini telah berkembang pesat. Saluran komunikasi Anda serta lebih bervariasi dari sebelumnya. Anda bisa mengirim pesan teks, mengambil foto, juga mematuhi untuk memperlihatkan minat. Sesuatu yang benar-benar asing bagi Gen X juga yang lebih tua. Beberapa perubahan itu tentu saja berdampak positif. Anda mempunyai lebih banyak sekali jalan untuk bertemu lebih banyak sekali orang daripada yang biasanya Anda temui. Tetapi kenyataan memberi tahu Anda bahwa telah ada sisi gelapnya serta.
Anda kurang terhubung secara emosional, lebih kesepian, cemas, juga depresi meski demikian ada teknologi. Anda serta lebih berisiko untuk ditipu (adalah dilecehkan) juga diperlakukan dengan buruk (adalah dihantui atau diremehkan). Bahkan ada seluruh industri kencan profesional yang siap membantu Anda mengatasi dilema kencan virtual yang sedang berlangsung. Apa keluhan utama orang-orang yang berusaha menemukan cinta di technology teknologi? Juga apakah ada cara strategis untuk hingga hasil yang lebih sukses? Apakah ada cara yang lebih baik untuk mengatasi masalah?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut yaitu 7 masalah kencan fashionable yang bisa dialami oleh semua lajang:
1. Anda merasa sepertinya tidak memiliki kesempatan yang adil
Tampaknya ada prospek romantis yang tak ada habisnya! Halaman demi halaman. Gesek demi gesek. Begitu banyak sekali calon mitra, begitu minim waktu! Terlalu banyak sekali pilihan membuat untuk membuat pilihan menjadi lebih sulit, bukan berkurang. Jika Anda merasa kehilangan pilihan bagus berikutnya, Anda sepertinya tidak akan untuk membuat pilihan satu orang saja. Anda serta lebih cenderung meninggalkan hubungan potensial lebih cepat daripada mencoba memberhentikan perselisihan atau mengatasi masa sulit karena itu mengetahui begitu banyak sekali pilihan lain yang tersedia. Mengambil pendekatan “pasar saham” – terus-menerus membeli juga menjual – memengaruhi keterlibatan juga upaya Anda saat berkencan.
2. Anda sepertinya tidak tahu cara menjangkau calon teman kencan
Sebagian besar komunikasi bersifat non-verbal. Ekspresi wajah, nada suara, kontak mata, juga bahasa tubuh memberikan isyarat penting untuk membantu Anda memahami juga merespons orang lain secara efektif. Percakapan tatap muka (juga bahkan percakapan telepon atau video) memang penting, tetapi sesekali merupakan cara komunikasi yang kurang populer. Cukup banyak hal yang bisa disalahkomunikasikan atau disalahpahami dengan menggunakan SMS, yang kini menjadi metode komunikasi paling populer (terutama untuk berkencan). Saya percaya beberapa hubungan yang berpotensi baik akan rusak sejak dini karena itu salah tafsir terhadap pesan teks.
3. Anda khawatir akan menjadi “hantu” atau “remah roti”
Orang-orang mudah menyerah, gagal menindaklanjuti, atau mengekspresikan diri dengan serius. Bukti yang paling jelas mengenai hal ini yaitu apa yang sekarang disebut “ghosting”. Ini terjadi ketika seseorang (“si hantu”) tidak menduga memberhentikan komunikasi tanpa penjelasan dengan begitu membuat orang lain (“si hantu”) kebingungan. Hal ini sepertinya tidak hanya memperlihatkan kurangnya akuntabilitas dalam berkencan namun lebih buruk lagi: kurangnya empati.
4. “Aturan” media sosial membingungkan Anda
Apa yang harus segera atau sepertinya tidak dilakukan di media sosial merupakan tantangan besar bagi kencan fashionable. Mengetahui apa yang bisa diterima (juga profil media sosial yang mana) yaitu hal yang menakutkan. Misalkan saja, apa yang pantas jika Anda baru mulai berkencan? Bagaimana jika Anda berada dalam hubungan yang utuh? Bagaimana jika orang yang terus Anda kencani sepertinya tidak memperbarui standing hubungannya? Bagaimana jika mereka melakukannya terlalu cepat? Bolehkah mematuhi mantan? Suka postingan mereka? Apa yang kamu lakukan jika putus? Intinya yaitu ada berbagai aturan, perilaku, juga etiket apakah Anda tertarik pada seseorang, mulai berkencan dengan orang baru, menjalin hubungan eksklusif dengan seseorang, atau baru saja putus dengan seseorang. Ada kurangnya konsensus mengenai apa yang bisa diterima juga apa yang sepertinya tidak.
5. Sulit untuk bertemu seseorang melalui yang “kuno”.
Saya menyadari bahwa orang pada nyatanya Mengerjakan bertemu di kehidupan nyata. Tetapi kencan on-line juga berbasis aplikasi yaitu sebuah kenyataan, juga akan tetap ada. Ada sedikit penelitian yang bagus yang menyimpulkan bahwa pasangan yang bertemu secara on-line mempunyai hubungan yang sukses. Peluang bertemu calon pasangan romantis serta meningkat secara signifikan saat Anda terjun ke dunia kencan on-line. Ketahuilah serta bahwa telah ada sisi gelapnya serta. Platform kencan on-line memberikan lebih banyak sekali peluang untuk penipuan juga perilaku sepertinya tidak baik. Mungkin saja penting serta untuk mengingat bahwa sebagian besar manusia di alam memandang rendah ponsel mereka atau memakai earbud, dengan begitu menurunkan peluang mereka untuk bertemu secara organik!
6. Ini dapat menghabiskan waktu juga tenaga
Berkencan terasa seperti kerja keras, juga sesekali banyak sekali waktu yang terbuang sia-sia. Bertemu dengan Tuan Salah, meski hanya untuk minum kopi, yaitu saat yang sepertinya tidak akan pernah Anda mendapatkan kembali. Betapapun banyaknya pekerjaan yang ada, tetap saja tersebut yaitu pekerjaan yang harus segera dilakukan. Berkencan yaitu proses untuk membantu Anda menemukan orang yang suatu hari nanti nanti Anda ingin berkomitmen, tinggal bersamaan, juga mempunyai bayi. Mengingat itu, ini yaitu pekerjaan terpenting yang pernah Anda lakukan! Ada bermacam-macam lain yang terbatas untuk dapat mencari pasangan selain bekerja (kecuali jika Anda untuk membuat pilihan garis perjodohan – kemungkinan besarnya bukan pilihan Anda).
7. Menavigasi peran gender juga politik merupakan suatu tantangan
Memperlihatkan ketertarikan romantis atau intim pada seseorang, khususnya dalam kencan heteronormatif, telah merasakan banyak sekali perubahan selagi bertahun-tahun. Pasca gerakan #MeToo, banyak sekali orang yang sangat membutuhkan arahan, pengetahuan, juga sumber daya untuk membantu mengarahkan ekspektasi terhadap perilaku yang pantas. Laki-laki takut tersinggung juga perempuan takut menjadi penderita dengan begitu menimbulkan polarisasi di antara mereka. Apa maksudnya dengan menghormati juga menerima persetujuan yang jelas seharusnya sepertinya tidak terlalu membingungkan, tetapi memang demikian.
Berikut yaitu 3 cara Anda bisa mengatasi masalah kencan ini juga mempunyai hubungan yang sukses:
1. Latih komunikasi yang baik
Bersikap transparan juga langsung dalam preferensi komunikasi Anda sejak awal sangatlah membantu. Misalkan saja, menyatakan Anda lebih suka menelepon daripada mengirim SMS. Jika sebuah teks atau postingan memberikan kesan negatif, periksalah terlebih dahulu sebelum berasumsi apa pun. Jika terdapat sesuatu yang penting atau sensitif untuk dibicarakan, lakukan percakapan secara langsung, atau setidak-tidaknya dengan menggunakan video atau telepon. Ketahuilah bahwa jika Anda dapatkan perhatian bold yang konsisten dari seseorang, kemungkinan besarnya dia tertarik pada Anda. Hindari bermain-main juga berikan tanda-tanda ketertarikan (atau jelaskan ketidaktertarikan) serta. Jika hubungan menjadi lebih serius, bicarakan tentang kapan standing media sosial Anda harus segera diubah menjadi “sedang menjalin hubungan”. Anda serta perlu mendiskusikan apa yang harus segera dilakukan terhadap teman juga pengikut yang mantan. Dengarkan juga pedulikan perasaan pasangan Anda.
2. Lewati zona nyaman Anda
Bahkan ketika kita menyampaikan kita mengharapkan dapat bertemu seseorang melalui yang “organik”, kita masih mengambil risiko yang membawa kita ke jalur akhir. Salah satu dari kalian tetap harus segera menanyakan nomor ponsel atau akun media sosialnya. Salah satu dari Anda masih harus segera merencanakan tanggalnya. Anda berdua tetap harus segera mengambil risiko emosional untuk terbuka juga menjadi rentan. Anda serta mengambil risiko saat on-line sampai sementara. Anda menempatkan diri Anda di discussion board publik untuk dinilai juga ditolak, tetapi serta dikagumi juga dikejar. Anda bisa menerapkan strategi kencan yang cerdas dengan hati terbuka juga selera humor. Saya menyarankan orang-orang untuk menyampaikan pada diri mereka sendiri bahwa mereka “bertemu manusia lain” daripada “berkencan.” Pergeseran perspektif ini meringankan intensitas juga ekspektasi.
3. Ambil tanggung jawab pribadi
Bersikaplah proaktif juga berorientasi pada tujuan dalam pencarian Anda akan cinta. Bertanggung jawablah atas diri Anda sendiri, juga cara Anda bertindak juga berkomunikasi. Tetapkan niat untuk apa yang Anda inginkan dari kencan juga teruskan apa yang sepertinya tidak sesuai. Pertahankan standar yang tinggi untuk sepertinya tidak berperilaku sedemikian rupa dengan begitu Anda sepertinya tidak ingin diperlakukan. Ini akan membawa empati dalam proses menemukan cinta juga serta membantu Anda menarik seseorang dengan nilai-nilai yang sama. Koneksi asli sangat berharga sementara. Ada lebih banyak sekali cara untuk terhubung dibandingkan sebelumnya, tetapi sangat ironis banyak sekali orang merasa lebih sendirian juga terputus. Memahami cara mengatasi dilema kencan fashionable akan membangun kompetensi Anda juga pada gilirannya, meningkatkan peluang Anda untuk menemukan orang yang Anda cari.
Marni Feuerman yaitu psikoterapis berlisensi dalam praktik swasta, pakar hubungan, juga penulis Ghosted and Breadcrumbed: Berhenti Tertarik pada Pria yang Tidak Ada dan Cerdaslah dalam Hubungan yang Sehat.
[ad_2]
Sumber: yourtango







