[ad_1]
Sesekali bikers berada dalam potensi bahaya berkendara sebab addiction atau kebiasaan berulang yang dilakukan dengan tanpa sadar, contohnya bikers yang membelok atau mengganti arah tanpa memberikan sign atau sein sebagai jalur belok. Tentu saja dikarenakan pengendara lain dibelakangnya menjadi salah antisipasi yang berpotensi berujung bahaya bahkan kecelakaan.
Hal lain yang kerap kali terjadi, kebiasaan berulang yang sepertinya tidak terasa bila dilakukan, adalah meletakkan satu atau dua jemari tangan kanan diatas tuas rem depan dengan tujuan bersiaga. Kebiasaan ini pada kondisi tertentu mengandung resiko yang cukup deadly. Pada kondisi tertentu terutama panik saat ada kendaraan berhenti secara tiba – tiba didepan serta harus segera secepatnya menghindar dengan menarik stang kanan, secara sepertinya tidak sengaja sebab posisi jemari diatas tuas rem maka tuas rem serta ikut ketarik dengan begitu seketika akan terjadi perubahan mendadak putaran roda depan, terjadi selip bahkan tergelincir saat permukaan aspal basah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat kondisi berkendara membutuhkan mengurangi laju kecepatan secara bertahap atau hanya membutuhkan menjaga kesimbangan, disarankan bikers memakai rem belakang. Sedangkan penggunaan rem depan digunakan saat membutuhkan kecepatan kendaraan yang turun drastis dalam durasi yang pendek atau pengereman yang membutuhkan jarak lebih pendek. Juga memakai rem depan tanpa ABS sepertinya tidak boleh langsung dan merta tekan tuas dengan kekuatan penuh, harus segera bertahap. Dengan latihan serta teknik mengelola tuas rem depan yang benar, maka pengendara dapat mengoptimalkan rem depan agar menghasilkan jarak mengerem yang pendek. Pengereman jarak pendek yang aman mempunyai syarat adalah harus segera mempunyai ruang (lintasan lurus), harus segera mempunyai grip ban (medan sepertinya tidak licin) serta harus segera mempunyai durasi (sepertinya tidak mendadak).
Oke Desiyanto selaku Senior Instruktur Astra Motor Jateng memaparkan bahwa membuat Addiction Cari Aman baiknya berawal dari mengetahui teknik berkendara yang tepat, komitmen, latihan yang konsisten, serta lakukan tak henti-hentinya dengan begitu akan menjadi otomatisasi dalam diri.
“Ada kebiasaan salah yang kemudian menjadi addiction sejak bikers memulai belajar berkendara dengan begitu sulit dihilangkan. Jangan menyerah, tetap berusaha serta pelajarilah addiction Cari Aman berkendara yang benar sebab memberi dorongan untuk keselamatan sebagai hal utama saat berkendara,” tegas Oke.
[ad_2]
Sumber: motorkux







