Pemalang | SekitarKita.id,- Warga pengendara diresahkan dengan adanya tumpukan sampah di RT02/RW01, Dusun 01, Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu (15/06/2024).
Menurut kebanyakan warga, sampah itu diduga sengaja di timbun, selain mengeluarkan aroma bau busuk (tidak sedap) dan merusak pemandangan lantaran sampah tersebut berceceran ke sisi jalan.
Usut punya usut, tumpukan sampah yang didominasi dengan limbah pasar dan juga sampah plastik ini, berasal dari pasar tradisional, yang diduga dengan sengaja ditimbun oleh pengelola pasar Tambeng tanpa adanya pengelolaan yang semestinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komentar datang dari warga yang enggan disebutkan namanya, inisial H-I, ia mengatakan, kondisi sampah terdiri dari berbagai jenis mulai dari limbah pasar hingga sampah plastik yang bercampur dan berada dalam sebuah lubang galian sedalam kurang lebih empat (4) meter dengan panjang sepuluh (10) meter.
“Mirisnya, sampah itu tidak dilakukan pengelolaan dengan semestinya. Digali kedalaman kurang lebih empat meter lebih , itu yang diatas sampah baru, sampah yang lama ditimbun dibawah, galinya aja pakai alat berat doser,” kata D-I saat ditemui dilokasi dirilis, Sabtu (15/06/2024).
Tak sedikit warga keluhkan keberadaan tumpukan sampah itu juga karena mengeluarkan aroma bau busuk yang ditimbulkan dari keberadaan tumpukan sampah tersebut. Terlebih saat musim penghujan tiba.
“Bau banget, apalagi kalau musim hujan bau banget, lingkungan ya gak betah, cuman gimana lagi,” imbuhnya.
Selain sudah mengancam kesehatan warga sekitar, keberadaan sampah yang hanya berjarak belasan meter dari sungai Comal itu, berpotensi terbawa arus sungai yang langsung mengarah ke laut Utara Jawa.
“Jarak ke kali sepuluh meter,” ujarnya.
Dijelaskannya, keberadaan sampah tersebut sudah ada sejak lama, bahkan hampir sepuluh (10) tahun hingga membentuk gundukan sampah, hal itu dipicu dari pengelolaan sampah yang buruk dan kurangnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Selain berpotensi menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan juga mengancam kesehatan warga setempat. Pasalnya jarak lokasi sampah berada di lingkungan padat penduduk yang hanya berjarak kurang dari 50 meter.
Ini menjadi PR bagi pemerintah Kabupaten Pemalang khususnya pengelola pasar tradisional Tambeng, warga berharap adanya upaya nyata dari pengelola maupun instansi terkait perihal adanya tumpukan sampah yang telah mengancam kesehatan masyarakat.
Sampai berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi baik dari, pengelola pasar Tambeng, pemerintah Desa/Kecamatan maupun UPTD Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : laporan tim SekitarKita.id








