Karawang | SekitarKita.id,- Pemerintah Kabupaten Karawang menyikapi kondisi rumah reot milik pasangan suami istri (pasutri) Satin (64) dan Enar (59) warga Dusun Bakan Lio RTl4/RW10 Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok.
Pada pemberitaan SekitarKita.id berjudul ‘Miris, cerita pilu Enar warga Rengasdengklok Karawang, rumah nyaris roboh’ itu sempat viral di internet baru-baru ini. Hal ini menjadi perhatian serius banyak pihak.
Dimana kondisi rumah pasutri Satin dan Enar sangat memperihatinkan, selain tiang penyangga nyaris roboh lapuk dimakan usia, juga terdapat beberapa titik atap genting bolong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia harus rela tinggal di rumah reot nyaris roboh hampir puluhan tahun lantaran terbentur biaya, untuk renovasi rumah, buat makan sehari-hari saja Satin dan Enar kesulitan. Kini kedua pasutri itu membutuhkan bantuan pemerintah Kabupaten Karawang.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa (Kades) Karyasari, Asur Pudian mengatakan, pihaknya merasa prihatin melihat kondisi itu, dirinya berupa untuk mengusahakan rumah pasutri Satin dan Enar direnovasi melalui program pemerintah.
“Tentunya prihatin, kita juga dari pihak desa sudah mengusahakan cuman dari pihak desa keterbatasan mudah-mudahan dengan adanya pemberitaan ini semoga segera di rekomendasi,” kata Asur kepada Sekitarkita.id beberapa hari lalu di lansir, Senin (24/06/2024).
Ia menyebut, berdasarkan data di lapangan, rumah Enar belum masuk pada program pemerintah berupa rumah tidak layak huni (rutilahu), artinya, kata Asur, belum terdaftar dan ini perlu proses.
“Untuk rutilahu program desa belum terdaftar dikarenakan kita juga kan menunggu pengajuan dari bawah, mengingat masyarakat desa itu sangat banyak yang perlu dibantu, ya kita juga tidak mungkin bisa mengcover semuanya pasti bertahap,” jelasnya.
“Ya mudah-mudahan rumah Bu enar ini secepatnya dibangun keinginan kita. Kalo dilihat rumah nya sangat layak mendapatkan bantuan rutilahu,” sambungnya.
Saat disingung soal dihapusnya data penerima bantuan sosial atas nama pasutri Satin dan Enar, Asur mengatakan, pihaknya merasa kecewa, padahal data tersebut dari tim Kemensos RI melalui petugas, Pemdes hanya membantu mengajukan nama-nama calon penerima bansos.
“Untuk masalah data kehapus kita juga dari pemerintahan desa otomatis merasa kecewa, karena dia (Satin dan Enar) itu layak ternyata pas beberapa tahun kemudian datanya itu hilang, pasti masyarakat menyangka data hilang itu dari Pemdes Karyasari,” ujarnya.
“Padahal data itu dari Kemensos kalo desa itu cuman bisa membantu mengajukan, tapi Alhamdulillah sekarang bu Enar ini sudah ada lagi data nya penerima bansos,” lanjut Asur.
Pihaknya berupaya kedepannya, bukan hanya rumah milik Enar saja, melainkan warga lain di wilayah Desa Karyasari agar program rutilahu dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pemdes Karyasari dengan semaksimal mungkin agar rumah bu Enar dapet segera di renovasi dengan melakukan pengajuan, baik itu lewat aspirasi dewan atau dari dinas terkait, mudah-mudah an dari rekan media juga bisa membantu ya,” imbuhnya.
Sejauh ini, kata dia, progam rutilahu di Desa Karyasari yang sudah terealisasi dan mendapatkan bantuan renovasi sudah ada 4 rumah dari total hampir kurang lebih 100 rumah.
“Harapan kami mudah-mudahan masyarakat Desa Karyasari yang tidak mampu itu bisa di bangun rumahnya, dan kedepannya program rutilahu selesai semua agar masyarakat bisa merasakan tidur dirumah layak huni dengan nyenyak,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho (Kontributor Karawang)








