Hadapi Kemarau Panjang di KBB, Kang Hengky: Solusi Hidupkan Forum CSR buat Embung Raksasa

- Penulis

Senin, 9 September 2024 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan dan Ade Sudrajat (Hade), memiliki visi strategi terkait pengembangan infrastruktur penunjang di wilayahnya.

Salah satu fokus utama mereka adalah pengembangan sistem irigasi dan pembangunan embung di titik-titik rawan kekeringan di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Ya kalo saya kemaren saat masih memimpin Bandung Barat membahas tentang program ke depan saya waktu sebelum selesai meminta kepada Bapenda KBB untuk membuat kajian titik-titik mana yang perlu terkait di bangun embung,” kata kang Hengky saat ditemui SEKITARKITA.id di Cipatat belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Hengky, kajian terkait titik-titik yang perlu dibangun embung sudah dilakukan, dan hal ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan di wilayah tersebut.

Selain itu, Hengky juga mendorong pemerintah untuk terus memberikan dukungan dalam penyediaan air bersih, seperti yang selama ini dilakukan melalui bantuan air bersih yang dikirim ke desa-desa yang terdampak kekeringan.

Baca Juga:  Bupati Jeje Komitmen Bersama Polres Cimahi Telusuri Teror Pocong di Bandung Barat

“Respon cepat dari pemerintah dalam menangani masalah ini sangat diharapkan, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti air bersih,” jelasnya.

Kolaborasi dengan Perusahaan Melalui CSR

Tidak hanya mengandalkan APBD, Hengky dan Ade Sudrajat menekankan pentingnya kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pasangan ini telah berkomunikasi dengan beberapa pengusaha di Bandung Barat dan menghidupkan kembali Forum CSR Bandung Barat.

“Dengan forum ini, CSR perusahaan diharapkan lebih terarah untuk mendukung program-program pemerintah seperti pembangunan embung dan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu),” kata Hengky.

Pasangan ini juga menekankan pentingnya percepatan investasi melalui kolaborasi pentahelix dengan para pengusaha.

“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan pemerintah dapat membuat daftar kebutuhan (shopping list) yang jelas, seperti permintaan bantuan untuk pembangunan embung atau Rutilahu, yang nantinya dapat disampaikan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bandung Barat,” jelasnya.

Kolaborasi Pentahelix untuk Membangun Bandung Barat

Hengky Kurniawan dan Ade Sudrajat memahami bahwa pembangunan Kabupaten Bandung Barat tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan APBD.

Baca Juga:  Ngeri, Detik-detik motor masuk kolong bus di lampu merah Slawi Tegal

Oleh karena itu, mereka mengusulkan kolaborasi pentahelix, yang melibatkan lima unsur utama, pemerintah, akademisi, swasta, media, dan masyarakat.

“Dengan kolaborasi ini diharapkan berbagai masalah sosial seperti kemiskinan dan kebutuhan infrastruktur dapat diatasi secara bersama-sama,” jelasnya.

Salah satu program unggulan mereka adalah pembangunan embung raksasa yang dianggap strategis, dengan harapan mereka dapat menarik bantuan keuangan dari pemerintah provinsi maupun pusat.

“Jika diberi amanat sebagai pemimpin Bandung Barat, kami (Hade.red) berkomitmen untuk bekerja keras menarik dukungan finansial dan bantuan dari berbagai sumber, termasuk melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik,” tegasnya.

Melalui program-program ini, Hengky Kurniawan dan Ade Sudrajat berharap bisa membawa Kabupaten Bandung Barat menuju masa depan yang lebih baik dengan infrastruktur yang lebih kuat.

“Harapannya agar kesejahteraan masyarakat meningkat, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah dan sektor swasta dapat terjalin dengan baik,” jelasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan Khusus

Berita Terkait

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB