SekitarKita.id- Seluruh buruh tambang di kawasan industri Padalarang, Citatah, dan Cipatat menyatakan dukungan penuh mereka untuk pasangan calon (Paslon) HADE dalam Pilkada 2024.
Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Paslon HADE ke kawasan tersebut pada Kamis, 17 Oktober 2024.
Dalam kunjungan tersebut, Paslon HADE tidak hanya bertemu dengan buruh tambang, namun juga mengunjungi buruh garmen di sekitar kawasan industri Citatah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa perusahaan yang disambangi antara lain PT Alam Jaya Sadang Manah, Perusahaan Karya Mekar di Jl. Raya Ciburuy, CV Giri Jaya Makmur di Jl. Gunung Masigit, serta perusahaan lainnya seperti PT Ratih Kontruksindo, CV JPS Grup, PT Pumarin, dan PT Batu Raya.
Paslon HADE, didampingi oleh Wakil Ketua DPC PDIP KBB, Hj. Tini Hartini, dan Pengurus Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KEP SPSI) Bandung Barat, juga melakukan blusukan ke kawasan penambangan batu di area karst Citatah.
Meski harus melalui jalan berbatu dan berdebu, semangat kunjungan ini tetap tinggi.
Tak hanya para buruh, Paslon HADE juga menemui warga Citatah. Mereka mengungkapkan berbagai aspirasi, termasuk permohonan keterkaitan tanah wakaf pemakaman, suplai air bersih, dan perbaikan infrastruktur.
Calon Bupati Paslon HADE, Hengki Kurniawan, menanggapi positif berbagai aspirasi tersebut. Ia menyatakan tengah berupaya untuk melanjutkan proyek pembangunan jalan tembus dari Padalarang menuju Citatah.
Namun, Hengki mengakui bahwa proyek ini memerlukan kerjasama dengan Kota Baru Parahyangan, sebab sebagian tanah yang harus dibebaskan adalah milik PT Kiwari.
“Mudah-mudahan nanti bisa kita wujudkan bersama dengan Kota Baru Parahyangan. Ini tidak bisa sendiri, kita harus melibatkan mereka sebab ada beberapa lahan milik PT Kiwari yang harus segera kita bebaskan. Insya Allah semuanya dilancarkan dan dimudahkan,” kata Hengki.
Selain itu, para buruh juga menyuarakan usulan kenaikan upah minimum di Bandung Barat. Hengki menjelaskan bahwa ia sebelumnya pernah mengusulkan kenaikan upah tertinggi se-Indonesia, yaitu sebesar 27%. Tetapi, keputusan akhir tetap berada di ranah Provinsi Jawa Barat.
“Saya sebenarnya mengusulkan kenaikan tertinggi untuk upah minimum di Indonesia, yakni 27%. Namun keputusan dalam hal apa pun berada di tangan Provinsi. Kita sebagai Pemerintah Daerah hanya dapat mengusulkan sebaik mungkin,” tambah Hengki.
Dengan dukungan besar dari para buruh tambang dan garmen di kawasan ini, Paslon HADE semakin optimis dalam menghadapi kontestasi politik di Pilkada Bandung Barat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








