Mengapa saham Infosys bisa melonjak dalam waktu dekat

- Penulis

Sabtu, 30 Maret 2024 - 02:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Raksasa teknologi India Infosys (NS 🙂 Restricted dijadwalkan mengumumkan hasil kuartal keempat untuk tahun fiskal 2024 dan memberikan panduan pendapatan untuk tahun fiskal 2025 pada tanggal 18 April, setelah penutupan pasar. Pengumuman tersebut akan mempengaruhi saham Infosys secara signifikan, menurut laporan Morgan Stanley.

Analisis perusahaan riset menyajikan tiga skenario untuk Infosys setelah pengumuman tersebut. Skenario yang paling mungkin, dengan probabilitas 60%, menunjukkan bahwa Infosys akan mengarahkan pertumbuhan pendapatan sebesar 3-6% dari tahun ke tahun dalam mata uang konstan dan menetapkan kisaran margin EBIT sebesar 20-22%. Perkiraan ini didasarkan pada kemenangan kesepakatan yang kuat pada tahun fiskal 2024 dan perkiraan pemulihan pada paruh kedua tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam skenario yang kurang optimis, dengan probabilitas 20%, Infosys mungkin memproyeksikan pertumbuhan pendapatan hanya 2-5%. Perkiraan ini mencerminkan kendala yang masih ada pada belanja diskresi dan kesulitan dalam mencapai pendapatan dari kesepakatan akhir. Sisi positifnya, dengan kemungkinan yang sama sebesar 20%, perusahaan dapat mengharapkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4-7%, dengan mengandalkan peningkatan belanja diskresi pada akhir tahun fiskal 2025.

Baca Juga:  Akuisisi Take-Two, M&An international, ketekunan UBS

Skenario ini menyiratkan dampak yang berbeda-beda terhadap harga saham Infosys. Skenario dasar (base case) dapat menghasilkan apresiasi sebesar 4%, sejalan dengan reaksi positif pasar terhadap kinerja perusahaan yang stabil. Prospek pesimistis dapat mengakibatkan penurunan nilai saham sebesar 3%, sedangkan skenario optimis dapat mendongkrak harga saham sebesar 11%.

Morgan Stanley telah menegaskan kembali peringkat Obese pada Infosys, dengan goal harga Rs 1750, menunjukkan kenaikan 17% dari penutupan terakhir Rs 1498,05 pada 28 Maret.

Perusahaan tersebut mengutip eksekusi Infosys yang kuat dan penawaran layanan inovatif sebagai dasar sikap positifnya namun memperingatkan risiko termasuk ketegangan geopolitik, perubahan peraturan, dan fluktuasi mata uang yang dapat mempengaruhi kinerja.

Infosys melaporkan laba bersih konsolidasi untuk kuartal yang berakhir pada bulan Desember sebesar Rs 6.106 crore, turun 7% dari Rs 6.586 crore tahun sebelumnya. Pendapatan operasi perusahaan untuk kuartal ketiga mengalami sedikit peningkatan sebesar 1% menjadi Rs 38.821 crore, naik dari Rs 38.318 crore pada kuartal tahun lalu.

Baca Juga:  Video kamera tubuh menangkap reaksi pertama terhadap runtuhnya jembatan Baltimore Oleh Reuters



[ad_2]

2024-03-30 02:46:10

www.making an investment.com



Berita Terkait

Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta
Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:20 WIB

Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB