Kolaborasi phentahelix, gerakan pangan murah dirasakan warga miskin di Bandung Barat 

- Penulis

Senin, 1 April 2024 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,-Ditengah meroketnya harga sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2024. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar operasi pangan murah (GPM), Senin, 1 April 2024.

Digelar di halaman Mapolsek Cisarua, masyarakat Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, KBB berjubel antusias mengikuti GPM tersebut. Mereka hilir mudik berburu komoditas yang disediakan pemerintah.

Operasi pangan murah ini berjalan mulus berkat kolaborasi phentahelix, baik unsur pemerintah, swasta, TNI Polri, masyarakat dan stakeholder terkait ditengah himpitan ekonomi serba sulit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan itu, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat berpenghasilan rendah, Sinta Utari (35) warga Cisarua KBB contohnya, ia mengatakan, dengan adanya kegiatan GPM dapat membantu pengeluaran belanja.

Masyarakat Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, KBB serbu gerakan pangan murah di mapolsek Cisarua (foto: Ane)
Masyarakat Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, KBB serbu gerakan pangan murah di mapolsek Cisarua (foto: Ane)

Pasalnya, ia menjelaskan, harga seperti beras, minyak dan, telur di GPM lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar yang jauh lebih tinggi. Tentunya ini sangat membantu bagi perekonomian keluarganya.

“Harga beras, daging, minyak dan telur lebih murah dibandingkan di pasar, tentunya kegiatan GPM sangat membantu masyarakat apalagi menjelang hari raya idul fitri semua bahan pokok harganya sangat mahal,” kata Sinta disela-sela berdesakan dengan warga lain berebut beras.

Baca Juga:  Tb Ardi Januar Pamit Undur Diri di Pilbup Bandung Barat 2024, Digantikan Harris Bobihoe

Sinta berharap, agar pemerintah di Bandung Barat terus menggelar pasar murah secara rutin agar perekonomian di masyarakat dapat terkendali.

“Semoga pasar murah bisa terus diselenggarakan, kalau harga pangan murah tentunya ekonomi masyarakat juga terbantu,” ujarnya.

Masyarakat antre memilih komoditi bahan pokok yang digelar pemerintah Bandung Barat (foto: istimewa)
Masyarakat antre memilih komoditi bahan pokok yang digelar pemerintah Bandung Barat (foto: istimewa)

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Lukman Hakim mengatakan, sejumlah akomoditi pangan yang ada di kegiatan GPM dijual dengan harga lebih murah dibawah harga pasar.

“Sehingga masyarakat yang berbelanja di GPM dipastikan mempunyai perbekalan dalam kurun waktu satu pekan,” ujar Lukman.

Lukman sekaligus pencetus kegiatan GPM menyebut, kegiatan ini juga dapat meringankan masyarakat terkait sejumlah akomoditi pangan yang harganya semakin tinggi dipasaran menjelang hari raya idul fitri 2024.

“Jadi harga di GPM ini lebih murah dibandingkan harga pasar, intinya kegiatan ini diharapkan bisa membantu masyarakat, terutama menjelang hari raya idul fitri,” ujar Lukman.

Dalam kegiatan GPM, lanjut Lukman, telah disediakan 17 akomoditi termasuk beras sebanyak 10 ton, daging, telur dan minyak untuk di jual kepada masyarakat dengan harga murah.

Baca Juga:  Prabowo Ajak Masyarakat Awasi Pejabat dengan Teknologi: Jangan Diam Jika Ada Penyelewengan!
Kolaborasi phentahelix baik unsur pemerintah, TNI-Polri masyarakat dan swasta serta steakholer terkait (foto: Ane)
Kolaborasi phentahelix baik unsur pemerintah, TNI-Polri masyarakat dan swasta serta steakholer terkait (foto: Ane)

Sebab, kata dia, inflasi harga pangan di Bandung Barat semakin tinggi di awal memasuki bulan Ramadhan. Ini menjadi trobosan jitu dalam mengatasi harga pangan diwilayahnya.

“Kegiatan GPM ini, kita siapkan beras, daging, minyak dan telur dan masih banyak lagi, dengan total 17 jumlah akomoditi pangan yang kita siapkan,” ucapnya.

Selanjutnya, Lukman mengaku, pihaknya akan kembali menggelar pasar murah setalah perayaan idul fitri 2024 hingga menjelang pergantian tahun baru 2025.

“Setalah hari raya idul fitri, kita akan lanjutkan kembali menggelar pasar murah sampai pergantian tahun,” tuturnya.

Disisi lain, selaku tuan rumah penyelenggara GPM, Kapolsek Cisarua, Kompol Iim Abdurohim mengaku, bahwa kepolisian sangat mendukung seluruh program yang dijalankan pemerintah. Sebab hal tersebut sesuai amanat undang-undang (UU) pasal 13 tahun 2022.

Dijelaskan Kompol Iim, kepolisian akan melakukan tugasnya dengan memberikan pengayoman, perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya wilayah hukum Cisarua Bandung Barat.

“Ini adalah salah satu bukti kami untuk mensukseskan program dari pemerintah dan kami juga siap dengan menjaga keamanan kegiatan yang berlokasi di wilayah Cisarua,” kata Kapolsek Cisarua menandaskan.

Baca Juga:  100 Artis Berkinerja Maksimal – Data Pemuat

Sebagai informasi, sebanyak 17 akomoditi pangan dijual dengan harga murah dalam kegiatan gerakan pangan murah (GPM) yang dilaksanakan serentak secara nasional di Kabupaten /Kota.

Berikut daftar jumlah akomodoti lengkap dengan daftar harganya :

1. Beras medium Rp 12. 000 – 13.100 /kg

2. Beras premium Rp 15.000 /kg

3. Tepung terigu Rp 8.500 /kg

4. Garam Rp 2000/200gram

5. Telur ayam Rp 26,500/kg

6. Beras SPHP Rp 53.000 /5kg

7. Minyak tawar (900ml) Rp 14.500/900ml

8. Daging ayam Rp 32.500 /ekor

9. Gula pasir Rp 16.000/kg

10. Daging sapi mulai dari Rp 90.000 /kg

11. Bawang merah Rp 28.000/kg

12. Bawang putih Rp 37.000/kg

13. Kentang Rp 15.000 /kg

14. Cabai keriting Rp 30.000 /kg

15. Cabai rawit merah Rp 35.000 /kg

16. Bakso mulai dari Rp 20.000/bungkus

17. Sosis mulai dari Rp 29.000/bungkus.



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB