Viral! Ibu-Ibu di Padalarang Protes Jembatan Ambruk, Desak Gubernur dan Bupati KBB Tepati Janji

- Penulis

Minggu, 21 September 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan ibu-ibu ramai memprotes kondisi jembatan ambruk di wilayah Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: istimewa

i

Puluhan ibu-ibu ramai memprotes kondisi jembatan ambruk di wilayah Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: istimewa

SEKITARKITA.id – Puluhan ibu-ibu ramai memprotes kondisi jembatan ambruk di wilayah Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Aksi spontan itu direkam dalam sebuah video dan viral di media sosial serta grup WhatsApp, sontak mengundang perhatian publik.

Jembatan penghubung yang ambruk sejak 24 Maret 2025 itu mencakup tiga wilayah, yakni RW 25 Kampung Sukamulya, RW 05 Kampung Rancabali, dan RW 06 Kampung Sukamaju, Desa Padalarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, hampir delapan bulan berlalu, belum ada tanda-tanda perbaikan nyata dari pemerintah.

Puluhan ibu-ibu ramai memprotes kondisi jembatan ambruk di wilayah Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: istimewa
Puluhan ibu-ibu ramai memprotes kondisi jembatan ambruk di wilayah Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: istimewa

Dalam video yang beredar pada Jumat (19/09/2025) itu, puluhan ibu-ibu tampak membentangkan spanduk bernada sindiran kepada Pemerintah Daerah (Pemda) KBB. Salah satu tulisan yang terlihat berbunyi: “Pemerintah KBB kemana wae?”

Saat dikonfirmasi sekitarkita.id, salah seorang peserta aksi, Diah Indrawati (54), membenarkan bahwa video tersebut dibuat secara spontan usai salah satu rekannya hampir celaka saat melewati jembatan darurat dari bambu.

“Iya, itu spontan aksi kemarin pas hari Jumat bikin video di lokasi jembatan ambruk,” ujar Diah, Minggu (21/9/2025).

Baca Juga:  Titah Presiden, Menko Airlangga Pastikan Satgas PHK Segera Direalisasikan

Menurutnya, rombongan ibu-ibu senam itu kesal karena jembatan darurat sangat berisiko.

Warga kompak pasang spanduk sindiran kepada pejabat daerah Kabupaten Bandung Barat terkait lambatnya perbaikan jembatan ambruk (foto: Abdul Kholilulloh)
Warga kompak pasang spanduk sindiran kepada pejabat daerah Kabupaten Bandung Barat terkait lambatnya perbaikan jembatan ambruk (foto: Abdul Kholilulloh)

“Ada rekan kita hampir terpeleset. Muter jauh kalau lewat jalan lain. Makanya kami protes ke Pak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail agar segera memperbaiki jembatan,” jelasnya.

Selain aksi ibu-ibu, warga juga memasang spanduk protes di lokasi jembatan yang ditujukan kepada Bupati KBB, DPRD KBB, Camat Padalarang, dan perangkat Desa Padalarang.

“Surat terbuka dari masyarakat RW 05, 06, dan 25 sebelum kami melaksanakan demo lebih besar, kami mempertanyakan kapan jembatan ini akan diperbaiki?” bunyi salah satu spanduk.

Diah menambahkan, warga semakin kecewa karena sejak jembatan ambruk delapan bulan lalu, bantuan pemerintah hanya sebatas terpal untuk menahan bangunan turap (TPT).

Dampak Jembatan Ambruk: Gagal Panen & Antisipasi Penyakit

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, kerusakan jembatan ini menimbulkan dampak serius.

Sebelumnya, petani di Kampung Purabaya, Desa Jayamekar, mengaku gagal panen di lahan seluas 5 hektare karena irigasi terganggu.

Baca Juga:  Miris, Oknum Ngaku Anggota Damkar Jaktim Tipu Karyawati Tenant Superindo Pulomas

Kini, warga di tiga RW mengeluhkan masalah kesehatan. Iman Taufik, tokoh pemuda Kampung Sukamulya, mengatakan sampah menumpuk di sekitar jembatan sehingga menimbulkan jentik nyamuk dan bau tak sedap.

“Pasca ambruk, sampah numpuk dan menimbulkan jentik nyamuk. Warga khawatir terserang penyakit kulit,” ucapnya.

Hal senada disampaikan CN (54), warga lain, yang menegaskan bahwa jembatan ambruk menutup saluran irigasi dari PN Kertas, menyebabkan air meluber ke jalan dan sawah warga gagal panen.

“Sekitar 5 hektare sawah di Purabaya dan Jayamekar gagal panen hampir enam bulan,” ungkapnya.

Meski begitu, warga menilai pemerintah terlalu lamban. Mereka mendesak Pemda KBB segera turun tangan sebelum kondisi semakin parah.

“Kalau sampai ada korban karena jembatan darurat ini, siapa yang tanggung jawab? Katanya Dana Desa Rp200 juta sudah ada, tapi sampai sekarang belum ada transparansi,” ucapnya.

Camat Padalarang Angkat Bicara

Menanggapi keluhan warga, Camat Padalarang, Agus Achmad Setiawan, menjelaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam.

Menurutnya, perbaikan jembatan masih menunggu izin Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum karena saluran sungai di bawah jembatan masuk kewenangan mereka.

Baca Juga:  Beyonce Memberitahu Blue Ivy Dia 'Tidak Dapat Bangga' Setelah 'Mufasa' – Information Loader

“Pembangunan jembatan berada di jalur desa, jadi pemerintah desa yang bertanggung jawab atas teknis dan anggarannya. Kami hanya memfasilitasi,” kata Agus, Kamis (17/7/2025) lalu.

Agus memastikan Dinas PUTR KBB sudah menghitung kebutuhan anggaran perbaikan, tinggal menunggu tahapan teknis.

“Proses masih berjalan, dan pemerintah tetap bergerak sesuai aturan,” tegasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Gerindra KBB Pastikan Kuota 30 Persen Perempuan Terpenuhi Jelang Verifikasi Partai Pemilu 2029
KPU KBB Intensifkan Roadshow Politik, Fokus Pembaruan Data dan Keterwakilan Perempuan Jelang Pemilu 2029
Dadang Naser Tinjau Budidaya Ikan Bioflok di KBB, Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Respons Cepat Wabup Asep Ismail Soal Bocah 11 Tahun Diduga Makan Rumput di Bandung Barat
Kisah Bocah Makan Rumput di Bandung Barat Berbuah Harapan, Pengusaha Muda Hendrik Buka Jalan Hidup Baru
Momen Wabup Asep Ismail Naik Motor di Tengah Aksi Buruh KBB, Soroti Tuntutan Kesejahteraan Pekerja
Wabup Bandung Barat Asep Ismail Sampaikan Pesan Mendagri di Hari Otda 2026, Soroti Kinerja Daerah
Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:20 WIB

Gerindra KBB Pastikan Kuota 30 Persen Perempuan Terpenuhi Jelang Verifikasi Partai Pemilu 2029

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:50 WIB

KPU KBB Intensifkan Roadshow Politik, Fokus Pembaruan Data dan Keterwakilan Perempuan Jelang Pemilu 2029

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:29 WIB

Dadang Naser Tinjau Budidaya Ikan Bioflok di KBB, Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Selasa, 28 April 2026 - 07:32 WIB

Respons Cepat Wabup Asep Ismail Soal Bocah 11 Tahun Diduga Makan Rumput di Bandung Barat

Selasa, 28 April 2026 - 02:57 WIB

Kisah Bocah Makan Rumput di Bandung Barat Berbuah Harapan, Pengusaha Muda Hendrik Buka Jalan Hidup Baru

Berita Terbaru