Hadiri Jamuan P4KBB, Dadang Naser Dorong Penguatan Branding Wisata Bandung Barat, UMKM Jadi Kunci

- Penulis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id – Di tengah isu sosial yang melanda Kabupaten Bandung Barat (KBB), Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.IP., M.I.Pol., hadir memberikan solusi dengan mendorong penguatan branding pariwisata.

Menurutnya, potensi wisata Bandung Barat sangat besar, namun membutuhkan strategi tata kelola yang matang serta dukungan kuliner unggulan untuk menarik minat wisatawan.

“Bandung Barat harus amanah, maju, dan berdaya saing untuk masa depan. Salah satunya dengan pariwisata. Saya lihat di Sanghyang Kenit ini ada arung jeram, panorama alam, dan potensi luar biasa. Tapi perlu ditata lebih baik, termasuk menghadirkan makanan unggulan yang bisa menjadi daya tarik wisatawan,” ujar Dadang Naser usai menghadiri sarasehan P4KBB, Sabtu (4/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dadang menekankan, kehadiran UMKM kuliner lokal sangat penting untuk mendukung branding destinasi. Ia mencontohkan keberhasilan Kampung Daun di wilayah Bandung, yang sempat menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar.

Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.IP., M.I.Pol didampingi Ketua P4KBB, Yacob Anwar Lewi dan Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) KBB David Oot saat hadiri jamuan P4KBB di wisata Sanghyang Kenit, Kecamatan Cipatat, Sabtu, 4 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.IP., M.I.Pol didampingi Ketua P4KBB, Yacob Anwar Lewi dan Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) KBB David Oot saat hadiri jamuan P4KBB di wisata Sanghyang Kenit, Kecamatan Cipatat, Sabtu, 4 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kalau di Sanghyang Kenit bisa menghadirkan kuliner khas, seperti lotek atau lalaban dengan sentuhan inovatif, pasti akan menambah nilai jual. Wisatawan biasanya mencari dua hal: keindahan alam dan makanan khas. Itu yang bisa menghidupkan UMKM dan roda perekonomian,” jelasnya.

Baca Juga:  KPU KBB Tetapkan Jeje Ritchie dan Asep Ismail Sebagai Pemenang Pilkada 2024

Tata Kelola Wisata Harus Lebih Strategis

Selain kuliner, Dadang juga menyoroti perlunya penataan ruang yang representatif agar wisatawan merasa nyaman dan tidak kapok berkunjung. Ia mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan sebagian PAD bagi pengembangan fasilitas wisata.

Related Posts

“Setiap PAD bisa digunakan minimal 10 persen untuk membangun fasilitas wisata. Misalnya untuk tenda, spot foto, hingga aksesibilitas. Sanghyang Kenit potensial, tapi pengelolaannya masih awal. Ke depan harus ada strategi yang matang supaya bisa menjadi wisata unggulan Bandung Barat,” tambahnya.

Dadang optimistis, jika branding pariwisata Bandung Barat diperkuat dengan kombinasi alam, kuliner khas, dan UMKM, maka wilayah ini bisa menjadi salah satu ikon wisata nasional.

Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.IP., M.I.Pol didampingi Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) KBB David Oot berkeliling melihat potensi wisata Sanghyang Kenit, Kecamatan Cipatat, Sabtu, 4 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.IP., M.I.Pol didampingi Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) KBB David Oot berkeliling melihat potensi wisata Sanghyang Kenit, Kecamatan Cipatat, Sabtu, 4 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

“Arung jeram, kuliner lokal, hingga pemandangan alam di sini bisa menjadi daya tarik. Tinggal bagaimana mengemasnya agar berdaya saing. Bandung Barat bisa menjadi contoh daerah yang sukses mengelola wisata berbasis masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga:  Ini Rahasia Kecantikan Dengan Menggunakan Produk Pemutih Kulit

Sementara itu, Ketua P4KBB, Yacob Anwar Lewi, menegaskan bahwa acara sarasehan ini bukan hanya sekadar temu kangen para pejuang pemekaran KBB, melainkan momentum untuk melakukan evaluasi, refleksi sejarah, sekaligus menyuarakan kritik dan gagasan konstruktif.

Ketua P4KBB, Yacob Anwar Lewi (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua P4KBB, Yacob Anwar Lewi (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kami para pejuang pemekaran sejak awal tahun 2000-an berjuang hingga Bandung Barat resmi mekar tahun 2007. Banyak kawan seperjuangan yang sudah tiada, maka kegiatan ini juga bentuk penghormatan. Tapi yang lebih penting, kita akan berdiskusi, memberi masukan, dan mendesak arah pembangunan KBB agar jelas, amanah, dan tidak menyimpang dari cita-cita awal,” ujar Yacob.

Acara ini digelar dua hari diawali dengan renungan perjuangan pemekaran KBB. Api unggun pada Jumat malam di Sanghyang Kenit menjadi simbol bara perjuangan yang tidak boleh padam, terutama di tengah kondisi Bandung Barat yang dinilai kian penuh masalah.

“Bandung Barat butuh introspeksi. Kami para pejuang pemekaran merasa wajib kembali turun tangan, memberikan pemikiran positif, produktif, dan masukan nyata untuk Pemda,” tegas Yacob.

Tema dan Fokus Diskusi

Kegiatan mengusung tema “Bersama Membangun Pemikiran Positif dan Produktif sebagai Kontribusi terhadap Pembangunan KBB yang Amanah”.

Baca Juga:  Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser Gelar Sosialisasi Empat Pilar Tahap XIII di Padalarang KBB
P4KBB mengadakan sara sehan di wisata Sanghyang Kenit, Kecamatan Cipatat KBB Sabtu 4 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
P4KBB mengadakan sara sehan di wisata Sanghyang Kenit, Kecamatan Cipatat KBB Sabtu 4 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Yacob, arah pembangunan KBB harus konsisten dengan visi misi kepemimpinan Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail.

Dalam forum tersebut, para pejuang pemekaran, kasepuhan, mantan birokrat, hingga akademisi akan menyampaikan aspirasi dan unek-unek terkait arah pembangunan KBB ke depan.

“Intinya, acara ini digelar untuk memajukan Bandung Barat. Kami ingin mendengar langsung masukan dari berbagai inohong agar Pemda lebih peka terhadap kondisi riil masyarakat,” katanya.

Pemilihan Sanghyang Kenit sebagai lokasi dinilai memiliki makna strategis. Selain ramah akses bagi para senior yang rata-rata berusia 50–70 tahun, tempat ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata Bandung Barat.

“Pemandangannya indah, akses mudah, cocok untuk refleksi dan diskusi. Ini juga cara kami mengangkat wisata Bandung Barat, jangan hanya wilayah utara yang dikapitalisasi, selatan juga harus diperhatikan,” ungkap Yacob.

Hadir dalam kesempatan itu Sekda KBB, Ade Zakir, Kepala Kesbangpol KBB Weda Wardiman, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) KBB David Oot serta para tokoh pemekaran Bandung Barat. Diskusi berfokus pada bagaimana penguatan sektor pariwisata dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput
PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN Sukabumi, Tegaskan Wartawan Bukan Preman
Kondisi Pasca 16 Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang di Padalarang Belum Dapat Relokasi
Ngeri! Pelajar SMP Tewas Terlindas Truk di Padalarang Bandung Barat
Pembongkaran Bangli di Sukamulya Padalarang, Warga RW 25 Pertanyakan Keadilan
Tahap Pertama, 16 Bangunan Liar di Padalarang Akhirnya Dibongkar Paksa!
Misteri Kematian Pria di Kontrakan Padalarang, Diduga Meninggal karena Sakit
Viral, Kisah Siswa Naik Rakit di Cililin, Dedi Mulyadi Turunkan Tim PU Bangun Jembatan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:46 WIB

Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN Sukabumi, Tegaskan Wartawan Bukan Preman

Selasa, 1 September 2026 - 14:23 WIB

Kondisi Pasca 16 Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang di Padalarang Belum Dapat Relokasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Ngeri! Pelajar SMP Tewas Terlindas Truk di Padalarang Bandung Barat

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Tahap Pertama, 16 Bangunan Liar di Padalarang Akhirnya Dibongkar Paksa!

Berita Terbaru

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Padalarang-Bandung, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.37 WIB. Foto: Abdul Kholilulloh

Bandung Barat

Ngeri! Pelajar SMP Tewas Terlindas Truk di Padalarang Bandung Barat

Senin, 31 Agu 2026 - 18:30 WIB