[ad_1]
Saya telah menjalin hubungan yang kuat secara emosional sepanjang hampir 5 tahun sekarang. Sebagian besar momen yang kami bagikan patut untuk dapat diingat. Selain itu, saya merasa terhormat atas waktu yang saya habiskan bersama pacar saya.
Tetapi, sepanjang 5 tahun ini, kami merasakan masa-masa sulit (seperti yang dialami pasangan mana pun). Dari ketidaknyamanan sehari-hari mencapai kondisi kesehatan yang serius, kami telah mengatasi dengan jumlah besar momen sulit dan menjadi lebih kuat. Berikut enam kebiasaan yang saya dan pacar saya temukan sepanjang hubungan kami yang telah membantu kami mempunyai hubungan yang sehat, mencintai dengan niat, dan tetap kuat dan terhubung secara emosional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut 6 kebiasaan sederhana orang yang mencintai dengan niat:
1. Mereka ingat bahwa kejujuran selalu merupakan kebijakan terbaik
Gambar Orang / Shutterstock
Jujur dengan pasangan Anda adalah bagian penting dari setiap hubungan yang sukses. Bagian penting dari hal ini adalah berbicara dengan pasangan Anda dan bersikap terbuka tentang kesulitan yang Anda hadapi. Anda harus segera memberi tahu satu sama lain bagaimana hal-hal berdampak pada Anda, sebab tak ada yang perlu dipermalukan.
Observasi memperlihatkan bahwa kejujuran dan integritas merupakan unsur penting dalam membangun kepercayaan sebab memungkinkan pasangan merasa aman dan tenteram satu sama lain. Kepercayaan adalah fondasi keintiman, dan andai kepercayaan dirusak oleh rahasia atau kebohongan, akan sangat sulit untuk memperbaikinya.
2. Mereka tidak merasa malu untuk bersikap emosional
Mladen Mitrinovic / Shutterstock
Jangan merasa malu untuk menampilkan emosi tentang kelanjutan hidup Anda. Terkadang, kita memandang emosi seperti menangis dan kesal sebagai bentuk kelemahan. Hal ini terutama berlaku bagi pria, yang khawatir hal ini akan melemahkan mereka. Terkadang, hal ini benar-benar bisa membantu Anda memproses peristiwa tertentu, dan Anda mungkin saja merasa lebih baik dengan melampiaskannya kepada pasangan.
Sebuah studi pada tahun 2020 menjelaskan bahwa mengekspresikan emosi tanpa rasa malu memperlihatkan tingkat kepercayaan dan kenyamanan yang tinggi terhadap pasangannya. Kesediaan untuk menjadi rentan ini menumbuhkan ruang aman bagi kedua pasangan untuk menjadi diri mereka yang nyatanya.
3. Mereka bekerja sebagai tim untuk menjaga hubungan mereka tetap kuat
simona pilola 2 / Shutterstock
Bekerja samalah untuk menjaga hubungan Anda pada tingkat emosional, religious, dan psychological, bukan hanya fisik. Hubungan tidak boleh terfokus hanya pada satu aspek saja. Itu harus segera merupakan kombinasi dari berbagai bidang yang membentuk hubungan Anda.
Mengambil pendekatan kolaboratif dalam komunikasi juga merupakan ciri utama dinamika tim yang sehat. Observasi menemukan bahwa hal ini mengharuskan pasangan untuk secara aktif mendengarkan dan memahami sudut pandang satu sama lain, bahkan saat terjadi perselisihan. Hal ini berbeda dengan pola pikir “saya vs. Anda”, yang bisa berubah menjadi perebutan kekuasaan dan perdebatan mengenai siapa yang benar.
4. Mereka menetapkan jumlah batasan dalam hubungan mereka
Chay_Tee / Shutterstock
Lakukan diskusi terbuka dengan pasangan Anda tentang batasan apa yang ingin Anda berdua tetapkan dalam hubungan Anda. Selanjutnya, diskusikan apa yang Anda berdua anggap bisa diterima dan tidak bisa diterima dalam hubungan Anda. Jangan takut untuk jujur pada pasangan Anda. Hal ini, pada gilirannya, bisa dikarenakan pasangan Anda enggan menyakiti Anda, sebab Anda tidak mempunyai saluran komunikasi terbuka.
Mengabaikan batasan bisa merusak kepercayaan dan hubungan emosional, sebab pasangan mungkin saja merasa batasan mereka tidak dipatuhi. Sebuah observasi berpendapat bahwa batasan memungkinkan individu mempertahankan rasa diri, identifikasi, dan kemandiriannya.
5. Mereka menemukan siapa diri mereka sebagai individu
eldar nurkovic / Shutterstock
Cari tahu siapa Anda berdua sebagai orang di luar hubungan Anda. Nilailah siapa Anda sebagai pribadi dalam berbagai skenario, andaikan dengan teman, keluarga, atau di tempat kerja. Penting untuk mengetahui siapa diri Anda, sebab andai Anda tidak mengetahui siapa diri Anda sebagai pribadi, Anda tidak dapat jujur kepada pasangan Anda.
Diferensiasi berarti Anda bisa menjadi diri-sejati Anda dan mengekspresikan kebutuhan, pikiran, dan perasaan Anda sendiri, meski demikian hal tersebut berbeda dengan kebutuhan pasangan Anda. Pasangan dengan diferensiasi rendah cenderung terikat secara emosional, kehilangan diri sendiri atau menjadi terlalu reaktif terhadap keadaan emosi pasangannya.
6. Mereka menyadari bahwa kita hanyalah manusia biasa dan kita semua memiliki kekurangan
Rovsky / Shutterstock
Terimalah bahwa Anda dan pasangan hanyalah manusia biasa, juga tidak ada orang yang sempurna. Anda berdua akan mempunyai beberapa kekurangan, dan Anda juga akan melakukan kesalahan di dalam dan di luar hubungan Anda. Bicarakan semuanya dengan pasangan Anda dan temukan cara untuk tidak membiarkan kekurangan mengambil alih hubungan Anda. Selain itu, temukan cara lain untuk mengatasi kekurangan ini agar hubungan Anda terus berkembang.
Ini hanyalah beberapa cara agar hubungan kita tetap kuat. Kiat-kiat ini membantu saya dan pacar saya menjadi kuat secara emosional dan tumbuh bersama. Tetapi demikian, hal ini masih dalam proses, dan kami masih berupaya memperbaiki hubungan kami dan membuat segala sesuatunya terus berjalan sebaik mungkin saja.
Nicole Gray adalah seorang penulis yang mengkhususkan diri dalam hubungan, kencan, dan cinta.
[ad_2]
Sumber: yourtango







