Target Pajak Bandung Barat Capai 79 Persen, Bapenda Optimistis Tembus 100 Persen Akhir Tahun

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh

i

Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id –  Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menunjukkan kinerja positif dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hingga per 20 Oktober 2025, realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai Rp613,6 miliar atau 79,58 persen dari total target sebesar Rp771 miliar.

Kepala Bidang Penetapan dan Pelayanan Bapenda KBB, Sandi Mitra, mengatakan capaian tersebut sudah melampaui target triwulan ketiga yang ditetapkan sebesar 75 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah target triwulan tiga sudah terlampaui. Sekarang kami fokus mengejar realisasi hingga 100 persen pada akhir Desember nanti. Mudah-mudahan target Rp771 miliar bisa tercapai sepenuhnya,” ujar Sandi saat ditemui di kantor, Rabu 22 Oktober 2025.

Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh
Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh

Dijelaskannya, Dari 10 jenis pajak daerah yang dikelola, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) masih menjadi penyumbang terbesar bagi PAD Bandung Barat.

Posisi berikutnya ditempati Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Adapun sektor lainnya, kata dia, seperti pajak hotel, restoran, parkir, dan air tanah juga memberikan kontribusi signifikan.

Baca Juga:  Megan Thee Stallion Konfirmasi Album Baru Pada Tahun 2025

“Namun, sektor perhotelan dan wisata mengalami sedikit penurunan pendapatan pada triwulan ketiga,” kata dia.

Kepala Bidang Penetapan dan Pelayanan Bapenda KBB, Sandi Mitra
Kepala Bidang Penetapan dan Pelayanan Bapenda KBB, Sandi Mitra,

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain isu Sesar Lembang, efisiensi anggaran pemerintah, serta penyesuaian kebijakan wisata sekolah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Hotel di kawasan Lembang memang banyak yang sudah lama berdiri. Wisatawan datang ke Lembang untuk menikmati alam dan wahana wisata, tetapi banyak yang memilih menginap di Kota Bandung. Ini yang memengaruhi kontribusi pajak hotel,” jelas Sandi.

Untuk menggenjot pendapatan, Bapenda KBB melakukan berbagai strategi kolaboratif. Di antaranya kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Bandung Barat dalam penagihan pajak, pendataan objek pajak baru, serta verifikasi lapangan oleh tim Bapenda.

Selain itu, kebijakan pengurangan dan penghapusan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang digulirkan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, dinilai sangat efektif meningkatkan kesadaran wajib pajak.

“Kebijakan penghapusan piutang PBB ini sangat mendorong wajib pajak yang menunggak untuk segera membayar. Bahkan berdampak positif terhadap peningkatan transaksi BPHTB,” kata Sandi.

Baca Juga:  Bupati Bandung Barat Dorong Musorkab KONI 2026 Perkuat Prestasi Atlet Daerah

Bapenda juga aktif melaksanakan layanan jemput bola, di mana petugas mendatangi langsung masyarakat untuk memberikan kemudahan pembayaran pajak tanpa harus datang ke kantor. Langkah ini terbukti efektif meningkatkan realisasi pajak di lapangan.

Sandi menegaskan, pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak karena pajak menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.

“Pajak ini dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, jalan, fasilitas publik, dan pelayanan lainnya. Walaupun tidak dirasakan langsung, manfaatnya sangat besar bagi masyarakat Bandung Barat,” tegasnya.

Menjelang akhir tahun 2025, Bapenda Bandung Barat tetap optimistis bisa mencapai bahkan melampaui target 100 persen.

“Kami terus berupaya maksimal. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin target PAD Rp771 miliar bisa tercapai,” tutup Sandi.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Polres Cimahi Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Sentra Jagung
Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran
Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar
Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah
Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 
BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah
Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:35 WIB

Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Polres Cimahi Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Sentra Jagung

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:33 WIB

Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:58 WIB

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:20 WIB

Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban

Berita Terbaru