Sumber rujukan:
1.https://upinipin.fandom.com/ms/wiki/Menjelang_Syawal
2.https://upinipin.fandom.com/ms/wiki/Bahaya_Jerebu
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
3.https://upinipin.fandom.com/ms/wiki/Mainan_Baru
4.https://upinipin.fandom.com/ms/wiki/Iqrap.c27
5.https://upinipin.fandom.com/ms/wiki/Kuih_Untuk_Opah dan https://upinipin.fandom.com/ms/wiki/Perintah_Kawalan_Pergerakan dan https://upinipin.fandom.com/ms/wiki/Cari_p.c26_Simpan
6.https://upinipin.fandom.com/ms/wiki/Gelapnya…
7.https://upinipin.fandom.com/ms/wiki/Untuk_Prestasi
Upin dan Ipin merupakan dua saudara kecil yang menjadi tokoh utama dalam serial animasi dengan judul yang sama. Kedua tokoh ini mudah dikenali berkat penampilan mereka sebagai anak laki-laki berkepala botak yang mengenakan kaos pendek berwarna cerah sesuai selera masing-masing.
Tetapi, tidak hanya penampilan mereka yang ikonik. Sifat keduanya juga sangat mencerminkan kepribadian anak-anak pada umumnya yang ceria, mudah tertarik, dan suka berpetualang di luar rumah. Meski demikian terus menerus dimarahi, bahkan terkadang dipukul atau digigit oleh Kak Ros, pada kenyataannya Upin dan Ipin tetaplah anak kecil yang polos yang tahu kapan harus segera bersikap baik dan patuh. Berikut ini tujuh momen ketika Upin dan Ipin memperlihatkan sisi baik mereka dan tidak selalu merepotkan Kak Ros!
1. Ingin membersihkan rumah menjelang perayaan hari raya
Saat mendekati hari raya Idul Fitri, seluruh keluarganya sibuk melakukan persiapan. Di rumah Opah juga sama. Tetapi, pada episode “Menjelang Syawal”, Opah sedang sakit dengan begitu sebagian besar tugas harus segera dikerjakan oleh Kak Ros sendirian. Tidak lama kemudian, Opah meminta Upin dan Ipin untuk membantu Kak Ros.
Kedua anak itu bepergian mengunjungi kakak perempuan mereka untuk bertanya apakah ada pekerjaan yang dapat mereka lakukan. Mereka kemudian diberi petunjuk untuk menyapu ruang tamu serta mengepel lantainya, merapikan barang-barang yang berantakan, mengawasi ulang posisi beberapa benda, sampai membersihkan benda-benda agar terlihat bersih dan mengilap. Ini menjadi salah satu saat ketika kedua saudara kecil ini sedang rajin dan tidak malas saat diperintah.
2. Siap diatur sejumlah besar hal oleh Kak Ros ketika terjadi kabut asap
Sebab sedang terjadi kabut asap dan sekolah ditutup, Upin dan Ipin bagaimanapun juga lebih terus menerus menghabiskan waktu di rumah. Meski demikian demikian, mereka tidak merasa bosan sama sekali dan tetap bermain berbagai permainan menarik, seperti bermain ceper tutup botol, menyusun balok mainan, sampai balapan mobil far flung.
Beruntungnya, pada masa-masa seperti itu, mereka masih bersedia mematuhi perintah Kak Ros, mulai dari menyapu kotoran, mengangkat barang, melipat pakaian, sampai membantu menghentikan berbagai pekerjaan rumah tangga lainnya. Meski demikian cepat atau lambat Upin dan Ipin merasa bosan sebab terus-menerus diperintah, bagaimanapun juga mereka tetap melakukan apa yang diberikan oleh Kak Ros.
3. Sabar merawat nenek mereka saat sakit
Sebab Opah adalah tokoh yang sudah tua, seharusnya seperti orang lanjut usia di dunia nyata, Opah terus menerus kali ditampilkan merasakan gangguan kesehatan dan penurunan kondisi tubuh. Meski demikian bukan sakit parah yang memerlukan perawatan di rumah sakit, Opah tetap membutuhkan bantuan dari orang-orang yang lebih muda.
Tapi, saat sedang dalam kondisi sakit seperti itu, Upin dan Ipin biasanya menjadi lebih perhatian dan benar-benar merawat Opah mereka. Bukan hanya sekadar bertanya bagian tubuh Opah yang sakit, mereka juga ikut membantu memijat, menepuk ringan punggung Opah agar terasa lebih rileks, dan sebisa mungkin saja tetap berada di samping Opah untuk menjaga nenek tersebut.
4. Tidak malas ketika diminta bepergian mengaji di masjid pada bulan Ramadan
Saat kita diminta oleh orang tua untuk belajar mengaji di TPA dulu, pasti pernah mengalami situasi di mana kita sangat malas bepergian mengaji dan lebih ingin bermain setelah pulang sekolah. Nah, Upin dan Ipin juga pernah merasa enggan untuk mengaji di sore hari, sebab biasanya mereka bepergian ke pondok untuk bermain pada waktu itu.
Terlebih lagi, setelah mendengar kabar bahwa ustadz yang akan mengajar mereka ternyata seorang yang keras, mereka semakin enggan untuk mengaji. Tetapi, mereka kemudian diberi nasihat oleh Opah bahwa mengaji pada bulan Ramadan sangat bermanfaat dan bisa memberikan pahala. Setelah mendengar hal itu, keduanya bagaimanapun juga mengikuti saran Opah dan bepergian ke masjid di sore hari untuk belajar mengaji.
5. Tak henti-hentinya membantu Ibu Ros dalam berdagang
Nyatanya, terdapat sejumlah besar kesempatan ketika Upin dan Ipin membantu kakaknya dalam menjual barang. Contohnya, dalam episode “Kuih Untuk Opah”, mereka turut serta membantu Kak Ros membuat kue kering yang akan dibawa Opah untuk umroh, sambil menjual sisa kue tersebut di sekolah. Selanjutnya, pada episode “Perintah Kawalan Pergerakan”, keduanya juga membantu Kak Ros menyediakan nasi lemak bungkus yang dijual secara on-line. Terakhir, dalam episode “Cari & Simpan”, Upin dan Ipin bepergian ke pasar untuk menjual es lilin bungkus yang telah dibuat oleh kakaknya semalam sebelumnya.
Meski demikian Upin dan Ipin tidak sepenuhnya terlibat dalam pembuatan berbagai produk tersebut, tindakan mereka tetap layak diapresiasi. Kedua saudara ini bersedia membantu kakaknya tanpa mengeluh, bahkan turut serta langsung dalam menjual dan mempromosikannya kepada sejumlah besar orang. Tidak mudah bagi anak-anak kecil untuk melakukan hal ini, terlebih andai orang tua mereka bukan pengusaha. Tetapi, Upin dan Ipin justru tidak merasa malu minim pun dan siap berdagang meski hanya skala kecil.
6. Terbiasa menghentikan pekerjaan sekolah tanpa selalu memerlukan perintah dari orang lain
Biasanya, anak seusia Upin Ipin belum terlalu mempunyai rasa tanggung jawab, termasuk ketika diberi tugas sekolah oleh guru. Anak seusia mereka biasanya lebih memprioritaskan bermain setelah jam sekolah selesai. Bahkan, mereka terus menerus kali lupa bahwa telah ada PR atau tugas prakarya yang diberikan oleh guru.
Alhamdulillah, Upin dan Ipin tidak terlalu merepotkan Kak Ros dengan selalu diminta atau diingatkan untuk mengerjakan PR. Setelah mereka pulang dari bermain, mandi, dan kemudian merubah baju tidur. Malam itu juga, mereka secepatnya berlari ke meja belajar untuk menghentikan tugas yang diberikan guru mereka.
7. Mandiri dalam mengelola kebutuhan pribadi mereka sendiri
Meski demikian pada beberapa kesempatan, Kak Ros tetap memberikan bantuan kepada adiknya dalam mengemas barang, seperti saat hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang atau ketika adiknya akan bepergian piknik. Tetapi, dalam sejumlah besar situasi, Upin dan Ipin terlihat cukup mandiri sebagai anak kecil.
Sebagai contoh, dalam episode “Untuk Prestasi”, saat Kak Ros sedang sibuk dengan kegiatannya di sekolah dengan begitu tidak dapat hadir di pagi hari untuk membantu adiknya bersiap. Ternyata, Upin dan Ipin sudah sangat mandiri sebab setelah berdiri mereka langsung merapikan tempat tidur, mandi, dan berpakaian sendiri, bahkan juga membantu menyiapkan sarapan sebelum berangkat sekolah. Upin dan Ipin benar-benar berusaha menjadi anak yang mandiri agar tidak merepotkan Opah yang sudah tua. Kak Ros merasa lega ketika mengetahui bahwa adiknya mampu mengurus diri sendiri saat ia tak ada.
Nah, meski demikian Upin dan Ipin dikenal sebagai anak yang terus menerus nakal, suka lari saat diminta, atau melakukan hal-hal khas anak kecil lainnya. Ternyata, andai dilihat lebih dekat melalui bukti dari berbagai episode, terlihat bahwasanya mereka juga mempunyai sejumlah besar momen ketika menjadi anak yang baik dan tidak merepotkan Kak Ros serta Opah. Semoga saja, anak-anak kecil yang menyukai serial ini dapat meniru sikap dan kebiasaan baik Upin dan Ipin tersebut, ya.
Daftar Tokoh Animasi Upin & Ipin yang Pernah Menempuh Pendidikan, Termasuk Tok Dalang 5 Hal Mengenai Indonesia yang Pernah Dikatakan Susanti dalam Upin & Ipin







