Langkah Baru! Dedi Mulyadi Siapkan Kereta untuk Bantu Petani dan Pedagang di Jabar

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah Baru! Dedi Mulyadi Siapkan Kereta untuk Bantu Petani dan Pedagang di Jabar

SEKITARKITA.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mempersiapkan kereta khusus bagi para petani dan pedagang di Jawa Barat. Kereta tersebut rencananya akan berfungsi sebagai alat transportasi untuk membawa hasil pertanian dan dagangan para petani serta pedagang.

Rencana besar ini sedang disusun dan diperbaiki oleh Dedi Mulyadi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin. Ide ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi masalah lama dalam rantai pasok hasil pertanian dan peternakan di daerah.

Dedi dan Direktur Utama KAI secara langsung memberi nama pada konsep rencana tersebut dengan “Kereta Petani dan Pedagang”. Tujuan dari pembuatan rencana ini adalah untuk menyediakan moda transportasi distribusi hasil pertanian yang tidak hanya efisien dan murah, namun juga mengkhususkan diri dalam keberlanjutan lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari TribunJabar.ID, gagasan Dedi Mulyadi untuk menyediakan kereta khusus bagi petani dan pedagang muncul saat bertemu dengan Direktur Utama KAI baru-baru ini. Pada pertemuan tersebut, Dedi mengusulkan agar salah satu jalur kereta yang sudah ada di Jawa Barat digunakan secara khusus untuk mengangkut hasil pertanian dan ternak.

Baca Juga:  DPRD KBB Setujui Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Pastikan 95 Ribu Pekerja Rentan Terlindungi

Saya mengharapkan ada satu jalur khusus disediakan untuk para petani dan pedagang.

“Maka mereka bisa membawa hasil bumi langsung ke pasar tanpa mengganggu pengguna jasa umum,” ujar pria yang akrab disapa KDM itu.

Mendengar usulan yang diajukan oleh Gubernur Jabar, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan respons yang positif.

Ia menyebutkan bahwa pihak KAI telah menyiapkan empat unit Kereta Petani dan Pedagang, serta sementara itu sedang merencanakan penambahan empat unit lainnya yang akan difokuskan untuk kebutuhan distribusi di wilayah Jawa Barat.

Empat unit tambahan ini kami siapkan khusus untuk wilayah Jawa Barat.

“Kami secepatnya memulai produksinya,” ujar Bobby.

Bobby menambahkan bahwa kereta tersebut akan dirancang khusus, yaitu tanpa sistem pendingin udara. Hal ini disesuaikan dengan sifat muatan berupa hasil ternak dan pertanian agar tetap aman sepanjang bolak-balik.

“Presiden juga menyarankan agar kereta pengangkut seperti ini tidak memakai pendingin udara sebab bisa membahayakan hewan ternak seperti ayam atau domba,” tambahnya.

Dedi menganggap rencana tersebut akan memberikan dampak positif bagi para petani dan pedagang di Jawa Barat. Selain itu, Dedi juga mendorong agar sistem pengangkutan hasil pertanian dari Cirebon ke Jakarta bisa diintegrasikan dengan fasilitas penggilingan beras yang berada selama jalur kereta tersebut.

Baca Juga:  Persiapan KKL Wilhan Seskoad 2026, Ketua DPRD KBB Dorong Sinergi TNI dan Pemda

“Bayangkan andai di sekitar stasiun seperti Subang, Indramayu, atau Cirebon dibangun pabrik penggilingan beras dekat stasiun, maka hasilnya dapat langsung naik kereta menuju Jakarta,” jelas KDM.

Mendengar usulan tersebut, Bobby secepatnya memberikan jawaban. Secara terang-terangan, Bobby menyatakan kesiapannya.

“Baik, mari kita buat perjanjian kerja sama untuk program pengangkutan distribusi barang,” ujarnya.

Saat ini, rencana Dedi Mulyadi menghadirkan kereta untuk para petani dan pedagang ini muncul dalam pertemuan rutin bukan rapat formal.

Tidak selalu diperlukan rapat resmi untuk sampai sesuatu yang besar. Cukup dengan percakapan tenang, tetapi tetap mengkhususkan diri dalam penyelesaian masalah yang nyata,” tutur Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/11/2025), yang dikutip Kompas.com.

Pada pertemuan tersebut, Dedi bersama Direktur Utama KAI berhasil menghasilkan 4 ide. Keempat ide tersebut adalah rencana kereta untuk petani dan pedagang, kereta wisata Jakalalana, kereta kilat Pajajaran, serta Kereta Listrik Padalarang–Cicalengka.

“Segalanya bukan hanya tentang rel dan kereta, namun bagaimana membangun perekonomian rakyat melalui transportasi yang bijak dan terhubung,” tegasnya. (*)



Berita Terkait

Fenomena Hujan Kapur Viral di Cipatat, DLH KBB Mulai Periksa Perusahaan Penghasil Debu
Fraksi PDIP KBB Semprot Kinerja SKPD, Minta Bupati Jeje Larang Kadis Mangkir Rapat Paripurna
Realisasi APBD Bandung Barat 2025 Tembus 98,58 Persen, Pendapatan Rp3,39 Triliun Berbuah Opini WTP BPK
Eceng Gondok Ancam Pasokan Listrik Jawa-Bali, Bupati Bandung Barat Dukung Aksi PLN Indonesia Power
Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 21:22 WIB

Fenomena Hujan Kapur Viral di Cipatat, DLH KBB Mulai Periksa Perusahaan Penghasil Debu

Senin, 29 Juni 2026 - 20:29 WIB

Fraksi PDIP KBB Semprot Kinerja SKPD, Minta Bupati Jeje Larang Kadis Mangkir Rapat Paripurna

Senin, 29 Juni 2026 - 15:12 WIB

Realisasi APBD Bandung Barat 2025 Tembus 98,58 Persen, Pendapatan Rp3,39 Triliun Berbuah Opini WTP BPK

Senin, 29 Juni 2026 - 13:59 WIB

Eceng Gondok Ancam Pasokan Listrik Jawa-Bali, Bupati Bandung Barat Dukung Aksi PLN Indonesia Power

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Berita Terbaru